Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Mengenal Sejarah Ordo Karmel di Indonesia

Kehadiran Katolik di Jawa Timur dimulai pada abad ke 16 awal.

by RedMP.
16 Mei 2023
in Kota Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

Gereja Katolik Malang dibangun tahun 1906 (Dok. Gereja Katolik Hati Kudus Yesus)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Masuknya gereja Katolik di Indonesia diwarnai dengan beberapa tahap dan perkembangan. Perjalanan ini dibeberkan oleh Sejarawan Ordo Karmel Rm. Edison Tinambunan O Carm dalam acara Seminar Mengenal Sejarah Misi Ordo Karmel di Indonesia, Kamis (04/05/2023).

Dalam perhelatan yang digelar di Gedung KSB (Katholieke Sociale Bond) Paroki Hati Kudus Yesus Malang atau dikenal dengan sebutan Gereja Kayutangan, Rm. Edison menyampaikan bahwa kehadiran Katolik di Jawa Timur dimulai pada abad ke 16 awal.

“Sebenarnya Katolik sudah ada pada abad ke 16 awal, tepatnya pada tahun 1511 yakni pada waktu Portugis berdagang ke Malaka kemudian Maluku. Pada periode ini , mereka membuat tempat persinggahan di Panarukan,” ungkap Dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana.

Ia mengatakan, di Panarukan para pedagang Portugis yang mayoritas beragama Katolik mulai membuat Kampung Kristiani oleh misionaris Jesuit, Dominikan dan Fransiskan. “Pada saat itu, juga sudah ada Kerajaan Blambangan yang menerima Katolik. Namun, pada tahun 1592 perkembangan Katolik bisa dikatakan berhenti karena pada saat itu Pasuruan menduduki Panarukan dan menaklukkan Blambangan sehingga keberadaan Kristiani mulai hilang,” terang Rm. Edison.

Baca Juga :

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

12 Oktober 2026
Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026
Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026
DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

7 Oktober 2026
Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi

Unit PPA Polresta Malang Kota Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Kos Sukun

6 Oktober 2026
Load More
Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Kayutangan dibangun pada tahun 1897 (Foto : Dok. Gereja Katolik Hati Kudus Yesus)

Kemudian, pada tahun 1603 Katolik tidak diperkenankan hidup di Indonesia, sehingga yang berkembang adalah Protestan hingga umat Protestan membuat komunitas pertama di Maluku. “Awal abad ke-19 ada sedikit kelonggaran di Belanda dan mulai ada misi Katolik ke Indonesia yang dimulai dari misi Projo tahun 1807,” tuturnya.

“Karena perkembangan teknologi gereja sudah mulai membaik, maka pada tahun 1842 didirikan Prefektur Apostolik yang bertempat di Batavia dan ini berlangsung sampai abad ke-20,” imbuh Rm. Edison.

Lalu, ia membeberkan pada tahun 1859 Jesuit mulai masuk ke Indonesia hingga berkembang di Surabaya. “Lalu Projo yang sebelumnya datang ke sini karena kebutuhan iman di Belanda, maka mereka kembali ke negerinya. Umat Katolik pun ditangani oleh Jesuit di seluruh Indonesia,” terangnya.

Doktor teologi di Angelicum Roma ini pun menyampaikan bahwa pada tahun 1902, propaganda fide membuat keputusan pembagian misi di Indonesia. “MSC (Misionarii Sacritissimi Cordis) meliputi wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Sulawesi. Untuk wilayah Kalimantan dan Sumatera ditangani OFMCap (Ordo Fratrum Minorum Cappucinorum). Pada tahun 1910 di Nusa Tenggara Timur ditangani oleh SVD (Sociates Verbi Divini). Sedangkan di Jawa ditangani oleh Jesuit, karena Jesuit hanya bermisi di Pulau Jawa” papar Rm. Edison.

Misionaris Clemens van der Pas (Dok. Gereja Katolik Hati Kudus Yesus)

Selanjutnya, propaganda fide yang menangani misi Gereja secara universal, membagi daerah misi Pulau Jawa pada tahun 1921. “Jawa Tengah ditangani Jesuit, Jawa Barat oleh OSC (Ordo Sanctae Crucis). Sedangkan, di Jawa Timur dibagi menjadi dua yaitu Jawa Timur bagian timur dan Jawa Timur bagian barat,” ujar Rm. Edison.

“Alasan Jawa Timur dibagi menjadi dua karena daerah ini secara geografis dan sosial lebih sulit dibandingkan dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga masuk akal jika Jawa Timur dibagi menjadi dua daerah misi. Dalam pembagian itu, Jawa Timur bagian timur ditangani oleh Ordo Karmel (Ordo Fratrum Beatissime Virginis Mariae de Monte Camelo) dan Jawa Timur bagian barat ditangani oleh CM (Cogregatio Missionis),” tutup Rm. Edison. (Har/YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

Kejurprov Kickboxing Jatim 2026: Kota Malang Raih 7 Emas, Karina Arisandi Sabet Gelar Atlet Terbaik

12 Oktober 2026

...

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

Peringati World Cleanup Day 2026, Wali Kota Malang Pimpin Bersih-Bersih Sungai Metro

9 Oktober 2026

...

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

Publikasi Q4 Tak Lagi Cukup, LLDIKTI VII Naikkan Standar Akademik Dosen

7 Oktober 2026

...

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

DPRD Kota Malang Dorong Retret Kepala Sekolah Jadi Momentum Evaluasi Pendidikan

7 Oktober 2026

...

Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa, Kepala SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi

Unit PPA Polresta Malang Kota Dalami Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswi di Kos Sukun

6 Oktober 2026

...

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

Cozy Republic Rilis “Semakin Yoman”, Bawa Cerita Kebersamaan dan Bahagia dari Hal Sederhana

5 Oktober 2026

...

Rektor UIBU Pimpin Y37, Bidik Penguatan Alumni dan Perhatian Khusus untuk Mantan Guru

Rektor UIBU Pimpin Y37, Bidik Penguatan Alumni dan Perhatian Khusus untuk Mantan Guru

4 Oktober 2026

...

Load More
Next Post
Privat: Kepala Desa Terpilih, Jainudin Fokus Bangun Desa Ngijo Jadi Lebih Baik

Pendaftaran PPDB TK, SD, SMP Kota Malang Segera Dibuka

Viral di Medsos, Polsek Blimbing Polresta Malang Kota Bekuk Pelaku Curas Kos-kosan

Viral di Medsos, Polsek Blimbing Polresta Malang Kota Bekuk Pelaku Curas Kos-kosan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin