
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pengelola Terminal Tipe A Arjosari Kota Malang memperkirakan jumlah penumpang akan mengalami peningkatan signifikan saat libur Tahun Baru 2026. Diprediksi, sekitar 8.000 penumpang akan memadati terminal tersebut pada puncak arus liburan.
Kepala Terminal Tipe A Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati menyampaikan bahwa angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6.000 penumpang per hari.
“Perkiraan saat Tahun Baru nanti bisa mencapai 8.000 penumpang. Tahun lalu jumlahnya sekitar 6.000 orang,” ujar Mega, Minggu (28/12/2025).
Prediksi lonjakan tersebut diperkuat dengan tren peningkatan penumpang pada momen Natal 2025. Tercatat, pada H-3 hingga H-1 Natal terjadi kenaikan penumpang sebesar 60 hingga 70 persen. Puncaknya, terjadi pada 24 Desember 2025 atau H-1 Natal, dengan jumlah penumpang mencapai lebih dari 7.000 orang.
Mega menyebut, Malang Raya masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat saat libur panjang. Keberagaman objek wisata, baik alam maupun buatan, dinilai menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Selain itu, beroperasinya layanan Bus TransJatim yang kini menjangkau hingga Kota Batu turut diyakini mampu meningkatkan mobilitas masyarakat menuju kawasan Malang Raya.
“Pada akhir pekan di luar masa libur panjang, jumlah penumpang rata-rata berkisar 4.500 hingga 5.000 orang per hari. Sedangkan pada hari biasa sekitar 3.000 penumpang,” jelasnya.
Guna mengantisipasi potensi kepadatan, pihak pengelola Terminal Arjosari telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya dengan menyediakan dua posko informasi di dalam area terminal serta mengoptimalkan pengawasan melalui sistem kamera pengawas (CCTV) yang dipantau selama 24 jam.
Tak hanya itu, manajemen terminal juga menjalin koordinasi dengan perusahaan otobus (PO) baik angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP) guna menambah armada selama masa libur akhir tahun.
Saat ini, jumlah bus yang beroperasi di Terminal Arjosari mencapai sekitar 500 unit per hari, meningkat sekitar 200 unit dibandingkan hari normal.
“Seluruh aktivitas naik dan turun penumpang tetap dilakukan di dalam terminal. Jika terjadi keterlambatan keberangkatan, kami langsung berkoordinasi dengan PO melalui grup WhatsApp yang sudah dibentuk,” pungkas Mega. (YD)














