Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Menguak Gagasan Hari Santri Nasional, Dicetuskan di Kabupaten Malang

Dan dari Malang inilah pernyataan tersebut dibuat, tepatnya saat Jokowi berkampanye pada Pemilihan Presiden 2014.

by Red
22 Oktober 2021
in Kota Malang
Bagikan Berita

Calon Presiden RI, Joko Widoso dan Kiai Thoriq bin Ziyad, saat membuat Surat Pernyataan memperjuangkan penetapan Hari Santri Nasional, 2014 silam. (Foto: Istimewa)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Tepat tujuh tahun lalu, calon presiden Joko Widodo hadir di Pondok Pesantren Babussalam yang berlokasi di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Mengenakan baju putih dan celana hitam yang merupakan ciri khasnya, Jokowi berjanji untuk menetapkan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional, jika dirinya kelak terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Lahirnya Hari Santri tidak terlepas dari peran Kyai Thoriq bin Ziyad, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam. Gus Thoriq, sapaan karibnya, menceritakan proses lahirnya Hari Santri Nasional, yang dideklarasikan dideklarasikan pada 18 Desember 2009 di Pondok Pesantren Babussalam yang berada di Desa Banjarejo, bertepatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram.

“Saat deklarasi pertama hadir sejumlah nama tokoh, di antaranya Yenny Wahid, Saifullah Yusuf, dan Kiai Kholil Asad Syamsul Arifin dari Situbondo,” terang Kyai Thoriq, dilansir dari pesantrenluhur.or.id.

Baca Juga :

Wabup Malang Ikut Lepas 713 Peserta KSM Tematik UNISMA

Wabup Malang Ikut Lepas 713 Peserta KSM Tematik UNISMA

30 Januari 2023
Perjalanan Hidup Abah Mudlor, Pelopor Perguruan Tinggi Islam di Malang

Perjalanan Hidup Abah Mudlor, Pelopor Perguruan Tinggi Islam di Malang

15 September 2021
Pengembangan Kawasan Ki Ageng Gribig Menjadi Kampung Tematik Islami

Pengembangan Kawasan Ki Ageng Gribig Menjadi Kampung Tematik Islami

14 Januari 2021
Pendidik Unisma Harus Tanggap Dengan Mahasiswa

Pendidik Unisma Harus Tanggap Dengan Mahasiswa

12 Desember 2018
Dyah Arum Sari : Hari Santri merupakan representasi spirit jihad dan memproduksi energi preventif

Dyah Arum Sari : Hari Santri merupakan representasi spirit jihad dan memproduksi energi preventif

22 Oktober 2018
Load More

Dirinya mengungkapkan, sebenarnya deklarator pertama dari Hari Santri Nasional adalah Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Namun sebelum gagasan itu terwujud, Gus Dur tutup usia.

Dua tahun kemudian, tepatnya 2011, saat 1 Muharram, peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Babussalam dihadiri oleh Anas Urbaningrum. Selanjutnya pada 2012, Hari Santri dilangsungkan di Universitas Negeri Jember.

“Pada 2014 Jokowi hadir di Ponpes Babussalam. Kala itu masih sebagai calon Presiden Republik Indonesia. Dirinya berjanji, jika terpilih menjadi Presiden, dirinya siap dan menetapkan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional. Pernyataan Jokowi tersebut dilontarkan pada 15 Oktober 2015, dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015,” imbuh Gus Thoriq.

Ia pun berharap, keberadaan santri di Indonesia lebih diperhatikan, dihargai, dan diapresiasi, sebagaimana keinginan awal Gus Thoriq bersama rekan-rekan saat menggagas Hari Santri.

“Kita harus bersyukur, Hari Santri sudah diputuskan sebagai Hari Santri Nasional. Dan dari Malang inilah pernyataan tersebut dibuat, tepatnya saat Jokowi berkampanye pada Pemilihan Presiden 2014,” terang Gus Thoriq.

Peringatan Hari Santri Nasional juga diperingati di sejumlah kampus. Salah satunya Universitas Islam Malang (Unisma), yang mewajibkan mahasiswa mengenakan sarung dan mahasiswi memakai rok panjang pada hari tersebut.

“Sarung merupakan identitas pejuang tanah air dan merupakan simbol perlawanan bangsa Indonesia pada saat melawan masuknya budaya barat,” jelas Gus Thoriq.

Dirinya menuturkan, ketika zaman penjajahan kompeni memakai celana, sedangkan para ulama melakukan perlawanan sambil mengenakan sarung sebagai simbolisasi.

“Untuk mengembalikan dan menguatkan identitas santri, pada Hari Santri Nasional ini kami menumbuhkan pemahaman, bahwa santri yang bersarung adalah orang-orang yang nantinya membantu mengembangkan, memajukan, bahkan menyelamatkan negara. Karena karya anak santri itu luar biasa, sehingga dapat menepis stigma bahwa santri identik dengan kalangan bawah, kuper, atau stigma buruk lainnya,” tegas Gus Thoriq.

Senada dengan hal tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Luhur, Muhammad Danial Farafis mengapresiasi terwujudnya Hari Santri Nasional, yang merupakan salah satu ide Kiai Thoriq bin Ziyad.

“Adanya Hari Santri merupakan bukti bahwa negara memprioritaskan pendidikan keagamaan. Sebagai sesama anak bangsa, santri memiliki ruang lebih dalam memotivasi, mengkaji, dan berkarya,” ujar Gus Daniel, sapaan akrabnya. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: Gus DanielHari Santri NasionalKiai ThoriqPonpes BabussalamUNISMA
ADVERTISEMENT

Related Posts

Nonton Bareng Film Panggil Aku Ayah, Ajak Masyarakat Pahami Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

30 Agustus 2025

...

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025

...

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

28 Agustus 2025

...

Wali Kota Malang Resmikan TANIA, Chatbot Cerdas Berbasis AI Milik Perumda Tugu Tirta

Wali Kota Malang Resmikan TANIA, Chatbot Cerdas Berbasis AI Milik Perumda Tugu Tirta

27 Agustus 2025

...

Kota Malang Bebas Kasus Cacingan, Dinkes Intensifkan Program Pencegahan

Kota Malang Bebas Kasus Cacingan, Dinkes Intensifkan Program Pencegahan

26 Agustus 2025

...

Wali Kota Malang Pastikan Program Rp50 Juta per RT Berjalan Meski Ada Efisiensi

Wali Kota Malang Pastikan Program Rp50 Juta per RT Berjalan Meski Ada Efisiensi

26 Agustus 2025

...

Kolostrum Kambing Bawa Kota Malang Masuk Finalis Enam Besar Kompetisi Inovasi Jatim

Kolostrum Kambing Bawa Kota Malang Masuk Finalis Enam Besar Kompetisi Inovasi Jatim

26 Agustus 2025

...

Load More
Next Post
Peringati Hari Santri Nasional, Polresta Malang Kota Salurkan 2,75 Ton Beras Sumbangan J99 Foundation

Peringati Hari Santri Nasional, Polresta Malang Kota Salurkan 2,75 Ton Beras Sumbangan J99 Foundation

Sanusi Resmikan TPS 3R Waturejo Bersatu, Ngantang

Sanusi Resmikan TPS 3R Waturejo Bersatu, Ngantang

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin