
MALANG – malangpagi.com
National Essay Competition (NESCO) ke-2 sukses digelar pada 18–19 April 2026 di Kota Malang. Ajang nasional ini diinisiasi oleh Pusat Riset Siswa Mahasiswa dan Akademisi bekerja sama dengan STMIK PPKIA Pradnya Paramita, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Widya Gama Malang, serta Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
Mengusung tema Solusi Kreatif Pemuda untuk Mewujudkan Indonesia yang Berdaya Saing Global, kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menuangkan ide-ide inovatif dalam bentuk esai yang solutif dan aplikatif.
Menariknya, NESCO 2 tidak hanya diikuti mahasiswa, tetapi juga siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa pelajar mampu bersaing di tingkat nasional. Bahkan, sejumlah siswa berhasil meraih posisi juara, menunjukkan kualitas ide dan kreativitas yang tidak kalah dengan peserta dari perguruan tinggi.
Antusiasme peserta terlihat sejak tahap awal pendaftaran. Tercatat sebanyak 1.094 peserta yang tergabung dalam 351 tim dari 118 instansi dan 24 provinsi mengikuti seleksi awal. Setelah melalui proses ketat, sebanyak 146 tim dengan total 319 finalis berhasil lolos dan mengikuti babak final secara langsung di Malang. Para finalis tersebut berasal dari 68 instansi pendidikan di 16 provinsi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua STIMATA, Tubagus Mohammad Akhriza. Ia menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kolaborasi yang kini memasuki tahun kedua.
“Kami bangga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat. Ini menunjukkan kolaborasi yang terjalin berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh finalis yang telah melalui proses seleksi ketat. Menurutnya, seluruh peserta yang berhasil mencapai tahap final layak disebut sebagai juara.
“Para finalis ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi,” terangnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan juri, panitia, dan sponsor yang telah mendukung suksesnya acara ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Harapannya NESCO terus menjadi wadah pengembangan intelektual generasi muda,” terangnya.
Rangkaian kegiatan NESCO 2 digelar di Malang Creative Center untuk sesi pembukaan dan penutupan, serta Gedung Amfiteater untuk presentasi sesuai bidang lomba.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara 1 diraih oleh tim dari SMAN 1 Sumbawa Besar yang diketuai Nindra Maharjeng Adhegantary. Juara 2 diraih Adiluhung dari Universitas Indonesia, sementara Juara 3 diraih Naila Izzah Fathiyyah S dari SMAN 1 Sumbawa Besar.
Adapun Juara Harapan 1 diraih tim dari Politeknik Negeri Semarang yang diketuai Gigih Panjih Mulyanto. Juara Harapan 2 diraih Narnia Cahyarani dari SMA Negeri 4 Bojonegoro, dan Juara Harapan 3 diraih tim dari Universitas Udayana yang diketuai Ayundina Oktavia Bella.
Selain itu, berbagai penghargaan khusus juga diberikan, di antaranya Best Poster yang diraih tim Universitas Lambung Mangkurat, Best Paper oleh tim Universitas Indonesia, serta Best Presentation oleh tim Universitas Lambung Mangkurat.
Penghargaan Favorite Paper diraih tim SMAN 1 Kedungpring, sementara The Most Favorite dimenangkan oleh tim SMAN Taruna Nala Jawa Timur.
Salah satu peserta mengaku bangga bisa mengikuti ajang ini karena memberikan pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan menulis.
“Ajang ini sangat bermanfaat karena kami bisa menuangkan ide dan berdiskusi dengan peserta dari berbagai daerah,” ujar salah satu finalis.

Untuk kategori Favorite Poster per subtema, penghargaan diberikan kepada perwakilan dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah, mencakup bidang hukum dan politik, kesehatan, lingkungan, pangan, pariwisata dan budaya, pendidikan, pertanian, hingga sosial dan ekonomi.
Juara Umum NESCO 2 diraih oleh SMAN 1 Sumbawa Besar sebagai institusi dengan perolehan poin tertinggi.
Menariknya, pada penyelenggaraan tahun ini juga diberikan penghargaan khusus berupa fully funded reward dari Rasyid Ridho Scholarship. Penghargaan tersebut diraih oleh Nadya Salwa Dahayu Putri Winarto dari SMAN Taruna Nala Jawa Timur, yang berkesempatan mengikuti program internasional ke Malaysia atau Singapura melalui program Next Impact.
Tak hanya kompetisi, para finalis juga mengikuti field trip edukatif ke sejumlah destinasi unggulan di kawasan Gunung Bromo, seperti Sunrise Point (Seruni Point), Widodaren, Pasir Berbisik, dan Bukit Teletubbies.
Ke depan, NESCO diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi produktif dalam melahirkan gagasan inovatif demi kemajuan bangsa. (YD)












