
KOTA MALANG – malangpagi.com
Komunitas Biduan Tempo Doeloe (BTD) menggelar aksi solidaritas penggalangan dana untuk korban terdampak Semeru. Acara yang digelar di depan Pasar Comboran, Sabtu (15/1/2022), itu diiringi entakan musik dangdut dan suara merdu para penyanyi dari komunitas BTD.
Penampilan elekton Nono Horeegg membuat suasana siang hari itu begitu hidup, dan menjadi pemantik bagi pengguna jalan untuk menyisihkan sedikit rezeki dalam gerak kemanusiaan tersebut.
Penggalangan dana bencana erupsi Gunung Semeru itu juga dihadiri Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Rahman Nurmala.
Pihaknya mengaku mendukung penuh gelaran ini, serta tidak dapat menolak saat didapuk menjadi penasihat komunitas para penyanyi yang pernah tenar di era 1980 hingga 1990an itu.
“Kami pribadi mengapresiasi aksi solidaritas yang diinisiasi komunitas Biduan Tempo Doeloe. Kegiatan yang positif dan patut didukung,” ujar Rahman Nurmala saat memberikan sambutan.
Politisi dari partai Golkar itu pun memberi saran, agar kegiatan serupa dapat digelar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dukungan yang sama juga diberikan oleh pemilik Rumah Makan Kertanegara, Indra Setiyadi, yang sekaligus menjadi penasihat BTD. “Kami mengapresiasi kegiatan yang diadakan komunitas Biduan Tempo Doeloe ini, yaitu bakti sosial dalam rangka membantu saudara kita yang terdampak erupsi Semeru,” ujar Indra, sembari berharap agar semua yang dilakukan demi kemanusiaan dapat berjalan lancar dan diberkahi Tuhan Yang Maha Esa.
Turut hadir politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jose Rizal Joesoef, yang juga berpartisipasi menyumbangkan lantunan lagu mendukung gelaran tersebut.
“Saya pribadi dan komunitas lainnya pernah melakukan kegiatan serupa untuk korban terdampak Semeru ,dan memang banyak lokasi yang belum tersentuh karena bantuan hanya diberikan pada satu titik,” ungkap Jose.
Anggota DPRD Kota Malang dapil Lowokwaru itu menegaskan, warga yang terdampak erupsi Semeru itu jangkauannya luas. “Karena jika kita ngomong terdampak Semeru, itu luas sekali. Mudah-mudahan aksi solidaritas penggalangan dana Semeru ini dapat memberikan manfaat bagi korban terdampak erupsi,” harapnya.

Sementara itu, Eva Hadi selaku Ketua Panitia membeberkan bahwa aksi tersebut dipicu karena rasa solidaritas dan kepedulian. “Sebagai penyanyi, kami tidak dapat memberikan lebih. Yang dapat kami lakukan adalah membantu mencari donasi dengan keahlian yang kami punyai,” tutur Eva kepada Malang Pagi.
Melihat banyak dukungan, baik dari anggota dewan, pengusaha, komunitas P3KM (Perkumpulan Pedagang Pasar Kota Malang), maupun masyarakat lainnya, Eva mengaku akan memrogramkan kegiatan kemanusiaan untuk tahap berikutnya.
“Kami akan memrogramkan bakti sosial, namun tidak seperti ini. Kami tidak lagi membawa kotak-kotak di jalanan. Akan kami tata lebih fleksibel. Kebetulan kami memiliki banyak koneksi, dan kami akan menyampaikan kepada teman-teman terkait program-program BTD dalam menggalang dana untuk kemanusiaan,” jelasnya.
Wanita cantik yang juga menjabat di seksi hiburan dalam komunitas P3KM itu memaparkan, gerakan sosial ini bukanlah yang pertama, dan sudah berjalan sejak 2017.
“Untuk acara ini, kami juga menggandeng koordinator pasar yang ada di Kota Malang. Kota Malang memiliki 26 pasar, dan para koordinatornya kami kumpulkan di sini,” terang Eva.
“Dari sumbangan para koordinator ini pula kami impun, dan semua perolehan nanti akan kami sumbangkan untuk korban terdampak erupsi Semeru,” lanjutnya.
Saat disinggung kapan bantuan akan disalurkan, pihaknya mengaku masih menunggu kesiapan para anggota BTD. “Insyaallah secepatnya. Kami juga menunggu kesiapan rekan-rekan yang akan ke sana,” jelasnya.
Eva berharap gerakan sosial yang digawangi BTD ini dapat terus dipertahankan, dan antaranggota komunitas senantiasa menjaga silaturahmi. “Tetap solid, tetap kompak, tetap seduluran, dan menjaga silaturahmi, dengan mengadakan hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya. (Har/MAS)