KOTA MALANG – malangpagi.com
Pilihan nama komunitas Cangkukan Ngaji Budaya dianggap menggambarkan keseharian masyarakat di Indonesia pada umumnya. Hal ini di ungkapkan Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Bambang Suryanto.
Menurutnya, aktivitas yang dikoordinatori oleh Hisa Al Ayubbi, yang akrab disapa Gus Hisa, itu begitu egaliter dan menyentuh sisi-sisi ruang emosional masyarakat Indonesia.
“Negara ini terdiri dari ribuan pulau serta memiliki beragam adat istiadat dan budaya yang tumbuh sejak lama. Maka menjadi tanggung jawab bersama untuk tetap menjaga, agar terus terjalin kedamaian dan ketenteraman,” ujar Bambang, Minggu (15/5/2022).
Lebih lanjut Bambang menilai, komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya yang ada di Malang ini telah mampu mengimplementasikan seluruh nilai-nilai yang diwariskan para leluhur. Selain itu, komunitas ini juga dianggap mampu menyatukan keragaman yang ada di Bumi Arema.
“Alam sadar yang dipancarkan komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya mampu menembus dimensi spiritual, yang menjadi alat pemersatu di Malang Raya. Kemampuan Gus Hisa, yang juga selaku pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Darul Hidayah, dalam merangkul setiap komunitas budaya di Malang mampu menyatukan setiap perbedaan menjadi berkah,” papar Bambang.
Acara halalbihalal yang digelar komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya di PPIQ Darul Hidayah, Jalan Bareng Kartini gang IIIG Malang, pada Jumat (13/5/2022) lalu, dinilai Bambang telah memberikan gambaran menyatunya beragam budaya. (DK99/MAS)