
KOTA MALANG – malangpagi.com
Tak seperti tiga tahun lalu, Bersih Desa Tlogomas kali ini diselenggarakan lebih khidmat dan hanya diikuti beberapa orang saja. Hal ini dikarenakan adanya pandemi yang melanda. Meskipun begitu, acara sakral yang digelar setiap tahun dapat terlaksana.
“Bersih Desa Tlogomas merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dimaksudkan untuk memberi penghormatan kepada leluhur yang membabat alas seperti Tlogomas. Bersih itu maknanya membersihkan kotoran yang ada di hati kita. Seperti rasa iri, dengki dan penuh kebencian yang akan mewujudkan rasa kebersamaan”.
Pernyataan ini disampaikan oleh Camat Lowokwaru, Joao Maria Gomes De Carvalho kepada Malang Pagi saat menghadiri tasyakuran Bersih Desa Tlogomas yang digelar di Aula Kelurahan Tlogomas. Selasa malam (22/2/2022).
Melalui Bersih Desa ini diharapkan anak cucu yang telah diwarisi sebuah tempat bernama Tlogomas ini dapat merawat dan menjaga dengan selalu bersatu dalam kerukunan demi mencapai kebersamaan.
“Saya yakin apapun hambatan, rintangan. Ketika kita bersama-sama dan tetap menjunjung tinggi kebersamaan maka rintangan dan hambatan dapat terlewati” tukas Joao.

Dirinya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan warga Tlogomas ini, dengan kebersamaan apa yang sudah menjadi niatan baik dapat terlaksana.
“Ketika ini menjadi niatan yang baik, dapat tetap terlaksana meskipun dalam suasana yang sederhana. Substansinya memang bukan sekedar hura-hura namun ke makna lebih bersyukur dan hidup rukun” terang mantan Kepala Bidang Kebersihan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang ini.
Hal senada disampaikan Lurah Tlogomas, Andi Aisyah Muhsin. Bersih Desa Tlogomas merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat dan sebagai penghormatan kepada Tuhan YME dan para leluhur.
Dirinya menegaskan, Bersih Desa ini terlaksana dengan memperhatikan protokol kesehatan, namun esensi dari nilai-nilai budaya tetap dijunjung tinggi.
“Bersih desa tahun ini yang diagendakan dengan penampilan karnaval namun karena pandemi kami siasati dengan gelaran yang lebih sederhana. Tetapi, nilai-nilai kebudayaan dapat dirasakan oleh masyarakat. Kami melakukan tapak tilas di punden-punden yang berada di area Tlogomas. Kami mensiasati tidak banyak yang hadir di Kelurahan” terang Bu Lurah yang akrab disapa Ica ini.
“Kami dari pihak Kelurahan melakukan napak tilas setelah para tokoh masyarakat yang berada di RW 5, RW 3 dan RW 8 sudah melakukan napak tilas terlebih dahulu. Hal ini adalah strategi dari kami bagaimana kita tetap menghormati leluhur kita dengan memecah kerumunan” imbuhnya.

Beberapa rangkaian acara yang digelar dalam pelaksanaan Bersih Desa dimulai dari pagi hari yaitu digelar Khotmil Quran dengan 15 orang, santunan yang direncanakan 100 orang namun dihadiri 76 orang.
“Dan untuk acara tasyakuran malam hari ini, kami mengundang sekitar 100 warga masyarakat Kelurahan Tlogomas. Meskipun aula ini sebenarnya dapat menampung sekitar 300 orang. Kami lakukan sesuai rekomendasi dari Satgas Covid-19” tukas Ica.
Pihaknya berharap melalui Bersih Desa Tlogomas, kerukunan yang terjalin di wilayah Tlogomas dapat terus dipupuk karena ia memandang dalam Bersih Desa ini semua kalangan hadir tanpa memandang latar belakang baik kaya maupun miskin sehingga silaturahmi dapat terjalin. (Har/YD)















