
KOTA MALANG – malangpagi.com
Masih ingat dengan video viral seorang perempuan yang tega memukuli ibunya saat berteduh di kawasan Pasar Mergan, Jalan Raya Langsep, Kota Malang pada medio Oktober 2020 lalu?
Meski kasus tersebut diberitakan telah berakhir damai melalui mediasi pihak Polresta Malang Kota pada 26 Oktober 2020, namun sepertinya hal tersebut tidak membuat sang anak (atau keduanya) menjadi jera.
Malang Pagi mendapat laporan dari pasutri warga Jalan Sanggabuana No. 1B, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang bahwa mereka diresahkan oleh kehadiran pasangan anak dan ibu, yang belakangan diakui memiliki ciri-ciri sama dengan pelaku video yang viral pada akhir tahun lalu.
RP (57) dan istrinya MIS (48) menceritakan, ibu dan anak tersebut datang pada Minggu (21/3/2021) pukul 07.30 WIB. Awalnya, si ibu menawarkan jasa membersihkan rumput di halaman, dengan alasan membutuhkan uang untuk pulang naik angkutan kota ke Lawang, Kabupaten Malang.
MIS menolak secara halus tawaran itu, dan memberikan uang sebesar Rp12 ribu serta memberi keduanya makan, bahkan mempersilakan mandi.
Namun setelah diberi uang, keduanya tidak segera pulang. Anak yang mengaku bernama Vita (usia sekitar pertengahan 20 tahunan) ibu bernama Nur (usia 60 tahunan) malah duduk-duduk di bangku teras rumah, hingga lewat pukul 8 malam!
Karena sudah larut malam, pasutri RP dan MIS lantas menyuruh keduanya pulang. Terutama mereka merasa tak nyaman melihat perlakuan kasar yang ditunjukkan si anak kepada ibunya.
Sebelum pulang, si ibu memohon untuk diperkenankan menitipkan barang bawaan mereka berupa satu bungkusan polybag besar dan dua koper besar. Mereka berjanji untuk mengambil keesokan harinya.
Dua hari pun berlalu, pasangan anak dan ibu tersebut tak kunjung datang.
Hingga kemudian pada Rabu (24/3/2021) pagi pukul 05.30 WIB, pasangan RP dan MIS dikejutkan dengan suara ketukan (lebih tepatnya gedoran) di pintu dan jendela rumah mereka. Ternyata pasangan anak dan ibu itu datang kembali.
Tetapi, bukannya mengambil barang yang dititipkan, keduanya malah meminta untuk menitipkan barang-barang mereka lebih lama. Dengan alasan mau mencari kerja.
RP dan MIS pun kembali merasa tak nyaman. Terlebih keduanya nyelonong masuk rumah tanpa dipersilakan. Bahkan si anak tanpa permisi langsung duduk dan mengecas handphone miliknya, yang memiliki 3 kamera belakang!
Merasa terganggu, RP lantas menelepon anaknya, TR untuk mengusir kedua tamu tak diundang tersebut. RP, yang menderita stoke, merasa khawatir melihat perilaku si anak yang tidak hanya kasar kepada ibunya, tapi berani melakukan penganiayaan. Si anak, Vita beberapa kali memukul punggung dan tengkuk ibunya, Nur!
Akhirnya, dengan bantuan TR, pasangan anak dan ibu itu berhasil disuruh meninggalkan rumah tersebut sekitar pukul 07.30 WIB.
Saat Malang Pagi menuju rumah pelapor di Jalan Sanggabuana pada sore harinya, sekitar pukul 16.00 WIB, pasangan anak dan ibu yang dimaksud masih terlihat berada di sekitar minimarket Rubelan ABC, Jalan Galunggung.
Dari wawancara dengan Malang Pagi, baik RP, MIS, dan TR membenarkan jika ciri-ciri Vita dan Nur banyak kesamaan dengan FA (26) dan N (60), dua pelaku dalam video anak memukul ibu kandung yang viral pada Oktober 2020 lalu.

Video tersebut sempat menggemparkan dan menyulut emosi warganet. Tak lama berselang, Polresta Malang Kota berhasil mengidentifikasi kedua pelaku dalam video tersebut dan melakukan mediasi.
Karena pihak ibu tidak menuntut si anak untuk diproses hukum lebih lanjut, pihak kepolisian lantas meminta pelaku untuk membuat surat pernyataan untuk berjanji tidak mengulangi perbuatannya kembali.
Menurut keterangan seorang warga Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang berinisial AA, modus pasangan anak dan ibu tersebut ternyata bukan hal baru.
“Warga sini (Ketindan) sejak lama tahu jika si anak selalu kasar sama ibunya. Dulu ibunya pernah menjadi pembantu rumah tangga salah satu warga sini,” ujar AA saat dihubungi Malang Pagi melalui WhatsApp, Rabu (24/3/2021).
Dirinya mengungkapkan, perilaku si anak tersebut sudah diketahui warga setempat, bahkan sebelum keluar video yang viral di media sosial itu.
“Modusnya memang numpang tidur ke rumah orang-orang. Kasihan ibunya sudah tua disuruh cari uang, anaknya sih enak-enakan. Malah, menurut tetangga, jika ibunya tidak mau mengemis akan disiksa sama anaknya,” pungkas AA.
Reporter : MA Setiawan
Editor : Redaksi