Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Pameran Tunggal Bagus Brahmananto, Seni Tak Kenal Pensiun

Bagus memutuskan beralih menggunakan media digital sejak 2006 lalu. Ia mengakui, butuh dua tahun untuk beradaptasi dari melukis secara konvensional ke digital.

by Red
17 Januari 2022
in Kota Malang, Seni & Budaya
Bagikan Berita

Bagus Brahmananto beserta istri, Purwatiningsih, saat pengguntingan pita pembukaan pameran tunggalnya. (Foto: Hariani/MP)

KOTA MALANG – malang pagi.com

Salah satu profesi yang tidak mengenal istilah pensiun adalah menjadi seorang seniman. Hal tersebut dibuktikan Bagus Brahmananto. Kreativitasnya tak luntur meski di usia menginjak 70 tahun, dirinya menggelar pameran tunggal bertajuk Capturing Beauty.

Bertempat di Dewan Kesenian Malang, Jalan Majapahit No. 3 Kota Malang, sebanyak 76 lukisan dari digital drawing karya Bagus Brahmananto dipamerkan di dua aula.

“Sakit membuat kondisi fisik saya berkurang. Kaki tidak lagi bisa berjalan jauh. Duduk pun tak bisa berlama-lama. Itulah mengapa saya beralih ke digital drawing. Naik kereta, naik bus, saya tetap bisa melukis. Bahkan saat terbaring di rumah sakit pun tetap bisa berkarya,” ungkap Bagus kepada Malang Pagi, ditemui saat pembukaan pameran tunggalnya, Sabtu (14/1/2021).

Seniman multi talenta kelahiran Wates, Kediri, 2 Juli 1952 itu mengaku sejak kecil dirinya sudah bergelut dengan kesenian. Ayahnya adalah seorang Kepala Sekolah Taman Siswa, yang menekankan bahwa pendidikan karakter dapat ditempuh melalui kesenian dan kebudayaan.

Baca Juga :

32 Perupa Gelar Pameran Lukisan di Lobi DPRD Kota Malang

32 Perupa Gelar Pameran Lukisan di Lobi DPRD Kota Malang

28 Januari 2022
Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Optimistis Jadi Peserta Pemilu 2024

Mereguk Suguhan Karya Tak Biasa Tamtama Anoraga, Perupa Asli Malang 

21 Desember 2021
Pameran Lukisan Art Flag. Wajah Suram Kota Malang Digambarkan di Atas Selembar Bendera

Pameran Lukisan Art Flag. Wajah Suram Kota Malang Digambarkan di Atas Selembar Bendera

21 Oktober 2021
Rapid Test Antigen dan Rapid Test Antibody. Mana Lebih Efektif?

Peringati HUT Ke-47, Dewan Kesenian Malang Gelar Pasar Seni

22 Desember 2020
Penggerak Seni Rupa Malang, Maharani Meninggal Dunia

Penggerak Seni Rupa Malang, Maharani Meninggal Dunia

11 Oktober 2020
Load More

“Kesenian bagi saya adalah proses belajar sebuah kehidupan. Karena dari berkesenian itu, kita dapat menuangkan kesedihan, tangisan, dan meluapkan kebahagiaan. Pada prinsipnya, berkesenian dan berkarya itu adalah meluapkan keinginan bercerita kepada orang lain,” beber mantan guru seni SMA Negeri 3 Kota Malang itu.

Suasana pembukaan pameran tunggal Bagus Brahmananto bertajuk Capturing Beauty. (Foto: Hariani/MP)

Lebih lanjut Bagus menceritakan, dirinya memutuskan beralih menggunakan media digital sejak 2006 lalu. Ia mengakui, butuh dua tahun untuk beradaptasi dari melukis secara konvensional ke digital.

“Awalnya saya menggunakan handphone biasa yang touchscreen, lalu menggunakan tablet. Pokoknya semuanya menggunakan android,” jelas seniman yang juga pandai menari dan bernyanyi itu.

Apresiasi diberikan kurator Akhmadi Budi Santoso. Pria berambut gondrong ini menilai Bagus Brahmananto adalah sosok yang inspiratif. “Beliau adalah figur yang menginspirasi. Tidak ada istilah pensiun dalam darah seninya. Meskipun usia tak lagi muda, namun semangatnya luar biasa,” puji pria yang akrab disapa Lek Bud itu.

Dirinya menilai, lukisan Bagus Brahmananto mengusung tema segala hal yang dicintai dan dijalaninya dalam kehidupan sehari-hari. “Dunia tari yang sejak kecil Ia tekuni banyak memberi inspirasi. Seperti dalam lukisannya bertajuk Liuk Tubuh Penari. Dunia musik, kisah dongeng ataupun legenda tak luput dari perhatiannya. Kecintaan pada keluarga juga digambarkan dalam lukisan Aku dan Cucu,” beber Lek Bud.

Tak hanya itu, sosok perempuan, bunga, dan hewan juga menjadi inspirasi Bagus Brahmananto dalam berkarya. “Lewat pameran ini, setidaknya Pak Bagus menegaskan bahwa kreativitas tidak dapat dihalangi oleh usia. Selalu berkarya dan diekspresikan dalam berbagai media,” tegasnya.

Pendapat senada penada dilontarkan Ketua Dewan Kesenian Malang, Bobby Nugroho. Pihaknya mengaku menyambut baik gelaran pameran tunggal Bagus Brahmananto.

Bobby mengatakan, usia bukanlah penghalang bagi Bagus untuk berkarya. “Meskipun usia tidak lagi muda, dan kemampuan fisik mulai berkurang, namun sosok Pak Bagus dapat menciptakan karya dengan media yang lebih modern dengan pemanfaatan teknologi,” tuturnya.

Dirinya memandang Bagus sebagai sosok yang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda sekaligus generasi senior untuk terus berkarya.

“Dari karya-karya Pak Bagus, kita bisa belajar untuk tidak bergantung pada satu macam media. Banyak media baru yang dapat dijelajahi. Dari beliau juga, kita bisa melihat bahwa proses belajar dan mengajar, terinspirasi dan menginspirasi, itu tidak mengenal usia,” pungkas Bobby. (Har/MAS)


Bagikan Berita
Tags: Bagus BrahmanantoDewan Kesenian MalangDigital PaintingLukisanSeniman
ADVERTISEMENT

Related Posts

FKAUB Malang Raya Gelar Doa Lintas Agama, Seruan Damai untuk Indonesia

FKAUB Malang Raya Gelar Doa Lintas Agama, Seruan Damai untuk Indonesia

30 Agustus 2025

...

Polresta Malang Kota Gelar Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Affan Kurniawan

Polresta Malang Kota Gelar Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Affan Kurniawan

30 Agustus 2025

...

61 Demonstran Diamankan, 21 Anak-anak Dilepas Polisi Buntut Demo di Kota Malang

61 Demonstran Diamankan, 21 Anak-anak Dilepas Polisi Buntut Demo di Kota Malang

30 Agustus 2025

...

Pasca Demo, Sejumlah Pos Polisi di Kota Malang Rusak Terbakar

Pasca Demo, Sejumlah Pos Polisi di Kota Malang Rusak Terbakar

30 Agustus 2025

...

Nonton Bareng Film Panggil Aku Ayah, Ajak Masyarakat Pahami Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

Nonton Bareng Film Panggil Aku Ayah, Ajak Masyarakat Pahami Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

30 Agustus 2025

...

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025

...

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

28 Agustus 2025

...

Load More
Next Post
Erick Thohir Harap ‘Superhero’ Start-Up Lahir dari Kota Malang

Erick Thohir Harap 'Superhero' Start-Up Lahir dari Kota Malang

Sutiaji Beberkan Langkah Antisipasi Omicron Tanpa Bikin Panik

Sutiaji Beberkan Langkah Antisipasi Omicron Tanpa Bikin Panik

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin