Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Saking Jeleknya, Logo Baru Kota Madiun Banjir Kritikan

Menurut Budayawan Aji Prasetyo, secara estetika logo tersebut jauh dari yang diharapkan, sehingga wajar jika netizen ramai-ramai mengkritik.

by Red
1 Mei 2021
in Jawa Timur
Bagikan Berita

Logo baru Kota Madiun yang menuai kritikan warganet. (Foto: istimewa)

MADIUN – malangpagi.com

Pasca Pemerintah Kota Madiun meluncurkan city branding mereka, berupa logo “Madiun Kota Pendekar”, kritikan keras mengalir dari berbagai pihak, terutama para warganer di berbagai media sosial.

City branding dalam rangka memperingati hari jadi Kota Madiun ke-103 itu diluncurkan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Madiun di Edupark Ngrowo Bening pada Jumat malam (30/4/2021).

Logo yang kontroversial tersebut menampilkan sosok seorang pendekar mengenakan seragam pencak silat sedang memperagakan ‘kembangan’ sambil duduk bersila.

Seperti unggahan akun Kang Liem di Grup Facebook Forum Wong Medhioen pada Sabtu (1/5/2021), Ia menulis “Beginilah logo terbaru yang telah diluncurkan sebagai icon Madiun Kota Pendekar oleh bapak Walikota Madiun,,, Mari kita dukung menuju Kota Madiun Go Internasional.”

Baca Juga :

Aji Prasetyo, komikus dan budayawan. (Foto: Dok. Pribadi)

Mengupas Metafora dalam Sejarah Jawa Ala Komikus Aji Prasetyo

18 Mei 2022
Aji Prasetyo Komikus Naratif Asal Malang yang Peka Terhadap Isu Sosial

Aji Prasetyo Komikus Naratif Asal Malang yang Peka Terhadap Isu Sosial

1 Juli 2021
Saking Jeleknya, Logo Baru Kota Madiun Banjir Kritikan

Tak Terima Logo Baru Dikritik, Begini Jawaban Walikota Madiun

1 Mei 2021
Load More

Unggahan tersebut sontak menuai kritikan dan komentar bernada pedas. Salah satunya dilontarkan oleh Annas, “Koyok gaweane cah cilik digambar nganggo tangan karo spidol… (Seperti bikinan anak kecil digambar tangan menggunakan spidol).”

Ada pula Leo yang berkomentar, “Gek sopo tim penilai’ne kui??? Gambar koyok ngunu arep didadekne Icon… (Siapa sih tim penilainya? Gambar seperti itu kok mau dijadikan ikon).”

Sementara itu Nunik mengomentari desain baju yang dipakai di logo tersebut, yang menurutnya mirip model yang dimiliki salah satu perguruan silat, “Cenderung ke silat tertentu bajunya… kenapa gak universal?” Tak hanya itu, ada pula netizen yang membandingkan dengan logo milik Kabupaten Madiun yang memiliki tema serupa.

Kritikan keras juga dilontarkan Aji Prasetyo, budayawan asli Madiun yang kini menetap di Kota Malang. Menurutnya, secara estetika logo tersebut jauh dari yang diharapkan, sehingga wajar jika netizen ramai-ramai melontarkan kritik.

“Sederhananya begini. Logo ini jelek. Usaha kecil sekalipun gak akan mau didesainkan logo dengan kualitas seperti ini. Bahkan, dikasih gratis saja gak akan mau. Apalagi bayar,” tukas Aji yang dilansir situs berita RRI, Sabtu (1/5/2021)

Aji yang juga dikelas sebagai komikus kritik sosial itu pun mempertanyakan bagaimana logo tersebut sampai lolos diluncurkan. “Pemkot bikin logo ini kan pasti bayar. Ada yang gak beres di sini. Apakah selera seni Pemkot yang sangat buruk, atau ada persoalan tata kelola anggaran yang ‘lucu’, karena membeli sesuatu yang bahkan orang lain dikasih gratis gak akan mau,” tuturnya.

Lebih lanjut dirinya mengusulkan agar masyarakat mendesak Pemkot Madiun untuk segera membatalkan logo tersebut dan merevisinya, atau tetap menggunakan logo lama.

“Kawan-kawan, saatnya warga kota buka suara. Mari kita tolak rame-rame, sebelum kita (sekali lagi) jadi bahan bully-an skala nasional,” seru Aji.

Di sisi lain, pria yang pernah menempuh Pendidikan Seni Rupa di Universias Negeri Malang itu menilai, Kota Madiun memiliki banyak potensi desainer grafis mumpuni. Mereka pasti sanggup membuat logo yang lebih bagus, jika digelar sayembara secara terbuka.

“Masa orang se-Madiun gak punya selera dan wawasan seni. Kita melihat banyak sekali desainer putra daerah yang bagus-bagus dan karyanya sudah sampai luar negeri. Ini Pemkot buat-buat sendiri, tau-tau sudah dilaunching,” tandasnya Aji.

Sebelumnya Walikota Madiun, Maidi mengklaim, pemilihan logo Kota Pendekar ini sudah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang, dan telah mendapat persetujuan dari 14 perguruan silat yang ada di Madiun. Maidi menilai logo ini pantas untuk mewakili seluruh perguruan dan ribuan warganya.

“Logo ini tidak hanya mewakili masyarakat Kota Madiun, tapi juga harus menarik perhatian warga luar kota. Ini penting, karena tujuan city branding Kota Madiun sebagai Kota Pendekar dapat dicapai secara maksimal dan optimal,” tegas Maidi.

Selain logo, Pemerintah Kota Madiun juga meluncurkan baju khas Kota Pendekar. Seragam yang menjadi identitas Kota Madiun tersebut berupa setelan pakaian berwarna hitam polos bertali putih ala baju pencak silat, dengan logo Kota Pendekar di dada sebelah kanan.

“Selain ada banyak pendekar, kami berharap akan diimbangi dengan branding yang menarik dan mudah diingat. Dengan begitu, akan terbuka peluang kerja baru, perekonomian meningkat, dan sebagainya,” pungkasnya.

 

Reporter : MA Setiawan

Editor : Redaksi

 


Bagikan Berita
Tags: Aji PrasetyoCity BrandingLogo Madiun JelekMadiun 103 tahunMadiun Kota Pendekar
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bukan Sekadar Bermain, Begini Cara Orang Tua Membaca Potensi Anak Sejak Dini

Bukan Sekadar Bermain, Begini Cara Orang Tua Membaca Potensi Anak Sejak Dini

30 September 2026

...

Kumpulkan Seluruh Cabor, KONI Kota Malang Serius Bidik 222 Emas di Porprov Jatim 2027

Kumpulkan Seluruh Cabor, KONI Kota Malang Serius Bidik 222 Emas di Porprov Jatim 2027

24 September 2026

...

Arema FC Dipaksa Persik Kediri Berbagi Poin di Stadion Kanjuruhan

Arema FC Dipaksa Persik Kediri Berbagi Poin di Stadion Kanjuruhan

18 September 2026

...

Jelang Derbi Jatim di Kanjuruhan, Arema FC Waspadai Serangan Balik Persik Kediri

Jelang Derbi Jatim di Kanjuruhan, Arema FC Waspadai Serangan Balik Persik Kediri

17 September 2026

...

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

6 Agustus 2026

...

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Luncurkan Program GENTING pada Puncak Harganas ke-33 di Kabupaten Malang

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Luncurkan Program GENTING pada Puncak Harganas ke-33 di Kabupaten Malang

29 Juli 2026

...

Sidang Kasus Asusila Ayah Tiri, Tim Hukum Desak Hukuman Berat bagi Terdakwa

Sidang Kasus Asusila Ayah Tiri, Tim Hukum Desak Hukuman Berat bagi Terdakwa

24 Juli 2026

...

Load More
Next Post
Saking Jeleknya, Logo Baru Kota Madiun Banjir Kritikan

Tak Terima Logo Baru Dikritik, Begini Jawaban Walikota Madiun

Safari Ramadan DPP KNPI di Blitar, Gus Danial Pimpin Doa dan Tahlil di Makam Bung Karno

Kota Batu Zona Hijau. Angka Kesembuhan Hingga 90 Persen

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin