
KOTA MALANG – malangpagi.com
Bertepatan dengan Hari Pahlawan, gerakan turun ke jalan kembali dilakukan Aremania sebagai bentuk solidaritas 40 hari pasca Tragedi Kanjuruhan. Aksi long march dimulai dari Stadion Gajayana menuju Balai Kota Malang, Kamis (10/11/2022).
Perwakilan Tim Gabungan Aremania, Andik Koreng mengaku bahwa gerakan ini fokus untuk menuntut keadilan bagi para korban insiden yang menewaskan 135 orang itu, sekaligus mengawal tagar usuttuntas yang digencarkan oleh Aremania.
“Aksi ini murni dari Aremania setelah 40 hari korban meninggal dunia. Kami Aremania turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas kepada para korban,” ucapnya.
Andik menyebut, seluruh aspirasi ditujukan kepada sejumlah pihak terkait untuk ikut menyuarakan tagar usuttuntas. “Kami meminta semua pihak untuk ikut membantu gerakan usuttuntas Aremania,” serunya.

Dirinya pun berharap, tuntutan Aremania dapat diterima oleh Kejaksaan dan berjalan sesuai prosedur. “P18 [hasil penyelidikan belum lengkap] sudah jalan. Kami berharap P19 [pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi], seperti apanya, pasti pihak kuasa hukum yang lebih tau,” ucap Andik.
Di tempat yang sama, Simon Zakaria, volunteer Tim Gabungan Aremania mengatakan bahwa keadilan bagi para korban harus ditegakkan, baik korban meninggal dunia maupun luka.
“Kami berharap aksi ini membuahkan hasil yang sangat bagus. Yang terpenting adalah tangkap semua pelaku yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan. Kami terus sedih mengingat para saudara kami yang menjadi korban dalam tragedi tersebut,” ujar Simon. (YD/MAS)














