
KAB. PASURUAN – malangpagi.com
Dinamika panjang yang sempat memanas di tubuh Kickboxing Indonesia (KBI) Jawa Timur akhirnya mencapai titik akhir. Setelah melalui berbagai polemik organisasi, perdebatan internal, hingga proses Musyawarah Provinsi (Musprov) yang berjalan alot, Sugeng Wahyu Widodo (43) resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengprov KBI Jawa Timur untuk periode 2026–2030.
Terpilihnya Widodo dalam Musprov KBI Jatim, yang digelar di Hotel Tanjung Plaza, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (26/5/2026) tersebut, menjadi penutup dari rangkaian konflik dan tarik ulur kepemimpinan yang selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian banyak pihak di lingkungan olahraga bela diri Jawa Timur.
Kegiatan Musprov yang berlangsung berlangsung dramatis sejak awal itu pada akhirnya menetapkan Widodo sebagai figur yang dipercaya mayoritas Pengurus Kabupaten dan Kota untuk memimpin KBI Jatim selama empat tahun ke depan.
Perbedaan pandangan antarpendukung calon sempat membuat jalannya musyawarah berjalan penuh dinamika. Namun saat proses voting dilakukan, nama Sugeng Wahyu Widodo akhirnya keluar sebagai pemenang dengan raihan 15 suara. Sementara pesaingnya, Santi Dianita asal Kabupaten Malang, hanya mampu meraup 9 suara. Sedangkan 2 suara lainnya dinyatakan tidak sah atau dianggap abstain.
Kemenangan Widodo bukan tanpa perjalanan panjang. Jauh sebelum Musprov digelar, situasi internal KBI Jatim memang sempat diwarnai berbagai persoalan organisasi yang memicu polemik di kalangan pengurus daerah. Sejumlah Pengkab dan Pengkot bahkan pernah menyuarakan keresahan terkait kondisi organisasi menjelang pelaksanaan musyawarah provinsi.
Dalam beberapa bulan terakhir, nama Widodo memang menjadi salah satu figur sentral dalam dinamika KBI Jatim. Ia dikenal aktif menyuarakan perlunya percepatan pembentukan kepengurusan definitif demi menjaga stabilitas organisasi serta keberlangsungan pembinaan atlet di Jawa Timur.
Situasi semakin memanas ketika muncul polemik pembekuan sejumlah Pengurus Kabupaten dan Kota, yang diduga kuat sarat muatan politik dan melanggar AD ART organisasi. Kebijakan tersebut memunculkan berbagai reaksi karena dianggap berpotensi memengaruhi arah dukungan dalam pemilihan Ketua Umum.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Sugeng Wahyu Widodo dan tim penyokongnya, uang justru semakin aktif melakukan komunikasi dengan berbagai daerah untuk membangun kembali kesolidan organisasi.
Pendekatan yang dilakukan tim Widodo kepada para pengurus daerah disebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat dukungannya terus menguat menjelang pemilihan.
Dalam forum Musprov, perdebatan mengenai masa depan organisasi menjadi isu utama yang banyak dibahas. Para peserta menilai KBI Jawa Timur membutuhkan kepemimpinan baru yang mampu mengakhiri konflik internal sekaligus fokus terhadap peningkatan prestasi atlet.
Hal itu tidak lepas dari kekhawatiran banyak pihak terhadap kondisi pembinaan atlet yang sempat mengalami hambatan akibat belum stabilnya situasi organisasi. Bahkan sebelumnya, muncul sorotan bahwa program pemusatan latihan atlet belum berjalan maksimal di tengah persiapan menghadapi agenda olahraga nasional, salah satunya adalah PON Beladiri 2026.
Setelah resmi terpilih, Widodo langsung menyampaikan komitmennya untuk membangun kembali kekompakan seluruh elemen kickboxing Jawa Timur. “Harapan saya ke depan adalah meningkatkan prestasi, dan membangun komunikasi yang baik antara Pengprov dan Pengkot Pengkab Kickboxing di Jawa Timur,” ujar Sugeng Wahyu Widodo setelah terpilih menjadi Ketua Umum.
Pria asal Nglegok, Kabupaten Blitar itu pun menegaskan bahwa momentum Musprov harus menjadi akhir dari konflik dan awal kebangkitan prestasi kickboxing Jatim.
Menurutnya, seluruh energi organisasi kini harus diarahkan untuk pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta persiapan menghadapi berbagai event nasional maupun internasional. Widodo juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus provinsi dengan pengurus kabupaten dan kota agar program pembinaan dapat berjalan merata.
“Kita harus kembali fokus kepada atlet. Jangan sampai persoalan organisasi justru menghambat prestasi. Semua harus bersatu untuk membawa Kickboxing Jawa Timur menjadi lebih baik,” ucap pria yang berprofesi sebagai promotor event combat sports itu.
Ia juga memastikan akan membuka ruang komunikasi yang lebih luas kepada seluruh pihak, termasuk mereka yang sebelumnya berbeda pandangan dalam proses pemilihan. Menurut Widodo, organisasi olahraga tidak boleh terpecah karena perbedaan politik internal.
“Saat sambutan tadi juga disampaikan bahwa siapapun ketua yang terpilih harus bisa meningkatkan prestasi KBI Jawa Timur. Pada PON sebelumnya kita mendapatkan dua medali emas dan empat perunggu. Semoga pada periode berikutnya prestasi bisa lebih baik lagi dan jumlah medali emas bertambah,” sebut Widodo.
Di sisi lain, sejumlah pengurus daerah menyambut positif hasil Musprov KBI Jatim. Mereka berharap kepemimpinan baru dapat segera bekerja cepat menyelesaikan persoalan internal dan memulihkan program pembinaan yang sempat tertunda.
Beberapa pengurus Pengkab dan Pengkot bahkan menyebut hasil pemilihan ini sebagai momentum penting untuk mengakhiri ketidakpastian yang selama ini membayangi organisasi. Mereka optimistis KBI Jatim mampu kembali menjadi salah satu kekuatan utama kickboxing nasional apabila seluruh elemen organisasi kembali solid.
Selain fokus pada prestasi, kepengurusan baru juga diharapkan mampu melakukan pembenahan sistem organisasi secara menyeluruh. Transparansi program kerja, tata kelola organisasi, hingga regenerasi atlet menjadi beberapa hal yang dianggap perlu mendapatkan perhatian serius pada periode kepemimpinan mendatang.
Widodo sendiri bukan sosok baru di lingkungan KBI Jawa Timur. Pengalamannya sebagai Wakil Ketua di struktur organisasi sebelumnya dinilai menjadi modal penting untuk memahami persoalan internal maupun kebutuhan pembinaan atlet di daerah.
Dengan terpilihnya Sugeng Wahyu Widodo sebagai Ketua Umum Pengprov KBI Jawa Timur periode 2026–2030, publik olahraga kini menaruh harapan besar terhadap kebangkitan prestasi Kickboxing Jawa Timur. Tantangan yang dihadapi memang tidak ringan, terutama untuk mengembalikan soliditas organisasi pasca konflik internal yang cukup panjang.
Namun di tengah berbagai dinamika tersebut, hasil Musprov akhirnya memberikan kepastian arah kepemimpinan baru bagi KBI Jawa Timur. Kini seluruh perhatian tertuju pada langkah konkret kepengurusan baru dalam membuktikan janji membawa Kickboxing Jawa Timur kembali berprestasi dan menjadi kekuatan utama di tingkat nasional. (Red)












