
SEMARANG – malangpagi.com
Kabar duka menyelimuti gelaran Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII Jawa Tengah 2026. Atlet selam putri asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja (22), meninggal dunia setelah mengalami insiden tenggelam saat bertanding di Pantai Awan Costa, Semarang, Minggu (25/10/2026) pagi.
Kepergian Syabilla terasa semakin memilukan. Dua hari sebelumnya, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023 itu baru saja mempersembahkan dua medali emas bagi kontingen Kabupaten Jepara.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan akun Instagram @rochmathidayat81, Syabilla mulai turun bertanding sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, sekitar 20 menit berselang, tepatnya pukul 09.20 WIB, ia dilaporkan tenggelam saat mengikuti perlombaan.
Sejumlah media memberitakan bahwa petugas penyelamat di lokasi pertandingan segera melakukan evakuasi setelah mengetahui insiden tersebut.
Syabilla berhasil dibawa ke darat dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saat dievakuasi, dilaporkan terdapat busa yang keluar dari mulut dan hidungnya.
Tim medis dari Semarang dan Jepara langsung memberikan pertolongan darurat, termasuk melakukan resusitasi untuk menyelamatkan nyawanya.
Setelah mendapat penanganan awal, Syabilla segera dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Semarang. Tim dokter di instalasi gawat darurat (IGD) kembali melakukan upaya penyelamatan.
Namun, berbagai tindakan medis tersebut belum berhasil menyelamatkan nyawanya. Syabilla dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB.
Dua Medali Emas Jadi Prestasi Terakhir
Sebelum insiden nahas tersebut, Syabilla tengah menunjukkan performa terbaiknya. Pada Jumat (23/10/2026), ia sukses merebut dua medali emas dari cabang olahraga selam nomor kolam putri 100 meter bifins dan 200 meter bifins.
Prestasi tersebut menjadikannya salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen Kabupaten Jepara dalam persaingan PORPROV Jateng 2026.
Berdasarkan laporan Pemerintah Kabupaten Jepara, hingga Jumat (23/10/2026), kontingen Bumi Kartini telah mengoleksi sembilan medali emas, dua perak, dan sembilan perunggu. Dua medali emas di antaranya disumbangkan oleh Syabilla.
Tak disangka, dua medali emas tersebut menjadi persembahan terakhirnya bagi daerah yang dibelanya.
KONI Jepara Sampaikan Duka Mendalam
Ketua KONI Kabupaten Jepara, Miftah Arifin, membenarkan kabar meninggalnya Syabilla. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian atlet muda yang telah mengharumkan nama Jepara tersebut.
“Dedikasi, semangat juang dan prestasinya akan selalu menjadi bagian dari sejarah olahraga Jepara. Terima kasih, Syabila. Terima kasih, patriot olahraga Jepara. Perjuanganmu akan selalu kami kenang,” ujar Miftah, sebagaimana dikutip dari Murianews, Minggu (25/10/2026).
Sebagai bentuk penghormatan, KONI Jepara juga mengajak seluruh anggota kontingen mengenakan pita hitam sebagai tanda berkabung atas kepergian Syabilla.
Keselamatan Atlet Kembali Jadi Sorotan
Insiden yang menimpa Syabilla terjadi bertepatan dengan hari pembukaan resmi PORPROV XVII Jawa Tengah 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 25–30 Oktober di kawasan Semarang Raya.
Berdasarkan jadwal resmi KONI Jawa Tengah, pertandingan selam laut berlangsung pada 25–26 Oktober 2026 di Pantai Awan Costa, Semarang.
Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga, terutama pada cabang yang memiliki risiko tinggi seperti selam laut.
Kesiapan petugas penyelamat, ketersediaan fasilitas medis, prosedur penanganan darurat, hingga pengawasan kondisi atlet menjadi faktor penting yang harus mendapat perhatian serius dari penyelenggara.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti insiden tenggelam yang merenggut nyawa Syabilla.
Kepergian Syabilla menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga dan kontingen Kabupaten Jepara, tetapi juga bagi dunia olahraga Indonesia. Dua medali emas yang diraihnya akan menjadi bagian dari catatan prestasi, sekaligus kenangan atas perjuangan terakhirnya di arena pertandingan. (Red)












