
KOTA MALANG – malangpagi.com
Warga Jalan Wahidin, Kelurahan Celaket, Kota Malang mengeluhkan keberadaan kontainer sampah yang dibiarkan terlalu lama di pinggir jalan hingga menimbulkan bau menyengat. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga, terutama aktivitas warung dan rumah yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa pengangkutan sampah di lokasi tersebut sempat tidak dilakukan selama hampir tiga hari. Akibatnya, tumpukan sampah memicu aroma tak sedap yang menyebar ke lingkungan sekitar dan berdampak pada pelaku usaha kecil di sepanjang Jalan Wahidin.
Keluhan warga telah disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui pesan langsung (DM) akun Instagram Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, @wahyuhidayatmbois. Namun, warga menilai respons yang diberikan terkesan lamban karena belum ada tindak lanjut nyata.
Persoalan tersebut baru mendapat perhatian lebih luas setelah kondisi kontainer sampah itu viral di media sosial pada Rabu (21/1/2026). Unggahan tersebut memicu beragam respons warganet yang turut menyoroti pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Raymond Gamaliel Hatigoran Matondang menjelaskan bahwa penempatan kontainer sampah di luar Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Wahidin disebabkan adanya kendala teknis.
“Penempatan kontainer di luar TPS Wahidin dilakukan karena gantol atau penarik kontainer mengalami kerusakan. Dengan kontur TPS yang menanjak, kondisi ini berisiko jika dipaksakan untuk masuk,” ujar Raymond, Kamis (22/1/2026).
Raymond juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia menegaskan, penempatan kontainer di luar TPS hanya bersifat sementara selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga. Saat ini perbaikan sudah dilakukan dan kontainer telah dikembalikan ke dalam TPS seperti semula,” ungkapnya.
Ia menyebut, kerusakan terjadi pada truk pengangkut kontainer sampah. Namun, lanjutnya, permasalahan tersebut telah berhasil ditangani sejak Kamis (22/1/2026) pagi.
“Yang rusak itu truk pengangkut kontainernya. Tadi sudah dikondisikan semua dan sekarang sudah berjalan normal,” pungkasnya. (YD)














