Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Mereguk Suguhan Karya Tak Biasa Tamtama Anoraga, Perupa Asli Malang 

Gagasan atas karyanya bermula dari kebosanannya akan aturan-aturan atau batasan-batasan yang memasung kreativitasnya.

by Red
21 Desember 2021
in Kota Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

Tamtama Anoraga (Tomi) bersama salah satu karyanya. (Foto: Hariani/MP)

KOTA MALANG – malang pagi.com

Tamtama Anoraga, seorang perupa asli Kota Malang menawarkan suguhan seni rupa yang tak biasa. Ragam pola konvensional dan non konvensional Ia hidangkan dalam pameran tunggalnya “X-it Solo Run” yang berakhir Sabtu (18/12/2021) lalu.

“Tema yang saya angkat dalam pameran tunggal ini bertajuk X-it ,yang berarti bawalah pikiranmu dari kebiasaan, rutinitas yang stagnan. Mungkin kita dapat melakukan kegiatan di luar kebiasaan, sehingga akan menemukan hal-hal baru, memperoleh pengayaan, menemukan solusi atas masalah, karena selama ini belum mencoba hal baru,” ungkap Tomi, sapaan akrabnya, kepada Malang Pagi di Dewan Kesenian Malang (DKM) tempat ia menggelar pameran tunggal tersebut, Sabtu (18/12/2021).

Tomi menungkapkan, karya seni rupa ciptaannya melibatkan banyak elemen non konvensional. “Karena saya tertarik jika menemukan benda entah di jalan, di loakan, atau di rumah teman. Melalui benda-benda tersebut, saya mampu berekspresi dan mengeksplor gagasan. Selain itu juga menawarkan nilai baru, sehingga tidak terbatas pada genre tertentu,” ucap pria jebolan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) angkatan 1983 itu.

Perupa berambut gondrong yang juga kerap disapa Imot itu lantas menceritakan, gagasan atas karyanya bermula dari kebosanannya akan aturan-aturan atau batasan-batasan yang memasung kreativitasnya.

Baca Juga :

Pameran Tunggal Bagus Brahmananto, Seni Tak Kenal Pensiun

Pameran Tunggal Bagus Brahmananto, Seni Tak Kenal Pensiun

17 Januari 2022
Pameran Lukisan Art Flag. Wajah Suram Kota Malang Digambarkan di Atas Selembar Bendera

Pameran Lukisan Art Flag. Wajah Suram Kota Malang Digambarkan di Atas Selembar Bendera

21 Oktober 2021
Seniman Sepuh Malang Masih Tunggu Janji Sutiaji

Seniman Sepuh Malang Masih Tunggu Janji Sutiaji

23 Mei 2021
HUT Kota Malang Ke-107, Asta Citra Perupa Malang Gelar Pameran Seni di Gedung DPRD

HUT Kota Malang Ke-107, Asta Citra Perupa Malang Gelar Pameran Seni di Gedung DPRD

9 April 2021
Rapid Test Antigen dan Rapid Test Antibody. Mana Lebih Efektif?

Peringati HUT Ke-47, Dewan Kesenian Malang Gelar Pasar Seni

22 Desember 2020
Load More

“Saya dulu pernah diatur oleh batasan-batasan akademik dan batasan-batasan konvensional. Saat itu saya rasakan bahwa hal-hal normal mulai membosankan. Padahal bertemu momen-momen spesifik atau sentimental, entah yang teknikal maupun feeling, itu asoy banget. Maka sekitar 10 tahun terakhir, ‘serong kiri’ ini saya jalani,” beber Tomi.

(Foto: Hariani/MP)

Sejak saat itu, Tomi mengaku mulai menjalani sebuah fase yang ia sebut ‘Perjalanan X’. “Sambil memunguti apa saja sebagai bangunan cerita baru. Bisa naif, saru, bahkan bar-bar. Saya mengawinkan pola-pola konvensional dan non konvensional. Apapun namanya,” jelasnya.

Apa yang dikatakan Tomi tersirat dalam setiap karyanya. Seni rupa yang sarat makna dengan bahan ‘apa adanya’, namun memberikan nilai seni yang terlukis dalam karya dua maupun tiga dimensi.

“Ini menggambarkan seseorang yang berperang dalam imajinasi. Kekalutan dalam pikirannya, sehingga dirinya terjerembab dalam pikirannya,” jelasnya, saat menunjukkan karyanya berupa sebuah manekin perempuan.

Tidak hanya itu, karya seni rupa dengan tampilan mainan anak dan coretan dalam sebidang kanvas menjadi koleksi berharga baginya. “Ini koleksi yang tidak akan saya jual. Ini adalah coretan anak saya yang tertuang dalam kanvas, dan saya menambahi dengan mainannya. Saya tata sedemikian rupa,” jelas pemilik studio seni Kandang Bubrah itu.

Meskipun Tomi mengaku baru pertama kalinya menggelar pameran tunggal, namun sebelumnya Ia cukup kenyang mengikuti sejumlah gelaran pameran bersama.

(Foto: Hariani/MP)

“Bersama teman-teman saya pernah menggelar pameran seni di sejumlah tempat. Antara lain di Karta Pustaka Yogyakarta, Purna Budaya Yogyakarta, Sasana Ajiyasa Yogyakarta, XT Art Galeri Yogyakarta, Omah Petroek Yogyakarta, Dewan Kesenian Malang, Restoran Amsterdam Malang, Joger Bali, Benta Budaya Jakarta, Kemang Galeri Jakarta, Arte Sono Jerman, dan banyak lainnya,” beber lagi.

Saat ini, Tomi masih ingin mewujudkan satu cita-citaya, yaitu mengadakan pameran tunggal di Yogyakarta. “Tapi belum tahu kapan,. Mungkin baru bisa tahun 2023. Karena di 2022 sepertinya galeri-galeri di Yogyakarta sudah full booking,” terangnya.

Di tempat berbeda, Ketua Dewan Kesenian Malang, Bobby Nugroho mengapresiasi karya-karya besutan tangan dingin Tomi. “Tomi adalah seorang perupa gaek dari Kota Malang. Ia memungut apa saja untuk menyajikan sebentuk bangunan cerita baru, yang membawa momen-momen sentimentil dalam perjalanan hidupnya,” tutur lulusan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang itu.

Lebih lanjut Ia membeberkan, Toni adalah sosok seniman yang jujur dan gamblang dalam berkarya. “Cerminan naif, saru, bahkan bar-bar seringkali kita sembunyikan. Namun di tangan Tomi, kisah-kisah tersebut menjadi tawaran sajian yang layak kita nikmati, sebagai refleksi keabsurdan kehidupan,” tutup Bobby. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: Dewan Kesenian MalangPameran SeniTamtama Anoraga
ADVERTISEMENT

Related Posts

FKAUB Malang Raya Gelar Doa Lintas Agama, Seruan Damai untuk Indonesia

FKAUB Malang Raya Gelar Doa Lintas Agama, Seruan Damai untuk Indonesia

30 Agustus 2025

...

Polresta Malang Kota Gelar Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Affan Kurniawan

Polresta Malang Kota Gelar Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Affan Kurniawan

30 Agustus 2025

...

61 Demonstran Diamankan, 21 Anak-anak Dilepas Polisi Buntut Demo di Kota Malang

61 Demonstran Diamankan, 21 Anak-anak Dilepas Polisi Buntut Demo di Kota Malang

30 Agustus 2025

...

Pasca Demo, Sejumlah Pos Polisi di Kota Malang Rusak Terbakar

Pasca Demo, Sejumlah Pos Polisi di Kota Malang Rusak Terbakar

30 Agustus 2025

...

Nonton Bareng Film Panggil Aku Ayah, Ajak Masyarakat Pahami Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

Nonton Bareng Film Panggil Aku Ayah, Ajak Masyarakat Pahami Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

30 Agustus 2025

...

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025

...

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

28 Agustus 2025

...

Load More
Next Post
Peringati Hari Ibu, Pokdarwis Koeboeran Londo Gelar Fashion Show Batik Sukun dan Bagikan Sembako Kepada Penjual Jasa

Peringati Hari Ibu, Pokdarwis Koeboeran Londo Gelar Fashion Show Batik Sukun dan Bagikan Sembako Kepada Penjual Jasa

MTsT Ar-Roihan Lawang Kunjungi SMK Putra Indonesia Malang

MTsT Ar-Roihan Lawang Kunjungi SMK Putra Indonesia Malang

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin