Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan perkembangan positif olahraga kickboxing di berbagai daerah di Jawa Timur.

by Red
12 Oktober 2026
in Jawa Timur, Kota Malang, Olahraga
Bagikan Berita

Hasil Kejurprov Kickboxing Jawa Timur 2026 menjadi modal berharga bagi Kota Malang dalam menghadapi sejumlah agenda kompetisi berikutnya. (Foto: Dok. KBI Kota Malang)

SURABAYA, malangpagi.com

Kontingen Kickboxing Kota Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Berlaga dalam Surabaya Rising Champion (SRC) Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kickboxing Jawa Timur 2026 di THR Mall Surabaya, 9–11 Oktober 2026, tim Kota Malang sukses membawa pulang 18 medali, terdiri atas tujuh emas, enam perak, dan lima perunggu.

Pencapaian tersebut semakin istimewa karena diraih di tengah persaingan lebih dari 500 atlet dari 32 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Jumlah peserta tahun ini bahkan disebut mencatatkan rekor tertinggi dalam tiga periode kepengurusan Kickboxing Jawa Timur.

Tak hanya memborong medali, Kota Malang juga membawa pulang penghargaan individu bergengsi. Karina Arisandi Pamungkas dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Tatami Putri setelah tampil gemilang dengan menyabet dua medali emas dari nomor pertandingan berbeda.

Kejurprov Jatim 2026 Catat Rekor Peserta

SRC Kejurprov Kickboxing Jawa Timur 2026 menjadi salah satu ajang kompetisi terbesar yang diselenggarakan Kickboxing Indonesia (KBI) Jawa Timur tahun ini. Kejuaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus Kota KBI Surabaya dan Pengurus Provinsi KBI Jawa Timur.

Baca Juga :

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026
Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026
DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

7 Oktober 2026
Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi

Unit PPA Polresta Malang Kota Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Kos Sukun

6 Oktober 2026
Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

5 Oktober 2026
Load More

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan perkembangan positif olahraga kickboxing di berbagai daerah di Jawa Timur.

Ketua Pengprov KBI Jawa Timur, Sugeng Wahyu Widodo, mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi pengurus kabupaten dan kota dalam menyukseskan kejuaraan tersebut.

Widodo, sapaan akrabnya, berharap momentum Kejurprov 2026 dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet di daerah.

“Ajang ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi, sekaligus membuka peluang bagi atlet-atlet daerah untuk meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar pria asal Blitar tersebut, Sabtu (10/10/2026).

Dalam klasemen akhir antarkontingen, Kota Surabaya berhasil keluar sebagai juara umum. Kabupaten Kediri menyusul di posisi kedua, sementara Kabupaten Jombang menempati peringkat ketiga.

Karina Arisandi Jadi Bintang Kota Malang

Di tengah ketatnya persaingan antardaerah, Karina Arisandi Pamungkas menjadi salah satu atlet Kota Malang yang paling menonjol. Ia sukses meraih dua medali emas, masing-masing dari nomor Point Fighting kelas -51 kg putri dan Light Contact kelas -55 kg putri.

Menariknya, kedua nomor tersebut memiliki karakteristik pertandingan berbeda. Point Fighting lebih menekankan kecepatan, akurasi, dan ketepatan momentum dalam mencetak poin. Sementara itu, Light Contact menuntut konsistensi serangan, penguasaan jarak, serta kemampuan menjaga performa sepanjang pertandingan.

Dinomatkan sebagai Atlet Terbaik Tatami Putri, Karina Arisandi Pamungkas sukses meraih dua medali emas dari nomor Point Fighting kelas -51 kg putri dan Light Contact kelas -55 kg putri. (Foto: Dok. KBI Kota Malang)

Keberhasilan Karina menjuarai dua nomor tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi dan penguasaan teknik yang baik.

Terlebih, Point Fighting kelas -51 kg putri merupakan salah satu nomor sosialisasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2027. Sementara itu, Light Contact kelas -55 kg putri menjadi bagian dari proses pemantauan (scouting) atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Penampilan impresif Karina pun berbuah penghargaan Atlet Terbaik Tatami Putri, sekaligus melengkapi keberhasilannya menyumbangkan dua emas bagi Kota Malang.

Regenerasi Atlet Kota Malang Tunjukkan Hasil Positif

Selain Karina, lima medali emas lainnya dipersembahkan atlet Kota Malang dari berbagai kelompok usia.

Atilla Nusa Marchello berhasil menjadi juara pada nomor Kick Light kelas -57 kg putra, yang juga masuk dalam kategori sosialisasi PORPROV.

Sementara itu, Geovany Bintang Armada Saragih meraih emas pada nomor Kick Light kelas -69 kg senior putra, yang menjadi salah satu kelas pemantauan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Kontribusi besar juga datang dari kelompok atlet usia muda. Hamza sukses merebut emas Light Contact kelas -51 kg Older Cadet putra, disusul Azza Nadzira yang menjadi juara Light Contact kelas -60 kg Older Cadet putri.

Satu emas lainnya dipersembahkan Muhammad Fathan Firdaus melalui nomor Light Contact kelas +47 kg Younger Cadet putra.

Keberhasilan para atlet kelompok usia kadet tersebut menjadi catatan positif bagi proses regenerasi atlet kickboxing Kota Malang.

Nomor Tatami, Ring, dan Forms Turut Berkontribusi

Selain tujuh medali emas, kontingen Kota Malang juga berhasil mengamankan enam medali perak dan lima perunggu.

Dua medali perak dari nomor Kick Light diraih Muhammad Fatony Ishaq pada kelas -57 kg junior putra dan Michel Adie Ferliansyah pada kelas -51 kg junior putra.

Dari kategori seni atau forms, Yehezkiel Nathanael Bey Lalo menyumbangkan perak melalui Creative Form Open Hand Individual putra. Sementara itu, Cut Anora Suta Anjani meraih perak pada Musical Form Weapon Individual putri. Kedua nomor tersebut merupakan bagian dari kelas sosialisasi PORPROV.

Dua perak berikutnya dipersembahkan Muhammad Fathan Firdaus pada Point Fighting Younger Cadet +47 kg putra dan Aisy Ommar Tsaqib Sukmana pada Point Fighting Younger Cadet -42 kg putra.

Sementara itu, lima medali perunggu diraih pasangan Cut Anora dan Cherillya pada Creative Form Team putri; Vico Setya Pratama pada Low Kick kelas -63,5 kg putra; serta Raden Fathan Setyo Penta yang menyumbangkan dua perunggu melalui Point Fighting kelas -57 kg putra dan Light Contact kelas -57 kg junior putra. Satu perunggu lainnya dipersembahkan Salma Karami pada Light Contact kelas -37 kg Older Cadet putri.

Modal Penting Menuju PORPROV 2027 dan Kejuaraan Nasional

Hasil Kejurprov Kickboxing Jawa Timur 2026 menjadi modal berharga bagi Kota Malang dalam menghadapi sejumlah agenda kompetisi berikutnya.

Terlebih, beberapa nomor yang dipertandingkan berkaitan langsung dengan persiapan PORPROV Jawa Timur 2027 serta proses pemantauan atlet menuju Kejurnas dan PON.

Kepala Pelatih Kickboxing Kota Malang, Meta Andri Setiawan, menegaskan bahwa pencapaian tersebut tetap harus diikuti dengan evaluasi dan peningkatan kualitas pembinaan.

“Hasil positif di Surabaya tetap perlu diikuti evaluasi dan peningkatan kualitas pembinaan. Persaingan di level yang lebih tinggi tentu menuntut kesiapan teknik, fisik, mental, serta pengalaman bertanding yang semakin matang,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).

Menurut Meta, komposisi atlet yang mencakup kelompok usia kadet, junior, hingga senior menjadi fondasi menjanjikan bagi Kota Malang untuk menjaga kesinambungan prestasi.

Raihan 18 medali serta penghargaan Atlet Terbaik Tatami Putri pun menjadi pencapaian membanggakan, sekaligus tantangan bagi tim Kickboxing Kota Malang untuk terus meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya. (Red)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026

...

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026

...

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

7 Oktober 2026

...

Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi

Unit PPA Polresta Malang Kota Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Kos Sukun

6 Oktober 2026

...

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

5 Oktober 2026

...

Rektor UIBU Pimpin Y37, Bidik Penguatan Alumni dan Perhatian Khusus untuk Mantan Guru

Rektor UIBU Pimpin Y37, Bidik Penguatan Alumni dan Perhatian Khusus untuk Mantan Guru

4 Oktober 2026

...

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Serukan Semua Ada di Malang Kecuali Keadilan

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Serukan Semua Ada di Malang Kecuali Keadilan

1 Oktober 2026

...

Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin