
KOTA MALANG, Malangpagi.com-Nuansa suka dialami sebagian banyak orang disaat lebaran.Tapi justru hal ini berbanding terbalik dengan keluarga besar Pemuda Demokrat Indonesia Kota Malang,lebaran kali ini duka mendalam menyelimutinya.
Organisasi yang menyandang nama besar ini kehilangan seorang tokoh (Gatot Sudarwoko) yang turut membesarkan organisasinya. Gatot Sudarwoko (55) atau yang akrab di sapa Markeso berpulang ke Rahmatullah, Almarhum meninggal dunia pada pukul 09.10 WIB di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan, Jalan Nusakambangan Kota Malang, Minggu 24 Mei 2020.
Salah satu sahabat karib almarhum, Djoko Rendy menuturkan, almarhum dikenal sosok suami/bapak yang baik semasa hidupnya. Tak hanya itu, pribadinya juga supel atau blater dilingkungan masyarakat sekitar. Disiplin,tegas dan penuh tanggung jawab jadi pedoman hidupnya. Semasa hidupnya ia sendiri berkecimpung di sebuah organisasi dan kegiatan – kegiatan yang sifatnya sosial,”tuturnya.
Lanjut Rendy, kegiatan sosial yang terakhir dilakukan almarhum semasa hidup bersama teman-teman Pemuda Demokrat Indonesia Kota Malang melakukan kegiatan bansos saat pandemi Covid-19, diantaranya melakukan penyemprotan disinfektan, bagi masker, bagi sembako dan lain-lain.

Semasa hidup, lelaki kelahiran Malang 11 Juni 1965 ini melakukan bansos tak kenal lelah, letih, tidak menyerah meskipun di usia senja. Semua tergerak dengan dasar peduli kemanusiaan, kala itu Ia tergabung dengan Pemuda Demokrat Indonesia Kota Malang bersama posko relawan MBLC (Malang Bersatu Lawan Corona) yang beralamatkan di Jalan Pandan no. 5 Kota Malang.
Lanjutnya, melihat pribadi almarhum dengan beberapa gerakan yang dia lakukan,hari ini dan selamanya kami semua merasa kehilangan seorang Gatot Sudarwoko atau Markeso. Saya pribadi sudah hampir 20 tahun lebih kenal sosok almarhum, saya memang sama-sama aktif di salah satu organisasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, almarhum sendiri sudah dua kali rawat inap di rumah sakit. Kali pertama almarhum dirawat selama 10 hari, kondisi pun nampak membaik dan pulang ke rumah. Beberapa hari kemudian kondisinya kembali drop, akhirnya kembali rawat inap selama 6 hari, kemudian dikabarkan meninggal dunia tadi pagi, Minggu 24/5/2020 pukul 09.10 WIB. Untuk diagnosa dokter sejak awal kami dengarnya penyumbatan pembulu syaraf hingga stroke,”ungkapnya.
Saat menghembuskan nafas terakhir, kami dan keluarga terdekatnya ada disamping almarhum. Jenazah pun dibawah ke rumah duka Jalan Muhammad Rasyid RT.12 /RW.03 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Rencana almarhum akan dimakamkan besok pukul 09.00 WIB, Senin 25 Mei 2020.
Semoga amal ibadah dan kebaikan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan,” tutup Djoko Rendy yang juga bagian dari keluarga besar Pemuda Demokrat Indonesia.
Reporter: Doni
Editor: Tim Redaksi