Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Tantangan Program 3 Juta Rumah, APERSI Jatim Soroti Mahal dan Langkanya Lahan di Malang Raya

Sebagai solusi jangka panjang, APERSI Jawa Timur mengusulkan pengembangan rumah susun subsidi di kawasan perkotaan.

by RedMP.
27 Januari 2026
in Jawa Timur, Kota Malang, Malang Raya
Bagikan Berita

Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Brigjen Pol Dr Aziz Andriansyah (kanan) bersama Ketua DPD APERSI Jawa Timur, H. Makhrus Sholeh (kiri). (Foto: YD/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Program 3 juta rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto terus mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk kalangan pengembang. Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD APERSI) Jawa Timur (Jatim) menyoroti sejumlah tantangan krusial yang dinilai masih menghambat percepatan pembangunan hunian, khususnya di wilayah perkotaan.

Ketua DPD APERSI Jawa Timur, H. Makhrus Sholeh, mengungkapkan bahwa persoalan utama yang dihadapi pengembang saat ini adalah keterbatasan lahan. Kondisi tersebut semakin terasa di kawasan strategis perkotaan, seiring melonjaknya harga tanah dari tahun ke tahun.

Situasi ini, menurut Makhrus, membuat pengembang terpaksa mengalihkan pembangunan ke wilayah pinggiran kota. Pasalnya, harga rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah ditetapkan pemerintah dan tidak bisa disesuaikan dengan kenaikan harga tanah.

“Di Jawa Timur, harga rumah FLPP sudah ditentukan sebesar Rp166 juta. Sementara harga tanah di lokasi strategis sudah sangat tinggi,” ujar Makhrus, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga :

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

13 Februari 2026
9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

12 Februari 2026
126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

12 Februari 2026
Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

12 Februari 2026
BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

12 Februari 2026
Load More

Selain persoalan lahan, Makhrus menilai proses perizinan masih menjadi tantangan besar. Ia menyebut, mekanisme perizinan di setiap daerah belum berjalan seragam.

“Masalah perizinan ini sering tumpang tindih. Mudah-mudahan dengan adanya sinkronisasi bersama kementerian bisa ada percepatan,” ungkapnya.

Sementara itu, kendala pembiayaan dan pemasaran rumah subsidi dinilai mulai menemukan titik terang. Saat ini, pengembang lebih banyak bergulat dengan persoalan ketersediaan lahan dan perizinan yang dinilai paling menentukan keberlangsungan proyek.

“Berbagai persoalan tersebut akan dirangkum oleh APERSI Jawa Timur untuk disampaikan kepada Kementerian PKP sebagai bahan usulan kebijakan pusat. Program 3 juta rumah ini sangat mulia, sehingga perlu dukungan semua pihak agar berjalan optimal,” katanya.

Makhrus juga menyinggung implementasi program 3 juta rumah di Jawa Timur, khususnya di kawasan Malang Raya. Kabupaten Malang disebut masih menjadi wilayah potensial, sementara Kota Malang dan Kota Batu menghadapi keterbatasan lahan yang semakin parah.

“Di Kota Malang hanya beberapa pengembang yang masih bisa menyiasati dengan rumah tipe kecil atau rumah tumbuh,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, APERSI Jawa Timur mengusulkan pengembangan rumah susun subsidi di kawasan perkotaan. Hunian vertikal dinilai lebih realistis untuk menjawab keterbatasan lahan, sekaligus mendekatkan masyarakat dengan pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Di kota-kota besar, seharusnya memang dibangun ke atas. Di sinilah peran pemerintah harus hadir,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP, Brigjen Pol Dr Aziz Andriansyah, menyebut forum diskusi yang digelar menjadi wadah kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di sektor perumahan.

“Program 3 juta rumah adalah program prioritas Presiden. Secara umum berjalan, namun memang masih ada beberapa kendala yang perlu dibicarakan dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Aziz memaparkan, salah satu tantangan di Jawa Timur adalah tumpang tindih kepentingan pemanfaatan lahan antara kebutuhan perumahan dan ketahanan pangan. Selain itu, proses perizinan juga masih membutuhkan percepatan di berbagai daerah.

“Kita perlu menentukan di titik mana lahan untuk pangan dan di titik mana untuk perumahan. Ini harus didiskusikan bersama,” jelasnya.

Khusus untuk Malang Raya, Aziz menilai mahalnya harga tanah membuka peluang perubahan skema bantuan perumahan. Jika sebelumnya lebih banyak berupa rumah tapak, ke depan bantuan dapat diarahkan pada pembangunan rumah susun subsidi.

“Bentuknya bisa berbeda, tergantung kondisi lahan dan kesiapan stakeholder,” pungkasnya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengembang menjadi kunci agar program 3 juta rumah tetap berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan hunian masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan yang lahannya kian terbatas. (YD)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

JMSI Malang Raya Peringati HUT ke-6 dan HPN 2026 dengan Khataman dan Tumpengan

13 Februari 2026

...

9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

9.920 Peserta PBI JK Nonaktif, Pemkot Malang Segera Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

12 Februari 2026

...

126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

126 Ribu Peserta PBI JK di Malang Raya Dinonaktifkan, BPJS Paparkan Cara Reaktivasi

12 Februari 2026

...

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Libatkan Jurnalis untuk Wujudkan Kota Layak Anak

12 Februari 2026

...

BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

BEM Malang Raya Desak Penutupan The Soul, DPRD Kota Malang Siapkan Rekomendasi ke Satpol PP

12 Februari 2026

...

Korban Tolak Damai. Perkara Dugaan Kekerasan Seksual Oleh Oknum Ketua Kickboxing Jatim Masuk Babak Baru

Korban Tolak Damai. Perkara Dugaan Kekerasan Seksual Oleh Oknum Ketua Kickboxing Jatim Masuk Babak Baru

11 Februari 2026

...

Pembangunan Jembatan Permanen Sonokembang Dimulai, Bailey Bakal Ditutup Selama Empat Hari

Imbas Proyek Pembangunan Jembatan Permanen, Bailey Sonokembang Ditutup Sementara

11 Februari 2026

...

Load More
Next Post
Cakupan JKN Tembus 105 Persen, Kota Malang Sabet Penghargaan UHC Nasional 2026

Cakupan JKN Tembus 105 Persen, Kota Malang Sabet Penghargaan UHC Nasional 2026

DLH Kota Malang Bakal Lelang Ribuan Pohon Hasil Perempesan

DLH Kota Malang Bakal Lelang Ribuan Pohon Hasil Perempesan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin