
IPOH, MALAYSIA – malangpagi.com
Berangkat tanpa memasang target tinggi, tim ITF Malang Taekwon-Do Indonesia justru pulang membawa prestasi membanggakan dari Perak International Taekwon-Do Championship (PITC) 2026 yang berlangsung di Institut Latihan Kementerian Kesihatan Malaysia Sultan Azlan Shah (ILKKM SAS), Ipoh, Perak, Malaysia, pada 23–26 Juli 2026.
Kejuaraan internasional tersebut diikuti 2.186 atlet dari 14 negara, yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, Uzbekistan, Jepang, Vietnam, Sri Lanka, Hong Kong, Taipei, Inggris, Australia, Selandia Baru, Moldova, dan Ethiopia.
Mewakili Indonesia, kontingen asal Kota Malang menurunkan 13 atlet dan 2 pelatih, yakni Meta Andri Setiawan dan Triana Prasetya Putri. Meski menjadi salah satu tim dengan jumlah atlet yang relatif sedikit, mereka sukses mengumpulkan 5 medali emas, 1 medali perak, 6 medali perunggu, serta 7 peringkat lima.
Hasil tersebut mengantarkan tim Indonesia menjadi Juara Umum III kategori Tim Luar Negeri Terbaik, berada di bawah Uzbekistan yang meraih 25 medali emas dan Inggris dengan 12 medali emas.
Lima Medali Emas untuk Indonesia
Lima medali emas disumbangkan oleh:
- Karina Arisandi Pamungkas – Prime League Sparring
- Karina Arisandi Pamungkas – Sparring Individual
- Guinevere Valencia Setiawan – Sparring Individual
- Muhammad Fathan Firdaus – Sparring Individual
- Yusuf Abrar Arazzi – Sparring Individual
Sedangkan medali perak diraih:
- Raden Fathan Setyo Penta – Sparring Individual
Dan enam medali perunggu dipersembahkan:
- Raden Fathan Setyo Penta – Pattern Individual
- Kanaka Al Aliim – Pattern Individual
- Kanaka Al Aliim – Sparring Individual
- Muhammad Fathan Firdaus – Pattern Individual
- Azza Nadzira – Sparring Individual
- Aufarel Alfarabi Angriawan – Pattern Individual
Sementara tujuh atlet lainnya yang mendapatkan medali peringkat lima, yakni:
- Guinevere Valencia Setiawan – Pattern Individual
- Anastasya Dianendra – Sparring Individual
- Abhiwara Dianendra – Sparring Individual
- Salma Karami – Sparring Individual
- Luqman Hakim – Sparring Individual
- Azza Nadzira – Pattern Individual
- Aufarel Alfarabi Angriawan – Sparring Individual
Berangkat Tanpa Beban, Pulang Bawa Prestasi
Pelatih Tim Indonesia, Meta Andri Setiawan, mengaku hasil tersebut melampaui ekspektasi. “Kami sangat senang atas hasil ini. Sejatinya kami berangkat tanpa target tinggi, karena lebih dari setengah anggota tim baru pertama kali mengikuti pertandingan di luar negeri,” ujarnya kepada Malang Pagi (Rabu, 29/7/2026).
Menurut Meta, tantangan terbesar datang dari kontingen Uzbekistan yang hadir dengan jumlah atlet besar, termasuk beberapa juara dunia. Negara ini dikenal memiliki atlet yang sangat kuat di nomor sparring. “Uzbekistan memang terkenal memiliki atlet-atlet sparring kelas dunia. Tapi yang sangat membanggakan, salah satu atlet kami, Yusuf Abrar Arazzi, berhasil mengalahkan atlet Uzbekistan di partai final.”

Karina Kembali Juara Prime League
Sorotan utama datang dari Karina Arisandi Pamungkas yang kembali menjadi juara Prime League Sparring, kategori khusus yang hanya diikuti para juara dari berbagai kelas. Pemenang kategori ini memperoleh hadiah uang tunai sebesar RM1250.
Prestasi tersebut menjadi gelar back-to-back bagi Karina. Pada PITC tahun lalu Ia menjadi juara di kelas Over 55 Kg, sedangkan tahun ini berhasil merebut gelar di kelas Under 55 Kg.
Karina sendiri bukan nama baru di dunia olahraga prestasi. Ia merupakan peraih medali emas PORPROV Jawa Timur 2023 dan 2025 cabang olahraga Kickboxing, serta pernah memperkuat Jawa Timur pada PON 2024.
Penampilan impresif Karina bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Federasi Taekwon-Do Malaysia, Grand Master Najmi Abdullah, yang menilai kualitas mahasiswi semester akhir Prodi Akuntasi Universitas Negeri Malang tersebut layak tampil di ajang World Championship mewakili Indonesia.
“Tentu kami berharap ada dukungan dari sponsor maupun pemerintah. Untuk bisa mengikuti Kejuaraan Dunia dibutuhkan biaya yang sangat besar. Karena membawa nama Indonesia, kami berharap ada lebih banyak pihak yang ikut mendukung,” kata Meta.
Atlet Binaan KONI Kota Malang
Meta juga menjelaskan bahwa seluruh atlet yang tampil di PITC 2026 merupakan atlet Kickboxing binaan KONI Kota Malang. Karina Arisandi Pamungkas dan Luqman Hakim merupakan peraih medali pada PORPROV Jawa Timur 2025. Sementara Raden Fathan Setyo Penta saat ini tercatat sebagai atlet yang mengikuti Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) menuju PORPROV Jawa Timur 2027.
Lebih dari Sekadar Medali
Bagi tim ITF Malang, pengalaman bertanding di Malaysia tidak hanya soal podium. “Keikutsertaan atlet-atlet Kota Malang di PITC 2026 merupakan pengalaman yang luar biasa. Selain mendapatkan medali yang sangat cantik, kami juga memperoleh banyak teman baru dan berbagi keceriaan selama kejuaraan berlangsung,” tutur Meta.
Mengenal Taekwon-Do ITF
Saat ditanya mengenai perbedaan Taekwon-Do ITF (International Taekwon-Do Federation) dengan aliran Taekwondo lainnya, Meta menjelaskan bahwa ITF tetap mempertahankan teknik asli sejak Taekwon-Do diperkenalkan pada tahun 1955.
“Kami masih mempertahankan gaya asli seperti sejak Taekwon-Do diciptakan pada 1955. Gaya bertandingnya lebih dinamis, karena penggunaan pukulan dan tendangan benar-benar seimbang. Yang pasti sangat keren,” jelasnya sambil tersenyum.
Ingin Bergabung dengan ITF Malang Taekwon-Do?
Bagi masyarakat yang ingin mengenal atau berlatih Taekwon-Do ITF, ITF Malang Taekwon-Do membuka latihan rutin setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 16.00 WIB di Balai Serbaguna RW 11, Jalan Danau Limboto Barat A4, Sawojajar, Kota Malang. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @ITFMalang. (Red)













