
TRENGGALEK – malangpagi.com
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), yang diperingati setiap 8 Desember, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui sebuah gerakan menanam pohon di area bekas pertambangan tanah liat untuk industri genteng di Desa Sukorejo, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (10/12/2022).
Dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk nandur (menanam) dalam setiap kesempatan. “Buminya sekarang mulai menangis. Ada climate change dan global warming. Saya selalu mengajak nandur, nandur, dan nandur. Setiap kita nandur, sesungguhnya kita sedang sedekah oksigen,” tutur Khofifah.
Lebih lanjut Gubernur menegaskan, aktivitas menanam sejatinya tidak hanya dilakukan pada 8 Desember saja. “Jadi kalau mau bilang Hari Menanam, setiap hari ada kesempatan, menanamlah. Hari ini kita menanam pohon apukat aligator yang banyak manfaat. Selain alamnya terjaga, ketersediaan oksigen juga terpenuhi,” bebernya.
Khofifah pun berpesan untuk merawat setiap tumbuhan yang ditanam hingga tumbuh dan berkembang. “Jangan pernah persepsi Trenggalek seperti dulu, yang kering dan kurang air. Saya rasa dengan komitmen kita bersama yang kering kita bangun. Area Trenggalek ini dapat menjadi sumber air, dan bisa menjadi obyek wisata yang dapat dinikmati. Tidak hanya pantainya, tapi juga tempat lainnya,” urainya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan momentum yang baik, karena Jawa Timur punya cita-cita memiliki ekologi dan ekonomi berjalan seiringan.

Begitu pula Trenggalek yang memiliki visi misi ekonomi hijau. Untuk mewujudkannya, maka Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar Adipura Desa guna menjaga kelestarian lingkungan masing-masing. “Kami memberikan insentif anggaran bagi desa yang mau menjaga lingkungan nya,” ungkap Gus Ipin, sapaan populer Bupati Trenggalek.
Pihaknya juga menyebut saat ini Pemkab Trenggalek sedang menerapkan nilai ekonomi karbon, dan merupiahkan setiap aksi-aksi lingkungan hidupnya. “Vegetasi 60 persen masih rawan akan adanya bencana banjir, kekeringan, dan longsor. Jika kita jaga lingkungan tetap hijau dan lestari serta mitigasi bencananya baik, semoga pertumbuhan ekonominya tidak lagi diganggu oleh biaya-biaya kebencanaan. Karena itu menghambat pertumbuhan ekonomi dan juga menghambat kualitas masyarakat,” tutur Gus Ipin.
Selain melakukan kegiatan penanaman di Desa Sukorejo, juga dilakukan penanaman pohon di Desa Gayam dan penanaman magrove di Taman Kili-Kili. Acara ini juga menyediakan stan-stan UMKM dari Organisasi Perangkat Daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur. (Har/MAS)














