Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Wakil Wali Kota Malang Kecam Penimpaan Mural Malang The Glory Land di Jalan Arif Rahman Hakim

Menurut Wawali, penimpaan mural tersebut tidak semestinya dilakukan hanya demi kepentingan promosi sebuah kegiatan.

by RedMP.
21 Agustus 2026
in Kota Malang
Bagikan Berita

Mural Malang Menyala Bersama yang dihapus akibat menerima banyak kecaman.

KOTA MALANG – malangpagi.com

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menegur keras tindakan penimpaan mural legendaris Malang The Glory Land di Jalan Arif Rahman Hakim. Mural yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Malang itu sebelumnya ditimpa dengan mural Malang Menyala Bersama untuk kepentingan promosi Festival Mbois 11.

Ali menegaskan, ruang kreativitas di Kota Malang harus menjadi tempat yang saling menghargai, bukan justru menjadi arena untuk menghapus karya pihak lain secara sepihak.

“Sebagai insan kreatif di Kota Malang, kita harus saling menghargai roda karya kreativitas yang ada. Siapapun tidak berhak bersifat arogan, mengganti atau menghapus karya yang ada di Kota Malang, apapun itu,” ujar Ali, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, penimpaan mural tersebut tidak semestinya dilakukan hanya demi kepentingan promosi sebuah kegiatan yang sifatnya sementara. Terlebih, Malang The Glory Land merupakan karya yang telah lama dikenal masyarakat dan memiliki keterikatan emosional bagi sebagian kalangan, termasuk anak muda dan Aremania.

Baca Juga :

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026
Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026
DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

7 Oktober 2026
Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi

Unit PPA Polresta Malang Kota Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Kos Sukun

6 Oktober 2026
Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

5 Oktober 2026
Load More

Ali juga meluruskan bahwa Festival Mbois 11 bukan merupakan agenda Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pemerintah, kata dia, hanya memberikan fasilitasi terhadap kegiatan yang digagas oleh kelompok anak muda dan komunitas kreatif.

“Apalagi hanya untuk kepentingan event sementara. Yang harus kami garis bawahi, itu bukan event Pemkot. Pemkot cuma diminta memfasilitasi agenda,” tegasnya.

Karena itu, Ali tidak ingin polemik penimpaan mural tersebut dipersepsikan sebagai kebijakan maupun sikap resmi Pemkot Malang.

Ia justru menyayangkan cara promosi Festival Mbois 11 yang akhirnya memicu polemik di tengah masyarakat.

“Yang kita sayangkan adalah cara untuk mempromosikan kok begitu,” katanya.

Ali menilai, setiap karya kreatif, sekecil apa pun, tetap harus mendapatkan penghargaan. Jika terdapat perbedaan gagasan antarkelompok kreatif, penyelesaiannya seharusnya dilakukan melalui komunikasi dan diskusi.

“Sikap sebuah kreativitas harus dihargai semuanya. Harus bisa tetap diskusi. Setiap karya, sekecil apa pun, siapa pun yang berkarya harus dihargai,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar semangat berkreativitas tidak berkembang menjadi sikap merasa paling berhak atas ruang publik.

“Jangan segelintir sekelompok orang merasa paling kreatif, kemudian tidak menghargai kreativitas yang lain. Ini tidak boleh ada arogansi seperti ini,” tegas Ali.

Ali menambahkan, apabila tindakan serupa dilakukan oleh pihak yang berada di bawah pemerintahan, Pemkot Malang seharusnya mengambil langkah tegas berupa teguran.

“Kalau Pemkot harusnya memfasilitasi, menegur dan menegur dengan keras kalau ada,” imbuhnya.

Meski mengkritik cara promosi tersebut, Ali memastikan Pemkot Malang tetap membuka ruang dan memberikan dukungan terhadap kegiatan kreatif anak muda. Pemerintah, menurutnya, tidak ingin membatasi ekspresi maupun kegiatan komunitas kreatif, termasuk Festival Mbois 11.

“Cuma ini antar kelompok kreativitas. Saya berpesan itu, saling menghargai karya masing-masing. Kita juga tidak menghalangi setiap event yang menampilkan kreativitas,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Malang sebelumnya juga telah membantu memfasilitasi sejumlah kegiatan kreatif, termasuk Festival Mbois 11. Namun, dukungan terhadap kegiatan tidak berarti pemerintah membenarkan seluruh cara yang ditempuh dalam pelaksanaannya.

“Acara itu beberapa hal kita fasilitasi, kita permudah. Termasuk membantu. Karena ada kreativitas anak muda, ya sudah kita fasilitasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, mural Malang The Glory Land merupakan karya almarhum Heri Sucahyo alias Sam Nyek yang dibuat pada 2016. Mural tersebut kemudian ditimpa dengan mural “Malang Menyala Bersama” sebagai bagian dari promosi Festival Mbois 11.

Penimpaan tersebut memicu polemik di tengah masyarakat. Dalam waktu singkat, mural Malang Menyala Bersama kemudian dihapus dan bagian dinding tersebut diblok menggunakan cat berwarna biru.

Setelah itu, muncul sebuah banner yang menyatakan bahwa mural Malang The Glory Land akan dikembalikan atau ditulis ulang. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026

...

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026

...

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

7 Oktober 2026

...

Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi

Unit PPA Polresta Malang Kota Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Kos Sukun

6 Oktober 2026

...

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

5 Oktober 2026

...

Rektor UIBU Pimpin Y37, Bidik Penguatan Alumni dan Perhatian Khusus untuk Mantan Guru

Rektor UIBU Pimpin Y37, Bidik Penguatan Alumni dan Perhatian Khusus untuk Mantan Guru

4 Oktober 2026

...

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Serukan Semua Ada di Malang Kecuali Keadilan

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Serukan Semua Ada di Malang Kecuali Keadilan

1 Oktober 2026

...

Load More
Next Post
d’Kross Mundur dari Festival Mbois 11, Sikap atas Polemik Mural Malang The Glory Land

d’Kross Mundur dari Festival Mbois 11, Sikap atas Polemik Mural Malang The Glory Land

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RT 001 RW 003 Bandulan Gelar Jalan Sehat Bernuansa Indonesia Jadoel

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RT 001 RW 003 Bandulan Gelar Jalan Sehat Bernuansa Indonesia Jadoel

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin