Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Mahasiswa PMM Kelompok 29 UMM Produksi Wastafel Injak Untuk Warga Dusun Supiturang

Biaya pembuatan satu unit wastafel injak portabel cukup terjangkau, tidak lebih dari Rp500 ribu per unit.

by Red
29 Maret 2021
in Kota Malang
Bagikan Berita

Penerapan wastafel injak portabel. (Foto: Clarysa Dwi Rahmawati untuk MP)

KABUPATEN MALANG – malangpagi.com

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan program PMM (Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa) di Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang membuat wastafel injak yang mengunakan sistem pedal.

Wastafel injak portabel yang dibuat Mahasiswa PMM Kelompok 29 UMM bekerja sama dengan warga dan karang taruna Desa Bocek, merupakan wujud penanganan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Latar belakang pembuatan wastafel injak portabel ini terutama setelah melihat banyak tempat umum yang belum menyediakan fasilitas mencuci tangan. Seperti di pasar-pasar tradisional yang memiliki tingkat kunjungan masyarakat tinggi, di mana sebagian masyarakat mengaku enggan menggunakan fasilitas cuci tangan umum karena ragu akan kebersihannya.

Minimalisir Penyebaran Virus

Wastafel model ini memiliki kelebihan dibanding wastafel konfesional yang menggunakan tangan untuk mencuci tangan. Dengan pengoperasian menggunakan pedal kaki, otomatis bisa meminimalisir potensi penyebaran virus.

Baca Juga :

Universitas Muhammadiyah Malang Lantik 5 Wakil Rektor Perkuat Manajemen Universitas

Universitas Muhammadiyah Malang Lantik 5 Wakil Rektor Perkuat Manajemen Universitas

6 April 2024
UMM Ingin Ciptakan Hubungan Pers di Luar Alam Sadar

UMM Ingin Ciptakan Hubungan Pers di Luar Alam Sadar

27 Maret 2024

Perdana, UMM Kukuhkan Gelar Guru Besar Anumerta

10 Maret 2024

Sekum PP Muhamaddiyah Serukan Bermuhammadiyah dengan Kepedulian Sosial

9 Maret 2024
Tingkatkan Guru Besar Bidang Pertanian dan Peternakan, UMM Kukuhkan 2 Guru Besar

Tingkatkan Guru Besar Bidang Pertanian dan Peternakan, UMM Kukuhkan 2 Guru Besar

2 Maret 2024
Load More

Warga tidak perlu menyentuh keran air maupun sabun cair dengan tangan, karena keduanya secara teknis dapat dioperasikan menggunakan kaki dengan cara menginjak pedal.

Tak Perlu Listrik

Cara kerja wastafel injak portabel sangat mudah. Hanya dengan menginjak pedal selayaknya pedal pada mobil. Masing-masing pedal berfungsi untuk membuka keran air dan mengeluarkan sabun cair dari botolnya.

Wastafel ini juga tidak memerlukan aliran listrik, serta dapat dipindah-pindah (portabel) dengan mudah sesuai kebutuhan, baik di luar maupun di dalam ruangan.

Selain di pasar, alat ini juga cocok untuk digunakan di berbagai tempat umum, seperti terminal, masjid, puskesmas, poliklinik, serta toko atau minimarket.

Pembuatan prototipe wastafel injak menghabiskan waktu tiga hari. Setelah prototipe jadi, hanya membutuhkan waktu dua hari untuk pembuatan setiap unitnya. Biaya pembuatan satu unit wastafel injak portabel cukup terjangkau, tidak lebih dari Rp500 ribu per unit.

Sementara ini, wastafel injak yang telah diproduksi disumbangkan ke masjid dan musala terdekat di Dusun Supiturang, Desa Bocek. Selain itum Mahasiswa PMM Kelompok 29 UMM juga sempat menerapkan penggunaan wastafel ini di sebuah acara pernikahan warga setempat.

 

Reporter : Clarysa Dwi Rahmawati

Editor : MA Setiawan


Bagikan Berita
Tags: Desa BocekDusun SupiturangFakultas Hukum Universitas Muhammadiyah MalangKabupaten MalangKecamatan KarangplosoMahasiswa PMM Kelompok 29 UMMPengabdian Masyarakat oleh MahasiswaWastafel injak portabel
ADVERTISEMENT

Related Posts

Silaturahmi Ramadan, JMSI Malang Raya Gelar Buka Bersama Pererat Solidaritas Anggota

Silaturahmi Ramadan, JMSI Malang Raya Gelar Buka Bersama Pererat Solidaritas Anggota

10 Maret 2026

...

Segera Daftar! Pendaftaran Mudik Gratis Pemkot Malang Dibuka 9 Maret, Sediakan 264 Kursi

Segera Daftar! Pendaftaran Mudik Gratis Pemkot Malang Dibuka 9 Maret, Sediakan 264 Kursi

9 Maret 2026

...

Pemkot Malang Tegaskan ASN Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

Pemkot Malang Tegaskan ASN Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026

8 Maret 2026

...

Hidupkan Tradisi Lama, Pemuda Bandulan Bangunkan Sahur dengan Kereta Musik Perkusi

Hidupkan Tradisi Lama, Pemuda Bandulan Bangunkan Sahur dengan Kereta Musik Perkusi

8 Maret 2026

...

Uji Coba Penataan PKL dan Parkir Merdeka Selatan Berlanjut, Dishub Kota Malang Pastikan Arus Lalin Lancar

Dapat Tambahan Tiga Bus, Kuota Mudik Gratis 2026 Pemkot Malang Naik Jadi 224 Orang

6 Maret 2026

...

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pertamina Jatimbalinus Jamin Pasokan BBM Tetap Aman

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pertamina Jatimbalinus Jamin Pasokan BBM Tetap Aman

6 Maret 2026

...

Viral Puding MBG Berbelatung, Wali Kota Malang Bakal Evaluasi dan Siapkan Sanksi Tegas

Viral Puding MBG Berbelatung, Wali Kota Malang Bakal Evaluasi dan Siapkan Sanksi Tegas

4 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Sambut HUT Kota Malang yang ke-107, Pelayanan Publik Naik Level

Sambut HUT Kota Malang yang ke-107, Pelayanan Publik Naik Level

Pernyataan Sikap Gabungan Ormas Malang Raya, Kecam Bom Bunuh Diri Makassar

Pernyataan Sikap Gabungan Ormas Malang Raya, Kecam Bom Bunuh Diri Makassar

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin