
KOTA MALANG – malangpagi.com
Iklim investasi di Kota Malang terus menunjukkan tren positif. Sejumlah hotel, apartemen, hingga pabrik baru dipastikan akan segera dibangun, menandai meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kota Malang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan mengungkapkan bahwa perizinan beberapa hotel baru telah rampung sepanjang tahun 2025.
“Di Kecamatan Sukun ada Novotel, di Jalan Cokroaminoto ada Java Dwipa Hotel. Kemudian di kawasan Dinoyo terdapat Apartemen Dinoyo Oasis serta Luminor Hotel & Apartemen,” ujar Arif, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan hotel dan apartemen di kawasan Dinoyo bahkan sudah memasuki tahap awal. Peletakan batu pertama telah dilakukan beberapa hari lalu, sehingga proses konstruksi ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2026.
“Setelah pembangunan fisik selesai, akan diterbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Selanjutnya disusul izin operasional hotel, restoran, dan unit usaha lainnya. Umumnya pembangunan proyek-proyek tersebut memakan waktu sekitar dua tahun dan mulai dikerjakan Januari nanti,” jelasnya.
Tak hanya sektor perhotelan, Kota Malang juga mulai dilirik investor dari industri rokok. Rencananya, sebuah pabrik rokok baru akan dibangun di wilayah Kedungkandang, Kota Malang.
Menurut Arif, kehadiran sederet hotel, apartemen, dan pabrik baru tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Setiap proyek diproyeksikan dapat menampung sekitar 100 hingga 500 tenaga kerja.
“Tentu kehadiran investor-investor baru ini diharapkan bisa menyerap banyak tenaga kerja lokal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Arif juga memaparkan realisasi pergerakan investasi di Kota Malang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data yang ada, nilai investasi telah mencapai sekitar Rp 2,5 triliun dari target Rp 3 triliun.
“Capaian ini menunjukkan bahwa iklim investasi di Kota Malang terus tumbuh dan semakin diminati oleh para investor,” pungkasnya. (Dik/YD)














