Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Manfaatkan Barang Bekas Menjadi Sesuatu, Apa yang Dihasilkan?

by Red
2 Agustus 2020
in Seni & Budaya
Bagikan Berita

Pemateri Workshop Potong Botol Kaca dan Grandim, Mbah Jo Saat Melakukan Pelatihan Kepada Peserta.(Ft: Doni/malangpagi.com)

KOTA MALANG, Malangpagi.com

Peluang-peluang baru selalu ada ditengah sulitnya ekonomi di masa pandemi Covid-19. Kita dituntut untuk bertahan dan jadi pemenang ditengah situasi saat ini. Rasa peduli untuk berinovasi, berkreasi yang kreatif harus dilakukan.

Kali ini, DKM (Dewan Kesenian Malang), telah mengadakan workshop potong botol kaca dan grandim, bertempat di markas DKM, Jalan Majapahit no.3 Kota Malang, Minggu 02 Agustus 2020.

Syamsul Subakri menyampaikan, workshop kali ini bertajuk memanfaatkan kembali barang bekas menjadi sesuatu yang berharga. Salah satunya melalui botol kaca bekas. Dirinya juga menjelaskan langkah – langkah proses pelatihan secara langsung. Mayoritas peserta pelatihan didominan ibu-ibu rumah tangga.

Melalui praktek yang di sampaikan Mbah Jo, “Pertama kita harus membersihkan bagian luar botol kaca, harus benar – benar bersih dari noda minyak. Sehingga nantinya proses pemotongan botol kaca akan lebih mudah,” tandas pria yang akrab di panggil Mbah Karjo/Jo.

Baca Juga :

Pemkot Malang Bakal Akomodir Pendidikan Mulok Usulan Komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya

Pemkot Malang Bakal Akomodir Pendidikan Mulok Usulan Komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya

24 Februari 2022
Komunitas Budaya Desak Pemkot Malang Susun Kurikulum Pendidikan Mulok

Komunitas Budaya Desak Pemkot Malang Susun Kurikulum Pendidikan Mulok

22 Februari 2022
Kreasi Vas Bunga dari Pakaian Bekas

Kreasi Vas Bunga dari Pakaian Bekas

11 Januari 2021
Sinergi Tiga Instansi Hadirkan Festival Panji Nusantara 2020

Sinergi Tiga Instansi Hadirkan Festival Panji Nusantara 2020

28 November 2020
Pemuda Pancasila Kota Malang Ajak Berjuang Dalam Budaya

Pemuda Pancasila Kota Malang Ajak Berjuang Dalam Budaya

9 November 2020
Load More

Dirinya juga menjelaskan, saat proses memotong botol kaca harus dalam kondisi sudah bersih. Gunakan alat pemotong kaca yang sudah di modifikasi. Setelah di potong diberi garis line, kemudian di bakar dengan korek cras. Ketika retakan botol kaca terdengar, baru dimasukkan air supaya merenggang. Sehingga, botol kaca yang sudah di potong dapat dipatahkan dengan cara ditarik, jelasnya

Setelah teknik pemotongan selesai, hasil bisa dipola. Semua sesuai dengan keinganan, bisa dilukis ,graphir, panting, beri benang istilah di hias. Kemudian, pemanfaatannya bisa diperuntukan untuk kap lampu,damar kambang, vas bunga,hidroponik dan lain-lain, tandas Mbah Jo kepada malangpagi.com

Pemateri Workshop Potong Botol Kaca dan Grandim, Mbah Jo Saat Melakukan Pelatihan Kepada Peserta.(Ft: Doni/malangpagi.com)

Menurut Mbah Jo, dengan adanya giat workshop pemanfaatan barang bekas ini, minimal bisa meminimalisir pembuangan barang – barang yang akan cenderung memperbanyak sampah. Nilai maafaat yang lain, memperindah untuk menambah nilai dari benda itu sendiri.

” Kerap kali edukasi dan sosialisasi pelatihan seperti ini sering kami lakukan. Tentunya dengan mandiri disanggar pribadi, bahkan dulu anak didik kami pernah juara 1 tingkat provinsi dan dikirim ke Singapura sebagai hadiahnya”,ucap pria berambut panjang ini.

Pria yang juga pegiat seni wayang suket ini menjelaskan, butuh peran serta pemerintah dalam menfasilitasi dan blow up kegiatan seperti ini. Karena sangat mempunyai nilai manfaat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi mandiri bagi masyarakat.

Hasil karya dari botol kaca bekas ini, punya nilai dalam pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Terkait harga sangat variatif, semisal dibuat damar kambang jika dipasarkan sekitar Rp 22.000,00 ,harga ini sama halnya untuk souvenir. Tetapi kalau yang sudah di graphir dan dijadikan kap lampu berkisar kurang lebih Rp300.000,00 , jelasnya

Dikesempatan yang sama, salah seorang peserta workshop Farida Nur Shanti menyampaikan, bahwa dirinya sangat apresiasi dan senang mengikuti workshop tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini, meskipun baru pertama kali kami ikuti. Dalam hal ini, kita dituntut hati – hati saat proses pemotongan botol kaca bekas. Semua kembali soal jam terbang saja,” tutur warga Jl.Sultan Hadi Wijaya Kota Malang ini.

Wanita yang juga pengurus bank sampah ini menjelaskan, dengan adanya workshop dan pengalaman yang di dapatkan, barang – barang bekas yang biasa dijual perkilo tentu bisa dijual perbiji. Namun diwilayahnya sendiri sudah dilakukan pemilahan sampah organik dan non organik. Dirinya juga berharap jangan menyerah dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang berharga, tutupnya.

Pewarta: Doni Kurniawan

Editor: Redaksi


Bagikan Berita
Tags: BudayaDKM Kota MalangInovatifKreatifMbah Karjo/JoseniSyamsul Subakri.Workshop potong botol kaca dan grandim
ADVERTISEMENT

Related Posts

Lestarikan Budaya Lewat Permainan Tradisional, Kolaborasi Mahasiswa UMM dan Museum Panji Tuai Apresiasi

Lestarikan Budaya Lewat Permainan Tradisional, Kolaborasi Mahasiswa UMM dan Museum Panji Tuai Apresiasi

28 Juli 2025

...

MMI Gelar Seminar Internasional, Bangun Musik Sebagai Gerakan Kemanusiaan

MMI Gelar Seminar Internasional, Bangun Musik Sebagai Gerakan Kemanusiaan

12 Juli 2025

...

Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan Anto Baret Siap Guncang Kota Malang

Konser Sambang Sambung Sketsa Jalanan Anto Baret Siap Guncang Kota Malang

9 Juli 2025

...

Kemegahan Budaya Nusantara Semarakkan Opening Ceremony Porprov IX Jatim 2025

Kemegahan Budaya Nusantara Semarakkan Opening Ceremony Porprov IX Jatim 2025

29 Juni 2025

...

Hari Keris Nasional Akan Dicanangkan Melalui Event Brawijayan Mondiacult

Hari Keris Nasional Akan Dicanangkan Melalui Event Brawijayan Mondiacult

11 April 2025

...

Rangkaian Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Kota Malang Gelar Tradisi Tawur Agung Kesanga

Rangkaian Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Kota Malang Gelar Tradisi Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025

...

Seniman Perempuan Indonesia Ekspresikan Luka di Gwangju Biennale 2024

Seniman Perempuan Indonesia Ekspresikan Luka di Gwangju Biennale 2024

28 November 2024

...

Load More
Next Post

Puluhan Wartawan Antusias Ikuti Diklat LASMI Lanjutan ke Satu Angkatan IV/2018

Dinsos Sampang Berikan Bantuan kepada Keluarga PMI

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin