Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Rintis Festival Topeng, Disbudpar Jatim Ingin Bangkitkan Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif

Topeng sebagai wisata budaya semestinya dapat rutin dipentaskan sebagai sajian hiburan bagi wisatawan.

by Red
28 Maret 2021
in Kota Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

(Foto: istimewa)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Berbeda dari biasanya, Festival Topeng yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Propinsi Jawa Timur di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang pada 25-27 Maret 2021, dikemas secara sederhana.

Festival kali ini diselenggarakan dalam bentuk seminar dan pementasan seni tari dengan membatasi jumlah peserta dan pengunjung. Hal ini dilakukan mengingat acara digelar masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Saat membuka acara tersebut, Kepala DInas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto, S.Kar MM menginginkan kesenian topeng mampu menginspirasi terciptanya ekonomi kreatif dan kegiatan wisata berbasis budaya.

“Budaya topeng, khususnya di Malang raya, harus bisa menjadi maskot dan ikon wisata dari semua sajian wisata,” ucapnya.

Baca Juga :

Disbudpar Jatim Minta Dukungan Maksimal untuk Penguatan Kesenian Topeng

Disbudpar Jatim Minta Dukungan Maksimal untuk Penguatan Kesenian Topeng

22 Maret 2022
Wilujengan Kamulyan, Momentum Kakang Mbakyu Promosikan Kampung 1.000 Topeng

Wilujengan Kamulyan, Momentum Kakang Mbakyu Promosikan Kampung 1.000 Topeng

20 November 2021
Studi Banding Sanggar Tari Denendar ke Padepokan Asmorobangun Pakisaji

Studi Banding Sanggar Tari Denendar ke Padepokan Asmorobangun Pakisaji

29 Juni 2021
Load More

Acara dilanjutkan dengan seminar yang dimoderatori Dr. Wida Rahayunintyas, M.Pd dari Program Studi Pendidikan Seni Tari Dan Musik (PTSM) Universitas Negeri Malang (UM), dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Sumaryono, MA, Dr. Robby Hidayat, M.Sn dan Isa Wahyudi, M.Psi.

Seminar di hari pertama tersebut dihadiri 50 peserta, yang terdiri dari para pelaku kesenian topeng dari berbagai daerah yang menjadi basis topeng. Seperti Malang Raya, Sampang, Sumenep, Jombang, Kediri, Situbondo, dan Bondowoso. Selain itu, hadir pula duta budaya dan duta pariwisata serta perwakilan mahasiwa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya.

Sumaryono yang merupakan dosen Jurusan Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menekankan pentingnya pendekatan media digital dalam kesenian topeng. Menurutnya, cara ini penting dilakukan dalam rangka meningkatkan promosi serta sebagai materi ajar bagi para pecinta topeng, khususnya kepada anak-anak muda.

“Pegiat topeng jangan sampai gaptek dan perlu mengelaborasi topengnya dengan media digital,” tutur Sumaryono, seraya menampilkan contoh penampilan topeng secara virtual menggunakan media sosial.

Sementara itu dosen Prodi PTSM UM, Robby Hidayat menjabarkan tata kelola seni pertunjukan, melalui fenomena perilaku sosial seniman yang memfungsikan wayang topeng sebagai komoditas jasa.

“Ada kecenderungan para pengusaha jasa hiburan wayang topeng di Malang mengelola kesenian ini dengan sistem waris atau bisinis keluarga. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan pengelolaan di daerah wisata lainnya, seperti di Bali atau Yogyakarta. Ada yang dikelola oleh yayasan, event organizer, atau pengelola khusus. Ini belum terjadi di Malang,” papar Robby.

Di kesempatan yang sama, Isa Wahyudi, yang lebih akrab disapa Ki Demang menggarisbawahi, bahwa melalui topeng sesungguhnya dapat dikembangkan ekonomi kreatif berbasis wisata budaya.

“Wisata budaya Tari Topeng Malangan misalnya, termasuk dalam revitalisasi dan konservasi sejarah dan budaya, yang dapat menjadi salah satu obyek andalan dalam mengembangkan pariwisata Malang,” tutur budayawan Kampung Budaya Polowijen itu.

“Topeng sebagai wisata budaya dapat pula ditampilkan dalam beragam event komunitas, kampung wisata, kegiatan pemerintahan, maupun acara perusahaan. Selain itu, kesenian topeng juga bisa menjadi pertunjukan di kafe, restoran, dan hotel. Topeng sebagai wisata budaya semestinya dapat rutin dipentaskan sebagai sajian hiburan bagi wisatawan,” imbuhnya.

Festival Topeng yang digelar di Kota Malang ini sebenarnya merupakan sebuah rintisan, untuk merancang event-event festival topeng berikutnya yang lebih besar.

Di hari kedua, acara dimeriahkan pergelaran dari Sanggar Dapur Probo Wengker Kabupaten Probolinggo, Sanggar Sinar Sumengkar Kabupaten Sumenep, PPST SMP Negeri 4 Kota Malang, Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun Kabupaten Malang dan Sanggar Malang Dance.

 

Reporter : Tanto

Editor : MA Setiawan


Bagikan Berita
Tags: Festival TopengKesenian TopengSeni TopengTopeng Malangan
ADVERTISEMENT

Related Posts

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

Lapak Pinggir Jalan Pasar Gadang Mulai Dibongkar, Proyek Pelebaran Jalan Segera Berjalan

28 April 2026

...

Terinspirasi dari Komunitas di Veteran, Dishub Kota Malang Mulai Bersih-Bersih Halte

Terinspirasi dari Komunitas di Veteran, Dishub Kota Malang Mulai Bersih-Bersih Halte

27 April 2026

...

MS Glow Malang Half Marathon 2026 Sukses Besar, Dorong Sport Tourism dan Dongkrak Ekonomi

MS Glow Malang Half Marathon 2026 Sukses Besar, Dorong Sport Tourism dan Dongkrak Ekonomi

26 April 2026

...

Musancab VI PDIP Jatim di Kota Malang Tekankan Regenerasi dan Keterlibatan Milenial

Musancab VI PDIP Jatim di Kota Malang Tekankan Regenerasi dan Keterlibatan Milenial

26 April 2026

...

Komunitas di Malang Perbaiki Halte Veteran 2, Kritik Minimnya Perhatian Pemkot

Komunitas di Malang Perbaiki Halte Veteran 2, Kritik Minimnya Perhatian Pemkot

25 April 2026

...

Ajang NESCO 2 Sukses Digelar di Malang, Jadi Panggung Kreativitas Pemuda dari 24 Provinsi

Ajang NESCO 2 Sukses Digelar di Malang, Jadi Panggung Kreativitas Pemuda dari 24 Provinsi

24 April 2026

...

Dinilai Kurang Ideal, DLH Kota Malang Rencanakan Pemindahan TPS Sulfat

Dinilai Kurang Ideal, DLH Kota Malang Rencanakan Pemindahan TPS Sulfat

24 April 2026

...

Load More
Next Post
Mahasiswa PMM Kelompok 29 UMM Produksi Wastafel Injak Untuk Warga Dusun Supiturang

Mahasiswa PMM Kelompok 29 UMM Produksi Wastafel Injak Untuk Warga Dusun Supiturang

Sambut HUT Kota Malang yang ke-107, Pelayanan Publik Naik Level

Sambut HUT Kota Malang yang ke-107, Pelayanan Publik Naik Level

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin