
KOTA MALANG – malangpagi.com
Menjelang Hari Raya Idulfitri, peredaran uang palsu terungkap terjadi di Kota Malang. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis, pada Senin (2/3/2026).
Putu mengungkapkan, Satreskrim Polresta Malang Kota berhasil membongkar peredaran uang palsu dengan total nilai hampir Rp100 juta. Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada, khususnya selama Ramadan hingga Lebaran.
“Ini juga kami dorong sebagai bentuk kewaspadaan masyarakat Kota Malang,” ujar Putu.
Mnurutnya, langkah pengungkapan tersebut dilakukan guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.w
“Untuk mendukung terciptanya situasi kondusif di bulan Ramadan ini, kami telah mengungkap peredaran uang palsu tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, menjelaskan pihaknya telah mengamankan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut. Satu orang lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah diburu petugas.
“Terkait uang palsu, saat ini ada tiga tersangka yang kami amankan. Satu DPO masih kami kembangkan,” ujarnya.
Aji menambahkan, apabila buronan tersebut berhasil ditangkap, pihaknya akan memetakan jaringan sindikat untuk membongkar lebih luas peredaran uang palsu menjelang Lebaran di Kota Malang.
Meski demikian, polisi belum membeberkan identitas para tersangka. Untuk modus operandi, penyidik masih melakukan pendalaman karena kasus tersebut baru terungkap pada Minggu malam (1/3/2026).
“Modus masih kami dalami, karena ini baru kami ungkap tadi malam,” katanya.
Dari hasil sementara, uang palsu yang diamankan diperkirakan mencapai sekitar Rp94 juta dengan pecahan Rp100 ribu. Polisi juga menduga sebagian uang tersebut kemungkinan telah sempat diedarkan.
“Kayaknya sudah sempat diedarkan,” ungkapnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan teliti saat melakukan penukaran uang, terutama menjelang Lebaran.
“Imbauannya tetap hati-hati dan jeli saat menukarkan uang. Jangan mudah tertarik dengan kondisi uang yang terlihat masih baru, tetapi pastikan benar-benar dicek keasliannya,” pungkasnya. (YD)













