Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Kampung Cempluk Jadi Sasaran Program Modul Nusantara UMM

Melalui program Modul Nusantara, Redy Eko Prasetyo berharap terjadi sinergi antara kampung dan kampus.

by Red
25 September 2022
in Kabupaten Malang
Bagikan Berita

Mahasiswa program Modul Nusantara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat mengunjungi Kampung Cempluk.

KABUPATEN MALANG – malangpagi.com

Festival Kampung Cempluk ke-12 yang dihelat selama sepekan (18–24 September 2022) berlangsung sukses dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Perguruan tinggi swasta terakreditasi A itu memilih Kampung Cempluk sebagai sasaran program Modul Nusantara.

“Modul Nusantara adalah sebuah program pertukaran mahasiswa yang merupakan satu dari delapan aktivitas Kampus Merdeka, di mana di UMM membawahi 47 mahasiswa yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Mereka akan mempelajari aspek sosial budaya, adat istiadat, serta merefleksikan pengalaman kegiatan kebinekaan dan inspirasi di daerah yang dituju,” jelas dosen Modul Nusantara Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, Dyah Worowirastri Ekowati, saat ditemui Malang Pagi di Omah Kopi Kampung Cempluk, Sabtu (24/9/2022).

Wanita berhijab tersebut menerangkan, sebelum mahasiswa datang, pihaknya sudah merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian menginisiasi apa yang akan dikenalkan dalam Modul Nusantara. “Jadi saat mahasiswa datang, mereka dapat belajar dan mengupas potensi di Malang dan Jawa Timur. Salah satunya di Kampung Cempluk, yang merupakan sebuah mutiara terpendam. Banyak hal yang ditonjolkan di kampung ini,” papar Dyah

Pihaknya juga menyoroti pertumbuhan UMKM di Kampung Cempluk. “Saat Festival Kampung Cempluk ke-12 berlangsung, banyak sekali yang dijual, dan tentu saja motornya adalah UMKM,” terangnya.

Baca Juga :

Warung Madura di Tidar Terbakar Hebat, Satu Korban Tewas Terjebak di Bak Mandi

Kebakaran di Kota Malang Tembus 116 Kasus, Kerugian Capai Rp2,16 Miliar

13 Oktober 2026
Wahyu Hidayat Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kota Malang

Wahyu Hidayat Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kota Malang

13 Oktober 2026
Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

12 Oktober 2026
Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026
Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026
Load More
Dosen Modul Nusantara UMM, Dyah Worowirastri Ekowati (kedua dari kiri) bersama penggagas Kampung Cempluk, Redy Eko Prasetyo (kedua dari kanan).

Keunikan dan kekhasan berbagai produk UMKM yang ditawarkan dalam festival ini, menurut Dyah menjadi daya tarik tersendiri bagi perhelatan Festival kampung Cempluk ke-12. “Jadi saya pikir Kampung Cempluk tidak menggerakkan seni dan budaya semata, tetapi semua sendi. Justru inilah pendidikan yang tidak ada di bangku sekolah, dan dapat diimplementasikan langsung di dunia nyata,” jelasnya.

Dirinya berharap Kampung Cempluk menjadi contoh konkret, tentang bagaimana menggerakkan sebuah kampung biasa menjadi sesuatu yang bernilai. Sehingga inspirasi tersebut dapat dibawa para mahasiswa program Modul Nusantara ke daerah asal mereka.

Ditemui di tempat yang sama, penggagas Kampung Cempluk, Redy Eko Prasetyo menyambut baik program Modul Nusantara yang menyasar kampung yang terletak di Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kabupaten Malang itu.

“Ada sejumlah perguruan tinggi mengunjungi Kampung Cempluk. Ada UMM, Unitri (Universitas Tribuana Tunggaldewi), serta ABM (STIE Malangkucecwara Malang). Di antaranya, mereka mendatangi kampung-kampung tematik dalam rangka program Modul Nusantara. Kebetulan ada event di Kampung Cempluk ini, sehingga mahasiswa berkesempatan belajar mengenai sosial, budaya, dan adat-istiadat,” beber Redy.

Melalui program Modul Nusantara, pria berambut gondrong tersebut berharap terjadi sinergi antara kampung dan kampus. Bagaimana kampung dapat menjadi hamparan pengetahuan dan tidak menjadi sebuah menara gading. “Ini yang mulai kami komunikasi dan formulasikan. Sehingga masyarakat sekitar kampus melihat mahasiswa tidak hanya dari sisi ekonomi, dengan memandang mahasiswa adalah omzet dan kampus adalah investasi,” tandas Redy. (Har/MAS)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Serukan Semua Ada di Malang Kecuali Keadilan

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Aremania Serukan Semua Ada di Malang Kecuali Keadilan

1 Oktober 2026

...

Arema FC Dipaksa Persik Kediri Berbagi Poin di Stadion Kanjuruhan

Arema FC Dipaksa Persik Kediri Berbagi Poin di Stadion Kanjuruhan

18 September 2026

...

Jelang Derbi Jatim di Kanjuruhan, Arema FC Waspadai Serangan Balik Persik Kediri

Jelang Derbi Jatim di Kanjuruhan, Arema FC Waspadai Serangan Balik Persik Kediri

17 September 2026

...

Arema FC Buka Kompetisi dengan Pesta Gol, Bola Mati Jadi Senjata Mematikan Singo Edan

Arema FC Buka Kompetisi dengan Pesta Gol, Bola Mati Jadi Senjata Mematikan Singo Edan

4 September 2026

...

Eksekusi Lelang Tanah Warga Pakis Tersendat, ATR/BPN Kabupaten Malang Disorot

Eksekusi Lelang Tanah Warga Pakis Tersendat, ATR/BPN Kabupaten Malang Disorot

24 Agustus 2026

...

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Luncurkan Program GENTING pada Puncak Harganas ke-33 di Kabupaten Malang

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Luncurkan Program GENTING pada Puncak Harganas ke-33 di Kabupaten Malang

29 Juli 2026

...

Putusan Inkrah, PN Kepanjen Eksekusi Lahan Sengketa Seluas 2.817 Meter Persegi di Karangduren Pakisaji

Putusan Inkrah, PN Kepanjen Eksekusi Lahan Sengketa Seluas 2.817 Meter Persegi di Karangduren Pakisaji

24 Juli 2026

...

Load More
Next Post
Bonus Atlet Kota Malang di PORPROV VII 2022 Akhirnya Cair

Bonus Atlet Kota Malang di PORPROV VII 2022 Akhirnya Cair

Menggandeng Sejumlah ABK, Kesenian Tradisional Diperkenalkan Pada Pertukaran Mahasiswa

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin