
KOTA MALANG – malang pagi.com
Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko memberi tanggapan atas 65 catatan strategis yang disampaikan enam fraksi DPRD Kota Malang pada Rapat Paripurna beragendakan Pendapat Akhir Walikota Malang atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2021, Jumat (8/7/2022).
“Jadi tadi keputusan pelaksanaan APBD tahun 2021 sudah dapat persetujuan dari DPRD dengan catatan. Bahwa catatan-catatan strategis tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan yang telah disepakati,” terang Bung Edi, sapaan karibnya.
“Kalau saya bagi itu ada pendapatan, sisi belanja, dan perhatian dari para anggota legislatif mengenai masalah-masalah strategis, terkait dengan perkotaan, pemerintah, dan kemasyarakatan,” imbuh pejabat asal Malang tersebut.
Dikatakannya, DPRD meminta dan mendorong Pemerintah Kota Malang untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Kemudian juga mengoptimalkan pajak dan retribusi, supaya pendapatan semakin bagus, guna mengimbangi dana transfer yang dilakukan oleh pemerintah pusat agar kekuatan fiskal kita semakin baik.
Menurutnya, BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) juga harus melakukan inovasi. Terutama PDAM, dengan melakukan terobosan untuk mencegah kekurangan produksi air. Sehingga setiap kawasan di Kota Malang dipastikan terlayani.
Dari sisi belanja, APBD yang telah disepakati harus dapat dilaksanakan semuanya, sehingga mampu mengurangi angka SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). “Nah APBD ini tidak berdiri sendiri, karena sumbernya dari APBD, APBN, dan dari provinsi. Jika dana transfer sudah bisa dipastikan. Tetapi kalau yang dari APBN ada aspek-aspek tidak dapat kami pastikan. Kepastiannya bisa muncul di akhir tahun, atau kadang kurang tiga bulan. Ini kan sulit dilaksanakan,” papar Bung Edi.
Untuk mengurangi besarnya SILPA, perlu dilakukan planning yang lebih detail dan pasti. “Masukan-masukan itu harus kami terima. Sehingga perencanaannya dapat lebih baik,” tegasnya.
Berkaitan dengan belanja, termasuk masalah-masalah strategis yang menjadi perhatian dari para anggota dewan, terdapat kaitan dengan peningkatan SDM di tubuh ASN. Termasuk tata kelola pemerintahan dan penugasannya.
“Sering saya sampaikan, sekarang ini kita sedang berproses untuk mendapatkan persetujuan dari provinsi kaitan dengan Perda talent management yang berhubungan dengan ASN. Kalau ini sudah jadi Perwal (Peraturan Walikota), maka nanti sistem tersebut akan berjalan lebih pasti. Begitu ada ASN yang pensiun, maka nominasi pengganti sudah muncul. Tinggal Bapak Walikota akan menentukan siapa,” beber pria berkacamata itu.
“Termasuk masalah-masalah strategis lainnya. Seperi yang berkaitan dangan pasar dan banjir. Untuk mengurangi banjir, setiap hari kami melakuna pengerukan. Itu adalah program jangka pendek sebelum masuk musim hujan,” lanjut Bung Edi.
Masih dalam penanganan banjir, Pemkot Malang akan segera membangun drainase baru di kawasan rawan banjir. “Saat ini sedang dilaksanakan di sisi utara Jalan Soekarno Hatta dan beberapa tempat lainnya. Harus ada kolaborasi dalam mengatasi permasalahan banjir ini,” tuturnya.
Untuk jangka panjang, pihaknya tengah mendesain sistem drainase yang terintegrasi sesuai zonasinya. Proyek tersebut saat ini sedang dikerjakan oleh pihak Universitas Brawijaya Malang.
Dalam kesempatan tersebut, Bung Edi juga menyampaikan terimakasih kepada badan legislatif atas kecepatan dalam menyelesaikan tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2021, hingga ditandatangani persetujuan bersama.
“Dengan kecepatan dimaksud, tetap diiringi dengan pemikiran-pemikiran kritis sekaligus konstruktif, untuk perbaikan dan masukan bagi proses pembangunan di Kota Malang,” papar Bung Edi
Dirinya pun berpesan, agar segenap perangkat daerah mengimbangi dan bersungguh-sungguh dalam menindaklanjuti berbagai saran dan catatan. “Sekali lagi, saya sampaikan saat ini kita memasuki era kolaborasi. Maka eksekutif dan legislatif dituntut mampu menciptakan harmonisasi. Meskipun kadang kala berbeda langkah dan pikiran, itu adalah bagian dari keragaman,” ujarnya
“Namun perbedaan itu bukan untuk kita saling berbenturan apalagi menyebabkan perpecahan. Dengan semangat ‘Salam Satu Jiwa’, mari kuatkan semangat untuk mengantarkan Kota Malang makin maju,” pungkas Bung Edi. (Har/MAS)