Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Kenang Tragedi Kanjuruhan, Umat Hindu Panjatkan Doa Bersama

Untuk mendoakan para arwah yang meninggal, ratusan umat Hindu menggelar doa bersama di halaman Stadion Kanjuruhan

by RedMP.
8 Oktober 2022
in Kabupaten Malang
Bagikan Berita

Ratusan umat Hindu menggelar doa bersama di halaman Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang (Foto : Hariani/MP)

KABUPATEN MALANG – malangpagi.com

Tragedi Kanjuruhan telah menyisakan duka. 131 korban meninggal, 23 orang luka berat dan sedang serta sebanyak 420 orang luka ringan. Untuk mendoakan para arwah yang meninggal, ratusan umat Hindu menggelar doa bersama di halaman Stadion Kanjuruhan.

Doa bersama tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hindu Kabupaten Malang, Sutomo Adi Wijoyo. Menurutnya, peristiwa tragedi Kanjuruhan merupakan ulah manusia. “Jadi kita melihat kejadian tragedi di Bhumi Kanjuruhan ini adalah satu musibah yang awalnya itu dari ulah manusia kemudian di dalam ajaran agama Hindu ada namanya Tri Hita Karana. Artinya ada  hal yang masih belum harmonis,” ucapnya saat ditemui Malang Pagi usai menggelar doa bersama. Jumat (7/10/2022).

Baginya, hubungan manusia dengan alam sekelilingnya harus seimbang. “Alam ini termasuk ada yang tidak kelihatan, dikatakan ada roh ada setan karena tidak ada hubungan harmonis mengganggu hubungan manusia. Akhirnya manusia itu bisa berpikir jahat, bisa tidak terkendali bisa melakukan pertengkaran dan sebagainya itu karena adanya gangguan -gangguan dari Barata Kala dan sering mengganggu manusia karena manusia tidak pernah melakukan hubungan yang harmonis. Maka, terjadilah musibah seperti ini,” beber Sutomo.

“Nah, kalau sudah seperti ini umat Hindu menganggapnya bumi ini kotor karena ada  darah-darah dari manusia yang berceceran. Maka, harus diupacari supaya bumi ini kembali suci dan bersih lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :

Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

Peringati Harkitnas, Aston Malang Bagikan Ratusan Paket Makan untuk Pengemudi Ojol

20 Mei 2026
Jadi Andalan Dongkrak PAD, Inovasi Pajak Digital Kota Malang Jadi Rujukan Nasional

Eks Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Semarang

18 Mei 2026
Perangi KDRT, Promo Film Suamiku Lukaku Guncang CFD Ijen Malang

Perangi KDRT, Promo Film Suamiku Lukaku Guncang CFD Ijen Malang

17 Mei 2026
Pemkot Malang Siapkan Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan

Pemkot Malang Siapkan Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan

13 Mei 2026
Kota Malang Masuk 10 Besar Program LSDP, Pengelolaan Sampah Dapat Dukungan hingga Rp200 Miliar

Kota Malang Masuk 10 Besar Program LSDP, Pengelolaan Sampah Dapat Dukungan hingga Rp200 Miliar

12 Mei 2026
Load More

Dalam upacara tersebut juga terdapat sesaji dan dupa. “Tujuan untuk mensomiakan para Batara Kala, maka diberikan caru (kurban suci). Harapan pertama untuk mensomiakan agar Batara Kala memahami kodratnya dia sebagai setan, jin supaya dia tidak mempengaruhi pikiran-pikiran jahat pada manusia,” tuturnya.

Harapan kedua untuk menyucikan bumi ini dari bercak-bercak darah  supaya suci lagi melalui upacara. “Dan yang terakhir kita mengirim doa kepada arwah-arwah yang meninggal. Karena menurut umat Hindu ini yang namanya orang pati ada tiga hal penyebabnya. Salah satunya salah pati artinya yang dipaksakan untuk mati. “Maka, ini harus diberikan satu doa supaya dapat mengantarkan para arwah yang sudah pisah dari raga itu supaya tahu jalannya menuju surga atau nirwana melalui doa yang dipanjatkan oleh teman-teman kita,” terang Sutomo.

“Tentunya ini akan didukung oleh sahabat-sahabat kita dari agama lain. Doa dari apapun yang ada di Indonesia ini semuanya akan bersinergi. Bersama-sama mendoakan dan mengantarkan sang ruh ke dalam nirwana,” harapnya.

Saat disingung sudah adanya tersangka dalam tragedi Kanjuruhan, Sutomo menyebut sebagai hukum karma. “Negara kita adalah negara hukum, kita harus menghormati hukum. Yang lahir ini ada hukum lahir, adanya tersangka ini menurut agama Hindu adalah hukum karma. Menurut kami siapa yang salah harus konsekuen harus menerima yang sudah diperbuat,” tandasnya. (Har/YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Puluhan Wisatawan Positif Narkoba Usai Insiden Pantai Wediawu

Puluhan Wisatawan Positif Narkoba Usai Insiden Pantai Wediawu

6 Mei 2026

...

GSD Dibuka Kembali Usai Lebaran, Warga Dampit Antusias Ikuti Senam Sehat Bersama

GSD Dibuka Kembali Usai Lebaran, Warga Dampit Antusias Ikuti Senam Sehat Bersama

12 April 2026

...

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

9 April 2026

...

Gagal Menang, Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1

Gagal Menang, Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1

3 April 2026

...

Manajemen Baru Wendit Buka Suara Soal Tunggakan Pembayaran Vendor CCTV dan Audio Sebesar Rp 105 Juta

Manajemen Baru Wendit Buka Suara Soal Tunggakan Pembayaran Vendor CCTV dan Audio Sebesar Rp 105 Juta

2 April 2026

...

Vendor di Malang Keluhkan Tunggakan Proyek CCTV dan Audio di Wisata Wendit, Sebut Capai Rp105 Juta

Vendor di Malang Keluhkan Tunggakan Proyek CCTV dan Audio di Wisata Wendit, Sebut Capai Rp105 Juta

2 April 2026

...

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

Empat Kecamatan Jadi Penutup Pekan Islami XIX PT ACA, Iwan Kurniawan Santuni 1.605 Anak Yatim

12 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Aremania Gaungkan Kabar Damai Untuk Suporter Indonesia

Aremania Gaungkan Kabar Damai Untuk Suporter Indonesia

Eks Kiper Timnas Spanyol Iker Casillas Mengaku Gay. Tapi Twitnya Kemudian Dihapus

Eks Kiper Timnas Spanyol Iker Casillas Mengaku Gay. Tapi Twitnya Kemudian Dihapus

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin