
KAB. MALANG – malangpagi.com
Usai ajang Kirab Budaya peringatan HUT ke-107 Dampit pada Minggu (13/11/2022) lalu, beberapa ruas jalan tampak dipenuhi sampah. Ketua PAC Pemuda Pancasila Dampit, Nanang Qosim menilai dinas terkait lamban dalam menangani tumpukan sampah tersebut.
“Kami menyayangkan lambannya penanganan tumpukan sampah pasca Kirab Budaya beberapa waktu lalu. Petugas kebersihan dari dinas terkait sangat lamban, sehingga tumpukan sampah masih terlihat di beberapa ruas jalan,” ucap Nanang, Selasa (15/11/2022).
Menurutnya, tumpukan sampah yang dibiarkan akan berdampak negatif bagi warga sekitar. Mulai dari pencemaran lingkungannya, hingga berpengaruh pada kelestarian lingkungan wilayah Dampit.
“Sebagai organisasi masyarakat pengawal Pancasila, sinergi yang terjalin bukan sekadar menciptakan situasi kondusif. Namun juga bersama-sama membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sehingga masyarakat akan lebih nyaman tinggal di wilayah penghasil kopi ini,” sambungnya.

Tidak hanya berkomentar tentang sampah, PP Dampit juga turun langsung membersihkan sampah yang berserakan. Kerja bakti pun dilakukan mulai Jalan Raya Semeru Selatan hingga sisi utara Terminal Dampit.
“Sesungguhnya persoalan sampah di wilayah Dampit ini sudah lama. Banyak warga mengeluh kepada kami, dan sebenarnya sudah disampaikan pula ke dinas terkait. Kami menyarankan, di wilayah Dampit harus ada TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sendiri, mengingat daya tampung sampah di Pasar Dampit sudah over capacity.. Namun sampai sekarang belum ada tindaklanjut dari dinas terkait,” pungkas Nanang. (DK99/MAS)















