
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dua dari belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang untuk sementara waktu harus menghentikan operasionalnya. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang bersama Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) pun memberikan klarifikasi resmi terkait alasan penghentian layanan tersebut.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa dua SPPG yang dimaksud adalah SPPG Yayasan LP Ma’arif NU di Jalan IR Rais No. 66, Kecamatan Sukun, serta SPPG Lanal yang dikelola Yayasan Salman Peduli Berkarya di Jalan Yos Sudarso No. 12.
“Benar, ada dua SPPG yang sedang berhenti beroperasi. Namun penghentian ini tidak ada kaitannya dengan pendanaan,” jelas Slamet, Senin (17/11/2025).
Ia mengatakan, penghentian sementara tersebut dipicu oleh proses pergantian yayasan pengelola serta kebutuhan pembenahan infrastruktur.
“Ini bersifat sementara hingga seluruh administrasi dan kesiapan sarana prasarana selesai dilakukan. Kami belum tahu pasti kapan mulai beroperasi kembali. Perkiraan mungkin sekitar satu bulan, tetapi masih menunggu proses internal selesai,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator SPPI Kota Malang, Muhammad Atho’illah, juga membenarkan adanya penghentian sementara tersebut. Ia menegaskan bahwa proses pergantian yayasan masih terus berlangsung dan menjadi penyebab utama jeda layanan.
“Iya, benar. Ada pergantian yayasan pengelola SPPG, sekarang masih proses administrasi,” ujar Athok melalui sambungan telepon.
Atho’illah menyebut, karena dua SPPG itu libur sementara, maka layanan MBG di sekolah-sekolah yang mereka layani otomatis ikut terhenti. Namun ia memastikan, program akan kembali berjalan begitu SPPG siap beroperasi kembali.
“Sejauh ini masih libur, karena SPPG lain di sekitar lokasi juga belum siap melayani,” tegasnya.
SPPG Yayasan LP Ma’arif NU sebelumnya melayani 13 sekolah dengan total 3.100 siswa penerima MBG, serta 252 balita non sekolah, dan puluhan ibu hamil serta menyusui. Sementara, SPPG Lanal melayani sekitar 3.000 siswa, namun kini masih memerlukan pembenahan infrastruktur agar memenuhi standar SLHS.
“Jika semua pembenahan selesai, layanan MBG tentu akan segera kembali berjalan normal,” tutup Athok.
Diketahui, Pemkot Malang menargetkan sebanyak 84 SPPG dapat beroperasi sebagai penyokong utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, baru 17 SPPG yang berjalan aktif, melayani ribuan siswa, ibu hamil dan menyusui, serta lansia.
Selain itu, terdapat 12 SPPG tambahan yang sedang dalam tahap persiapan untuk segera beroperasi. Hingga kini, 14 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). (Dik/YD)














