
KOTA MALANG – malangpagi.com
Proses seleksi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang dalam Musyawarah Cabang (Muscab) dipastikan berlangsung transparan dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ketua panitia Muscab, Abdurrohman, menegaskan seluruh tahapan seleksi telah dipaparkan secara terbuka kepada peserta forum. Bahkan, aturan hingga hasil seleksi ditampilkan langsung melalui layar monitor agar dapat diketahui bersama.
“Ini transparan sekali. Aturannya dipaparkan, hasil dari DPW juga dijelaskan. Tidak ada yang ditutup-tutupi, semua dipersilakan bersuara,” tegasnya, Sabtu (28/3/2026).
Dari hasil seleksi, ditetapkan tujuh nama yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Selanjutnya, nama-nama tersebut akan dikirim ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan diteruskan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
“Iya, nanti ke DPW lalu ke DPP. Masih ada dua kali UKK, jadi prosesnya memang sangat ketat,” ujar Abdurrohman.
Dalam forum Muscab juga muncul dinamika berupa usulan tambahan dari peserta. Tercatat ada tiga nama lain yang diusulkan di luar tujuh kandidat hasil seleksi awal. Namun demikian, panitia menegaskan usulan tersebut tidak mengubah hasil utama.
“Memang ada usulan tiga nama di luar tujuh itu. Tapi itu hanya usulan, sementara hasil seleksi tetap tujuh orang,” jelasnya.
Terkait jadwal UKK, hingga kini belum ditentukan secara pasti. Namun, pelaksanaannya diperkirakan setelah musim haji, mengingat pelantikan direncanakan digelar serentak secara nasional.
Dalam menentukan calon ketua, Abdurrohman menekankan pentingnya figur yang memiliki kapabilitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki loyalitas tinggi terhadap partai.
“Seperti yang ditekankan Ketum (Muhaimin Iskandar), semua harus mengutamakan partai. Bukan keluarga atau yang lain, tapi partai adalah segala-galanya. Loyalitas total itu yang diharapkan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti komposisi tujuh kandidat yang didominasi kader muda, dengan hanya satu sosok senior. Menurutnya, perpaduan tersebut menjadi kekuatan dalam membangun organisasi yang solid.
“Yang muda ada enam, satu senior. Komposisi ini bagus karena ada kolaborasi antara senior dan junior. Kalau hanya senior saja bisa ketinggalan zaman, kalau muda semua juga kurang pengalaman,” katanya.
Meski demikian, ia enggan berspekulasi mengenai kandidat terkuat. Menurutnya, seluruh proses penentuan sepenuhnya menjadi kewenangan DPW dan DPP melalui tahapan UKK.
“Saya tidak bisa memprediksi siapa yang terkuat. Itu hak DPP dan DPW, apalagi masih ada UKK yang sangat ketat,” tegasnya.
Ia pun berharap seluruh kandidat dapat mengikuti seluruh tahapan hingga selesai demi menjaga prinsip keadilan dalam proses seleksi.
“Harapan saya semua bisa ikut UKK. Kalau ada yang mundur, berarti tidak maksimal,” pungkasnya. (YD)












