
KOTA MALANG – malangpagi.com
Signage Kayutangan Heritage di bundaran Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, kini tak lagi menghiasi kawasan ikonik tersebut. Seluruh bagian signage terpaksa dilepas setelah mengalami kerusakan cukup parah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana melakukan perbaikan sekaligus mengganti desain signage tersebut dengan model baru yang dinilai lebih kuat dan tahan terhadap kerusakan.
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan pihaknya masih mengevaluasi model signage yang akan digunakan. Evaluasi dilakukan karena desain sebelumnya dinilai relatif mudah mengalami kerusakan.
“Ini masih mencoba mungkin ada model yang lain yang lebih kuat. Karena kemarin itu memang gampang rusak,” ujar Raymond, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, setelah proses perbaikan selesai, signage Kayutangan Heritage akan kembali dipasang di lokasi semula.
“Dilepas semua, nanti setelah diperbaiki baru dipasang lagi,” katanya.
Raymond menyebut kerusakan pada signage tersebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah bagian sebelumnya juga telah beberapa kali mengalami kerusakan dan sempat dilakukan perbaikan.
Kerusakan terakhir terjadi setelah konvoi Arema. Sebanyak empat huruf pada signage mengalami kerusakan hingga akhirnya seluruh bagian signage dilepas untuk dilakukan evaluasi dan penggantian secara menyeluruh.
Kondisi tersebut membuat salah satu spot ikonik di kawasan Kayutangan Heritage untuk sementara kehilangan ciri khasnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, bundaran yang selama ini menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berfoto kini tampak kosong tanpa tulisan dan lampu signage.
Saat ini, hanya bendera merah putih yang terlihat terpasang di kawasan tersebut dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, Pemkot Malang belum dapat memastikan kapan signage baru tersebut akan kembali terpasang. Kendala anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat proses perbaikan belum memiliki kepastian waktu.
Raymond mengatakan DLH Kota Malang saat ini tidak memiliki anggaran khusus untuk memperbaiki signage tersebut. Pihaknya masih mempertimbangkan apakah perbaikan dapat dilakukan melalui anggaran pemeliharaan atau harus menggunakan model signage baru.
“Saya belum bisa memastikan selesai kapan. Karena anggaran gak ada, kita coba apa bisa lewat perawatan atau harus baru. Kita lepas dulu semua sambil evaluasi mana yang bagus dan kuat,” pungkasnya. (YD)














