
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan seluruh jamaah calon haji tahun 2026 telah menjalani vaksinasi meningitis dan polio sebagai salah satu syarat wajib keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyebut jumlah jamaah mencapai lebih dari seribu orang dan seluruhnya telah menerima vaksin lengkap.
“Jumlahnya sekitar seribuan lebih dan sudah divaksin semua, baik polio maupun meningitis,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, vaksinasi tersebut dilakukan paling lambat dua pekan sebelum jadwal keberangkatan.
“Pelaksanaan vaksinasi minimal dua minggu sebelum keberangkatan, itu sudah kami pastikan terpenuhi,” tambahnya.
Selain itu, seluruh calon jamaah haji juga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas. Dari hasil skrining tersebut, jamaah yang terdeteksi memiliki penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus, akan dirujuk untuk konsultasi lanjutan di RSUD Kota Malang.
“Kalau di puskesmas ditemukan ada penyakit penyerta, langsung kami rujuk ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Husnul.
Hasil pemeriksaan dari rumah sakit kemudian dikirim kembali ke Dinkes dan puskesmas sebagai dasar penentuan kelayakan kesehatan jamaah.
Husnul menambahkan, jamaah yang akan berangkat terbagi dalam dua kategori, yakni istitoah dan istitoah dengan pendampingan.
“Sekitar 60 persen masuk kategori istitoah dengan pendampingan, sedangkan 40 persen lainnya istitoah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Subhan, mengatakan kebutuhan pendampingan bagi jamaah dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan, usia, hingga kemampuan fisik.
“Istitoah dengan pendampingan ini bisa karena faktor kesehatan, kondisi fisik, maupun usia jamaah,” kata Subhan.
Ia mencontohkan, jamaah dengan penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tetap dapat berangkat dengan pendampingan obat. Selain itu, bagi jamaah lansia atau penyandang disabilitas, pendampingan juga bisa berupa alat bantu maupun pendamping orang, seperti anggota keluarga.
“Kalau alat bantu itu biasanya untuk penyandang disabilitas. Sedangkan pendamping orang, misalnya anaknya, itu untuk jamaah lansia dan ada kebijakan tersendiri,” jelasnya.
Tahun ini, jumlah jamaah calon haji asal Kota Malang tercatat sebanyak 1.201 orang.
Subhan menambahkan, pemberangkatan jamaah dijadwalkan mulai pekan depan menuju Asrama Haji di Surabaya.
“Ada yang masuk Asrama Haji pada 22 April, lalu 23 dan 24 April 2026,” ujarnya. (YD)













