KOTA MALANG – malangpagi.com
Masih dalam situasi pandemi, Bantuan Langsung Tunai (BLT) anggota DPRD Kota Malang kembali cair kepada masyarakat. Adapun sumber dana BLT tersebut diambilkan dari refocusing anggaran dewan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2021.
Pendistribusian BLT melaui tiap Kecamatan di Kota Malang dimulai Sabtu, (27/11/2021) di Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang. Sedangkan pada Minggu, (28/11/2021), kegiatan serupa dihelat di Kecamatan Blimbing, Sukun, dan Klojen.
Syarat pengambilan BLT yaitu dengan menunjukkan KTP asli dan fotokopi, serta menyerahkan bukti tanda penerima BLT dan fotokopi KK kepada petugas.
Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Wiwiek Sukesie, yang memonitor pelaksanaan pendistribusian BLT di Kecamatan Blimbing menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi sangat penting. Karena jika terdapat kendala dalam pengambilan dapat langsung tertangani. Setiap orang akan menerima bantuan tunai sebesar tiga ratus ribu rupiah.
“Semoga apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat terdampak Covid-19. Selama pandemi, anggota DPRD Kota Malang meniadakan reses. Pertimbangannya adalah protokol kesehatan. Jadi anggaran dialihkan membantu masyarakat lewat BLT,” jelas Wiwiek.
Dirinya menjelaskan, untuk jumlah konstituennya di wilayah Kecamatan Blimbing sebanyak 472 orang. Tentu dengan syarat belum menerima bantuan apapun. Menurutnya, pendataan juga sudah terverifikasi dari Dinas Sosial.
Politikus PDI Perjuangan itu juga memberikan apresiasi kepada pihak Kecamatan Blimbing dan TNI-Polri yang telah berupaya maksimal menata sistem pengambilan BLT.
“Ke depan, mungkin kami akan membantu Kecamatan dengan tenaga medis. Meskipun tidak terjadi apa-apa, tetapi hal tersebut perlu disiapkan. Kami juga akan membantu tenda, agar masyarakat yang antre saat pengambilan BLT dapat berteduh saat hujan atau panas,” tuturnya.
Pihaknya juga menyarankan untuk bisa melakukan mapping. Peserta dari konstituen terbanyak dikumpulkan satu teller. Atau dua kelurahan dalam satu teller. Hal tersebut guna mengukur kemampuan pelayanan setiap petugas dan terlebih dahulu harus dikoordinasikan dengan Bank Jatim.
“Tetap Camat harus menjadi komando untuk memonitor warga yang hadir. Selain itu, penting juga terjalin koordinasi yang baikantara pihak Kecamatan, TNI-Polri, DPRD Kota Malang, dan Pemkot Malang. Pada intinya, pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Wiwiek.

Di kesempatan yang sama, Camat Blimbing, Aryadi Wardoyo menerangkan bahwa jumlah penerima BLT di Kecamatan Blimbing sebanyak 4.573 orang. Untuk melayani masyarakat penerima BLT, pihaknya disiapkan tujuh teller.
Di samping itu, pihak Kecamatan Blimbing juga mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan dan menyediakan masker gratis. Jam pengambilan setiap kelurahan pun diatur, agar tidak berbarengan dan terjadinya tumpukan antrean.
“Sebelum kegiatan diselenggarakan, kami telah berkoordinasi dengan pihak Koramil dan Polsek untuk skenario pengamanannya. Acara ini sendiri sudah diatur sedemikian rupa, terkait pengamanan, waktu, maupun tempat,” beber Aryadi.
“Terkait terjadinya over capacity, hal tersebut sudah diprediksi. Tidak terlalu banyak dan tak berlangsung lama. Sejumlah warga mengaku datang lebih pagi dengan alasan faktor cuaca, takut turun hujan,” ungkapnya.
Sedangkan saar ditanya mengenai evaluasi sistem pendistribusiaan BLT, Aryadi menegaskan bahwa Kecamatan Blimbing akan mengikuti juklak dari struktur di atasnya. Dirinya mengaku karena pihaknya hanya bersifat ketempatan. (DK99/MAS)