
KOTA MALANG – malangpagi.com
Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Thariqul Hafidz Aldi, merasa bersyukur dapat merasakan kuliah di empat program studi berbeda. “Senang rasanya dapat berkuliah lintas empat prodi. Saya asalnya dari Prodi Agribisnis di UIR. Sedangkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saya mengikuti Prodi Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika, dan Teknik Industri,” terangnya.
Thariq merupakan salah satu peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2022 di Universitas Muhammadiyah Malang, yaitu program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program PMM digagas untuk mengajak para mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia.
“Alasan saya mengikuti program PMM ini didasari keinginan untuk keluar dari zona nyaman saat berada di kampus asal. Melalui program ini, saya dapat menambah relasi dan teman dari berbagai daerah. Di samping itu, saya juga ingin mengenal lebih dalam tentang beragam budaya di Indonesia,” tutur Thariq, saat mengikuti acara Pembukaan PMM di Universitas Muhammadiyah Malang, 17 September lalu.
Pemuda asal Medan itu mengakui, ada perasaan tertantang ketika seorang mahasiswa pertanian belajar di luar konsentrasi ilmunya. “Luar biasa ternyata dapat belajar di luar prodi sendiri. Contohnya saya dapat menerapkan ilmu akuntansi untuk mengaudit finansial dalam mengelola pertanian,” bebernya.
Hal tersebut tentunya sesuai dengan visi dan misi Kemendikbud Ristek. Yakni Merdeka Belajar, mendorong mahasiswa agar tidak ‘dipenjara’, sehingga dapat merasakan kemerdekaan dalam belajar. Mahasiswa tidak akan kaget lagi dengan dunia kerja yang memerlukan pluralisme keilmuan.
Thariq pun berpesan kepada mahasiswa lain yang tertarik mengikuti program PMM ini, agar tahun depan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. “Siapkan segala syarat pendaftaran dari jauh-jauh hari, agar tidak ada berkas yang terlupakan. Baca dengan teliti setiap proses seleksi yang akan dilalui. Konsultasikan dengan Kaprodi, dan paling penting minta rida kepada orangtua,” ucapnya.
“Program ini (PMM) sangat baik untuk generasi Indonesia. Di mana zaman sekarang banyak mahasiswa acuh akan keberagaman budaya. Melalui program ini, mahasiswa Indonesia dapat kembali peduli akan keberagaman budaya di nusantara. Semoga program ini terus berlangsung dan minat mahasiswa semakin banyak,” pungkas Thariq. (Red)














