Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Pembatasan Medsos Anak Sulit Diawasi, DPRD Kota Malang Dorong Perkuat Edukasi

Akses digital yang semakin luas membuat anak-anak tetap bisa menggunakan media sosial, meski ada pembatasan usia.

by RedMP.
11 April 2026
in Kota Malang
Bagikan Berita

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar. (Foto: YD/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 8 serta aturan terkait perlindungan anak, menuai catatan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar, menilai bahwa pendekatan edukasi jauh lebih penting dibanding sekadar regulasi formal.

Menurutnya, persoalan teknologi informasi (IT) tidak bisa sepenuhnya dikendalikan melalui aturan tertulis. Akses digital yang semakin luas membuat anak-anak tetap bisa menggunakan media sosial, meski ada pembatasan usia.

“Ini kan bicara teknologi, yang ruangnya tanpa batas. Banyak kasus anak-anak tetap bisa mengakses, misalnya lewat akun milik kakaknya atau orang lain. Hal seperti ini sulit diawasi secara langsung, baik oleh pemerintah, sekolah, maupun orang tua,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan, peran pemerintah dalam hal regulasi sebenarnya sudah cukup sebagai payung hukum. Namun, implementasi di lapangan membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama keluarga.

Baca Juga :

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

9 April 2026
Usai Rugi Jutaan per Hari Sejak 2023, Lafayette Malang Minta Penanganan Kasus Penggelapan Berjalan Objektif

Usai Rugi Jutaan per Hari Sejak 2023, Lafayette Malang Minta Penanganan Kasus Penggelapan Berjalan Objektif

9 April 2026
Modus Bill Gantung Sejak 2023 Terungkap, Lafayette Malang Rugi Jutaan per Hari

Modus Bill Gantung Sejak 2023 Terungkap, Lafayette Malang Rugi Jutaan per Hari

9 April 2026
Kasus Viral ‘Suamiku Adalah Perempuan’, Pihak Terlapor Beri Klarifikasi

Kasus Viral ‘Suamiku Adalah Perempuan’, Pihak Terlapor Beri Klarifikasi

9 April 2026
Tekan Konsumsi BBM, Pemkot Malang Perkuat WFH dan Wajibkan ASN Bersepeda

Desain Baju Khas Kota Malang Tuai Sorotan, Dinilai Ciptakan “Kasta” Jabatan

8 April 2026
Load More

“Yang paling penting itu bukan hanya pemerintah, tapi orang tua. Edukasi kepada masyarakat itu kunci. Sekolah juga jangan hanya membahas anggaran saat pertemuan dengan wali murid, tapi harus menyisipkan edukasi terkait ancaman IT,” jelasnya.

Ginanjar mengatakan, kesadaran orang tua dan lingkungan terdekat anak lebih penting dibanding sekadar pengawasan. Menurutnya, kesadaran tersebut hanya dapat dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan

“Kalau hanya pengawasan tanpa kesadaran, sulit. Kadang orang tua juga memilih jalan praktis, membiarkan anak dengan gadget daripada mengajak diskusi. Ini yang harus diubah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa SE Wali Kota Malang seharusnya diposisikan sebagai acuan hukum semata, bukan solusi utama. Upaya nyata harus difokuskan pada peningkatan literasi digital di tingkat keluarga.

“Regulasi sudah cukup. Tinggal bagaimana edukasi itu dimasifkan oleh semua stakeholder, terutama lembaga pendidikan. Saat pembagian rapor atau pertemuan komite, itu momen penting untuk memberikan pemahaman kepada orang tua,” katanya.

Ginanjar juga mencontohkan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Dengan edukasi yang baik, anak akan memiliki kesadaran untuk melaporkan hal-hal yang tidak sesuai saat menggunakan perangkat digital.

“Ketika anak sudah sadar, dia akan bilang ke orang tuanya saat melihat konten yang tidak pantas. Itu yang kita harapkan. Jadi bukan semata melarang, tapi membangun pemahaman dari lingkup keluarga,” pungkasnya. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

Gelar Halalbihalal di Malang, Ahmad Irawan Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah

9 April 2026

...

Usai Rugi Jutaan per Hari Sejak 2023, Lafayette Malang Minta Penanganan Kasus Penggelapan Berjalan Objektif

Usai Rugi Jutaan per Hari Sejak 2023, Lafayette Malang Minta Penanganan Kasus Penggelapan Berjalan Objektif

9 April 2026

...

Modus Bill Gantung Sejak 2023 Terungkap, Lafayette Malang Rugi Jutaan per Hari

Modus Bill Gantung Sejak 2023 Terungkap, Lafayette Malang Rugi Jutaan per Hari

9 April 2026

...

Kasus Viral ‘Suamiku Adalah Perempuan’, Pihak Terlapor Beri Klarifikasi

Kasus Viral ‘Suamiku Adalah Perempuan’, Pihak Terlapor Beri Klarifikasi

9 April 2026

...

Tekan Konsumsi BBM, Pemkot Malang Perkuat WFH dan Wajibkan ASN Bersepeda

Desain Baju Khas Kota Malang Tuai Sorotan, Dinilai Ciptakan “Kasta” Jabatan

8 April 2026

...

Ranperda Parkir Kota Malang Dikebut, DPRD Tekankan Jaminan Kehilangan Kendaraan

Ranperda Parkir Kota Malang Dikebut, DPRD Tekankan Jaminan Kehilangan Kendaraan

8 April 2026

...

Optimalisasi e-Tax Berbuah Manis, Bapenda Kota Malang Catat Pajak Restoran Surplus 78 Persen

Optimalisasi e-Tax Berbuah Manis, Bapenda Kota Malang Catat Pajak Restoran Surplus 78 Persen

8 April 2026

...

Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin