
MALANG – malangpagi.com
Manajemen baru New Wisata Wendit akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik sisa pembayaran proyek pengadaan audio dan CCTV yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan pemberitaan.
Dalam pernyataan resminya, manajemen menanggapi unggahan akun @danirezakus yang menyebut adanya tunggakan pembayaran sebesar Rp105 juta dari total nilai proyek sekitar Rp271 juta.
Manajemen menjelaskan, proses pengadaan tersebut merupakan kebijakan manajemen lama. Bahkan, direktur yang saat itu bertanggung jawab atas proyek tersebut disebut sudah tidak lagi menjabat.
“Pengadaan tersebut dilakukan pada masa manajemen lama, dan direktur yang bertanggung jawab sudah tidak menjabat. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan, termasuk penyempurnaan administrasi terkait,” tulis pernyataan resmi melalui akun Instagram @newwisatawendit, Kamis (2/6/2026).
Lebih lanjut, manajemen menegaskan tengah mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyikapi kewajiban pembayaran yang berasal dari kebijakan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Meski begitu, pihaknya memastikan tidak akan lepas dari tanggung jawab dan berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan itikad baik serta mengkomunikasikan solusi terbaik dengan pihak vendor terkait,” lanjutnya.
Sebelumnya, proyek ini bermula pada Desember 2024 saat pihak pengelola Wisata Wendit bekerja sama dengan vendor untuk pemasangan 40 titik CCTV dengan nilai sekitar Rp90 juta. Namun, pembayaran baru dilakukan dua tahap dengan total sekitar Rp50 juta.
Selanjutnya, pada Januari 2025, vendor kembali diminta menangani proyek pengadaan sistem audio dengan nilai sekitar Rp168 juta. Dari proyek tersebut, pembayaran yang diterima disebut baru sekitar Rp100 juta.
Dari kedua proyek tersebut, tersisa kewajiban pembayaran sekitar Rp40 juta untuk CCTV dan sekitar Rp65 juta untuk audio, atau total sekitar Rp105 juta yang belum dilunasi.
Vendor disebut telah berulang kali mencoba melakukan komunikasi, baik melalui pesan maupun mendatangi langsung lokasi. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak pengelola.
Karena tidak kunjung mendapat kejelasan, vendor akhirnya menyampaikan keluhannya melalui media sosial hingga menjadi perhatian publik. Hingga kini, sisa pembayaran tersebut masih belum terselesaikan. (YD)












