Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Mengintip Ragam Permainan Tradisional di Museum Ganesya

Ganesya konsen untuk mempresentasikan bagaimana pendidikan dan permainan tidak jauh dari anak-anak.

by Red
7 Desember 2021
in Kota Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

Seorang anak mencoba memainkan wayang kertas, yang saat ini sudah jarang dikenal anak-anak. (Foto: Hariani/MP)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Berbeda dari dari area-area lain yang disuguhkan Museum Ganesya (Gelar Indonesia Budaya), terdapat satu ruangan yang sangat kental dengan suasana dunia anak di era 70–80an.

Peragam permainan anak tempo dulu, seperti umbul, pres-presan, boneka kayu, boneka Si Unyil, masak-masakan, dompis, tembak kayu, dan beragam lainnya.

Tak hanya itu, desain ruangan kelas sekolah zaman dulu juga ditampilkan Museum Budaya terbesar di Malang Raya tersebut.

Salah satu sudut ruangan di Museum Ganesya yang memamerkan permainan tradisional. (Foto: Hariani/MP)

Penataan koleksi tersaji apik dan artistik, dilengkapi sorot cahaya yang pas. Membuat mata serasa tak ingin berhenti menjelajah. Ruangan yang terasa adem dengan pemandu yang ramah membuat pengunjung betah untuk berlama-lama meneguk ilmu di zona ini.

Baca Juga :

Menyimak Koleksi Manik-Manik Museum Ganesya Malang. Bukti Kemajuan Peradaban Manusia

Menyimak Koleksi Manik-Manik Museum Ganesya Malang. Bukti Kemajuan Peradaban Manusia

21 Mei 2022
Inovasi Museum Ganesya Kenalkan Koleksi Sejarah Lewat Instagram Live

Inovasi Museum Ganesya Kenalkan Koleksi Sejarah Lewat Instagram Live

14 September 2021
Kampung Dolanan Panawijen, Bagi Anda yang Kangen Permainan Tradisional

Kampung Dolanan Panawijen, Bagi Anda yang Kangen Permainan Tradisional

31 Oktober 2020
Load More

“Sebenarnya ini ruang temporary, hanya menyajikan tema-tema khusus di Museum Ganesya. Untuk kali ini, tema yang diusung adalah pendidikan dan permainan tradisional,” ungkap guide Museum Ganesya, Ampri Bayu Saputro, saat mendampingi Malang Pagi, Sabtu (4/12/2021).

“Karena bersifat sementara, maka konsep ini dapat berganti. Sebelumnya, kami pernah menyelenggarakan pameran dua sisi, berkaitan dengan mistik atau alat-alat spiritual yang umumnya digunakan oleh masyarakat Jawa, Namun selain itu kami juga menampilkan koleksi Si Gale-Gale milik masyrakat Toraja,” ungkap Ampri

Deretan koleksi boneka Si Unyil yang sarat edukasi (Foto: Hariani/MP)

Pria yang memiliki kecintaan terhadap budaya dan sejarah itu menerangkan, jika pendidikan dan permainan tidak dapat dipisahkan. Pasalnya, di balik permainan tradisional terdapat pesan-pesan moral pendidikan yang terkandung. Seperti disiplin, tanggung jawab, saling menghargai, tenggang rasa, berjiwa besar, dan sebagainya.

“Ganesya konsen untuk mempresentasikan bagaimana pendidikan dan permainan tidak jauh dari anak-anak. Nilai yang tersirat inilah yang ingin disampaikan, serta mengajak untuk merefleksi kembali permainan tradisional yang sarat akan pendidikan budi pekerti. Jadi, tidak hanya sebagai kenangan atau nostalgia semata,” urainya.

Seperti diketahui, tak sedikit anak-anak zaman sekarang yang mulai asing dengan permainan tradisional, karena tergerus permainan modern yang lambat namun pasti memunculkan egoisme dan memudarkan rasa kebersamaan.

Ruang kelas era 70an yang ditampilkan di Museum Ganesya. (Foto: Hariani/MP)

“Teknologi sudah menjadi tren dan menggeser permainan tradisional. Hal ini patut disayangkan. Berbeda dengan di masa dulu, misalkan orang tua saat itu mengenalkan dunia perempuan melalui dolanan pasaran. Jadi, sejak dini mereka sudah mengajarkan bahwa kodrat perempuan harus mengenali pasar, bisa masak, dan mengatur perekonomian,” beber Amri.

Dalam permainan tradisional, menurut Amri, ada makna yang tersirat. Contohnya umbul, permainan bertema dengan gambar tertentu yang dilengkapi narasi, sehingga dapat menjadi sarana belajar sambil bermain.

“Ada pula permainan ketangkasan untuk laki-laki, seperti pres-presan. Atau permainan khusus untuk perempuan, seperti boneka. Jadi mereka dapat memahami dunianya melalui permainan tradisional ini,” tutupnya. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: Museum GanesyaPermainan AnakPermainan Tradisional
ADVERTISEMENT

Related Posts

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

Hadiah HUT RI ke-81, Pemprov Jatim Bebaskan Tunggakan Pajak Kendaraan Pengemudi Ojol

6 Agustus 2026

...

Forum Cangkrukan Pancasila Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Berpihak ke UMKM

Forum Cangkrukan Pancasila Dorong Kebijakan Ekonomi Lebih Berpihak ke UMKM

5 Agustus 2026

...

Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Timur, Warga Wonokoyo Bersama MPD Ajukan Empat Usulan ke Wali Kota Malang

Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Timur, Warga Wonokoyo Bersama MPD Ajukan Empat Usulan ke Wali Kota Malang

4 Agustus 2026

...

Pemkot Malang Optimalkan DBHCHT untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pemkot Malang Optimalkan DBHCHT untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

2 Agustus 2026

...

Jembatan Wisata Juang Wonokoyo Diperlebar, TNI dan Warga Gotong Royong Buka Akses UMKM hingga Hasil Pertanian

Jembatan Wisata Juang Wonokoyo Diperlebar, TNI dan Warga Gotong Royong Buka Akses UMKM hingga Hasil Pertanian

2 Agustus 2026

...

Wali Kota Malang Tunjuk Dandung Djulharjanto sebagai Plh Sekda Kota Malang

Wali Kota Malang Tunjuk Dandung Djulharjanto sebagai Plh Sekda Kota Malang

1 Agustus 2026

...

Wali Kota Malang Rombak Jajaran Utama Pejabat, 10 Posisi Strategis Berganti

Wali Kota Malang Rombak Jajaran Utama Pejabat, 10 Posisi Strategis Berganti

31 Juli 2026

...

Load More
Next Post
Komunitas Hapemania Kota Batu Salurkan Bantuan Kepada Korban Erupsi Semeru

Komunitas Hapemania Kota Batu Salurkan Bantuan Kepada Korban Erupsi Semeru

Berbekal Pengabdian di Masyarakat, Rektor IBU Minta Wisudawan untuk Kreatif

Berbekal Pengabdian di Masyarakat, Rektor IBU Minta Wisudawan untuk Kreatif

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin