Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Pakar Olahraga: Anak Prasekolah Jangan Dipaksa Bertanding Beladiri

Jangan buru-buru membuat atlet yunior untuk bertanding di level senior.

by Red
19 Oktober 2020
in Olahraga
Bagikan Berita

Dr. Irmantara Subagio, M.Kes. (Foto: MAS/MP)

KABUPATEN MALANG – malangpagi.com

Memaksakan anak usia prasekolah untuk sparring atau bertanding dalam nomor tarung di cabang olahraga (cabor) beladiri, dapat berdampak secara fisiologi berupa trauma otot lebih awal.

Hal tersebut disampaikan pakar olahraga, Dr. Irmantara Subagio, M.Kes dalam workshop bertajuk “Optimalisasi Prestasi Cabang Olahraga Beladiri,” Minggu (18/10/2020) yang bertempat di Rachman Club Gulat, Jalan Pahlawan Bajuri, Pakisaji, Kabupaten Malang.

“Karena prosesnya memang dipaksakan. Nah, hal ini ditakutkan bisa membentuk paradigma di masyarakat, bahwa olahraga beladiri itu berbahaya. Akibatnya, banyak orangtua yang kemudian takut memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah beladiri,” imbuh Wakil Ketua IV KONI Jawa Timur tersebut.

Menurut Kepala Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) itu, jika ada cabor beladiri yang memasukkan kelompok umur di bawah yunior, sebaiknya mengutamakan faktor keselamatan atlet.

Baca Juga :

Jelang PORPROV IX Jatim 2025, Kickboxing Kota Malang Optimistis Pecahkan Rekor

Jelang PORPROV IX Jatim 2025, Kickboxing Kota Malang Optimistis Pecahkan Rekor

20 Januari 2025

Kepala Desa Ngroto Apresiasi Sosialisasi yang Diadakan Kris Dayanti

10 Januari 2024

Pasca Debat Capres-Cawapres Ke 3, Kris Dayanti Optimis Ganjar Mahfud Menang

9 Januari 2024

Tim Kickboxing Jatim Tampil Moncer di IMAG 2023

25 Oktober 2023
Baru Berusia 13 Tahun, Icha Sukses Juarai Puluhan Turnamen Beladiri Level Nasional

Baru Berusia 13 Tahun, Icha Sukses Juarai Puluhan Turnamen Beladiri Level Nasional

12 Juli 2022
Load More

“Pengelompokan kategori berdasarkan umur adalah salah satu upaya untuk menjaga keselamatan atlet. Selain itu, masing-masing cabor juga menerapkan aturan pertandingan yang berbeda-beda, semata untuk mengutamakan safety. Karena beladiri itu termasuk cabor berisiko tinggi,” tutur pria enerjik yang biasa disapa Ibag itu kepada Malang Pagi.

Lebih lanjut, Ibag mengingatkan para pelatih untuk selalu berpikir lebih panjang dalam pembinaan atlet-atletnya, atau biasa disebut long-term development plan.

“Jangan buru-buru membuat atlet yunior untuk bertanding di level senior. Ini penting. Terutama di cabang olahraga beladiri. Karena menyangkut faktor keselamatan,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Sambo Jawa Timur itu.

Ibag membagi fase pembinaan atlet menjadi empat tahap berdasar kelompok usia. Usia 6-10 tahun adalah masa-masa awal pengenalan cabor. Usia 11-14 tahun, atlet mulai mengasah bakat yang dimiliki, dan mulai mempertajam teknik dasar yang telah diperoleh.

“Usia 15-18 tahun adalah fase speciality. Atlet mulai memilih bidang keahlian masing-masing. Apakah ingin fokus di nomor tanding atau jurus. Sedangkan usia 19 ke atas, bisa disebut masa-masa menuai kematangan. Masa-masa yang paling potensial untuk menorehkan prestasi,” paparnya.

Ibag menuturkan, porsi latihan untuk anak-anak harus disesuaikan dan tidak membosankan.

“Banyak terjadi, anak-anak yang masuk dojo, saat remaja hilang semua (tidak aktif lagi). Mengapa? Jangan-jangan karena mereka bosan. Karena dari kecil terus melakukan sesuatu yang monoton,” kata dosen UNESA itu.

“Prinsip dasar latihan adalah harus meningkatkan kemampuan anak atau atlet. Dan itu bisa diukur. Untuk maksimalkan potensi harus menyeimbangkan antara latihan dan istirahat,” pungkasnya.

 

Reporter : MA Setiawan

Editor : Redaksi


Bagikan Berita
Tags: #Atlet#Kabupaten#Prestasianak-anakBeladiriIbagIrmantara SubagiokoniMalangOlahragaPakisajiUNESA
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dua Singa Muda, Arkhan dan Salim Gabung TC Timnas U-23 Jelang Kualifikasi AFC

Dua Singa Muda, Arkhan dan Salim Gabung TC Timnas U-23 Jelang Kualifikasi AFC

26 Agustus 2025

...

Asah Jam Terbang, Arema FC Pinjamkan Empat Pemain Muda ke Deltras Sidoarjo

Asah Jam Terbang, Arema FC Pinjamkan Empat Pemain Muda ke Deltras Sidoarjo

25 Agustus 2025

...

Bakal Evaluasi Menyeluruh, Wali Kota Malang Serius Hidupkan Kembali Persema

Bakal Evaluasi Menyeluruh, Wali Kota Malang Serius Hidupkan Kembali Persema

4 Agustus 2025

...

PTITC 2025 Malaysia: Berangkat Tanpa Target, ITF Malang Taekwon-Do Bikin Kejutan Juarai Kelas Paling Bergengsi

PTITC 2025 Malaysia: Berangkat Tanpa Target, ITF Malang Taekwon-Do Bikin Kejutan Juarai Kelas Paling Bergengsi

28 Juli 2025

...

Siap Unjuk Gigi, INKANAS Kota Malang Turunkan 50 Atlet di Piala Kemendagri Karate 2025

Siap Unjuk Gigi, INKANAS Kota Malang Turunkan 50 Atlet di Piala Kemendagri Karate 2025

21 Juli 2025

...

Ratusan Atlet Catur Rebut Piala Kapolresta Malang Kota di Bhayangkara Chess Day 2025

Ratusan Atlet Catur Rebut Piala Kapolresta Malang Kota di Bhayangkara Chess Day 2025

14 Juli 2025

...

D’Kross Boxing Camp, Gudang Petarung Muda yang Menyala di Kota Malang

D’Kross Boxing Camp, Gudang Petarung Muda yang Menyala di Kota Malang

14 Juli 2025

...

Load More
Next Post
Dr. Irmantara Subagio: Sport Science Jangan Dipandang Rumit

Dr. Irmantara Subagio: Sport Science Jangan Dipandang Rumit

Percofia Pictures Bikin Sekolah Film di Kota Malang

Percofia Pictures Bikin Sekolah Film di Kota Malang

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin