
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang membantah adanya praktik setoran uang hingga belasan juta rupiah dalam pengelolaan fasilitas toilet di Alun-alun Kota Malang.
Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menarik pungutan dalam bentuk apa pun dari pengelola toilet Alun-Alun Malang.
“Yang pasti dari DLH itu tidak ada setoran, baik harian, bulanan, maupun tahunan. Tidak ada sedikit pun,” tegas Raymond, Rabu (22/4/2026).
Raymond menjelaskan, pengelolaan toilet di kawasan Alun-alun saat ini melibatkan perorangan yang bekerja sama dengan kelompok masyarakat.
“Sistem ini lanjutan dari pengelolaan sebelumnya, dengan penyesuaian kebijakan yang kini lebih menekankan pada pelayanan dan kebersihan fasilitas umum,” tuturnya.
Ia menyebut, DLH hanya memberikan ketentuan agar pengelolaan toilet dilakukan secara sukarela tanpa penetapan tarif tertentu kepada pengunjung. Masyarakat dipersilakan memberikan uang seikhlasnya sebagai bentuk apresiasi terhadap kebersihan fasilitas.
“Kalau sebelumnya mungkin ada tarif, sekarang kami minta ditulis sukarela. Jadi masyarakat bebas memberi atau tidak,” ujarnya.
Dalam praktik di lapangan, pengelola diperbolehkan menjual kebutuhan yang berkaitan langsung dengan toilet, seperti tisu dan sabun. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan anggaran pemerintah untuk menyediakan perlengkapan tersebut secara gratis.
Sementara itu, terkait operasional seperti listrik, air, hingga perawatan fasilitas seperti septic tank, seluruhnya menjadi tanggung jawab pengelola. Raymond mengatakan, bahkan perbaikan septic tank dilakukan secara mandiri oleh pengelola karena keterbatasan anggaran dari DLH.
“Untuk operasional memang ditanggung mereka sendiri. Kami hanya memastikan fasilitas tetap bersih dan layak digunakan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, DLH juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di area sekitar toilet, mengingat lokasi tersebut diperuntukkan khusus sebagai fasilitas umum.
Raymond berharap, dengan sistem pengelolaan yang ada saat ini, kebersihan dan kenyamanan toilet di Alun-alun Malang tetap terjaga tanpa membebani masyarakat.
“Yang kami harapkan hanya kebersihan dan perawatan fasilitas, agar masyarakat nyaman,” pungkasnya. (YD)












