
KOTA MALANG – malangpagi.com
Sebuah komentar salah satu peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menanggapi penetapan hari lebaran 2023 atau 1 Syawal 1444 H menuai kontroversi dan kemudian viral di media sosial, karena dianggap mengandung ancaman terhadap warga Muhammadiyah. Komentar tersebut dilontarkan dalam unggahan peneliti BRIN lainnya, yaitu Thomas Jamaluddin.
Dugaan ancaman peneliti BRIN tersebut direspons oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.
“Saya mengecam keras tindakan oknum BRIN itu. Seharusnya sebagai peneliti yang menampakkan keintelektualannya, bukan justru seperti preman,” kata Muhadjir, ditemui saat acara Halalbihalal Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (29/4/2023).
Pria yang pernah menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang selama tiga periode (2000–2016) tersebut juga menyampaikan, oknum tersebut saat ini menjalani proses hukum di Mabes Polri. “Kemarin sudah ada yang melaporkan ke Mabes Polri, dan sudah berjalan proses hukumnya,” jelasnya.
Terkait sikap PP Muhammadiyah terhadap kejadian ini, Muhadjir menjelaskan bahwa organisasi yang telah berusia 111 tahun tersebut telah memaafkan pelaku. Namun begitu, proses hukumnya harus tetap berlaku. (SK/MAS)