
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan bantuan sosial kepada mahasiswa asal Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana banjir di daerah asal mereka. Bantuan tersebut disalurkan melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang terdiri dari berbagai unsur suku, adat, dan budaya di Indonesia.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa FPK menjadi wadah strategis untuk menjembatani kepedulian pemerintah terhadap mahasiswa perantauan yang keluarganya terdampak bencana.
“Memang kami punya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan adat yang ada di Indonesia,” ujar Wahyu, Jumat (20/12/2025).
Sebelumnya, Wahyu mengaku menerima laporan terkait kondisi mahasiswa asal Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang kesulitan menghubungi keluarga mereka akibat banjir. Bahkan, sebagian mahasiswa juga mengalami kendala ekonomi karena terhambatnya kiriman biaya rutin dari orang tua.
“Mahasiswa yang terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh saat ini kesulitan menghubungi keluarganya. Biasanya mereka mendapat biaya rutin dari orang tua, namun sekarang juga tersendat,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemkot Malang menyalurkan bantuan sosial khusus bagi mahasiswa asal Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang tengah menempuh pendidikan di Kota Malang.
Wahyu menyampaikan bahwa pihaknya masih terus menerima dan menyalurkan bantuan untuk wilayah Sumatera dan Aceh. Tercatat, sekitar 30 truk bantuan telah dikirim melalui Bandara Abdul Rachman Saleh dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
“Bantuan terus mengalir. Nah, bantuan itulah yang kami arahkan kepada mahasiswa-mahasiswa yang keluarganya terdampak. Ini salah satunya perwakilan, total ada 122 mahasiswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu berpesan agar mahasiswa yang terdampak banjir aktif menyampaikan kebutuhan mereka melalui FPK, sehingga dapat diteruskan kepada Pemkot Malang.
“Kami akan berupaya menyiapkan bantuan, termasuk juga melalui forum rektor untuk memberikan keringanan pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal),” tuturnya.
Wahyu menyatakan, kehadiran Pemkot Malang dalam penyaluran bantuan sosial ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang berada langsung di lokasi bencana, tetapi juga bagi keluarga korban yang berada di perantauan, khususnya mahasiswa di Kota Malang yang belum mendapat kejelasan kabar keluarga mereka.
“Upaya pemerintah ini sebagai bentuk kehadiran negara, tidak hanya untuk yang terdampak langsung di sana, tetapi juga mereka yang ada di sini dan keluarganya belum ada kejelasan kondisi di daerah bencana,” pungkasnya. (Dik/YD)














