
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dalam kebijakan pembangunan nasional, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Pembangunan Nasional, disampaikan tujuh agenda pembangunan. Di antaranya adalah ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, serta infrastruktur untuk ekonomi dan pelayanan dasar.
“Seiring dengan menurunnya kondisi pandemi Covid-19, perekonomian di Jawa Timur mulai membaik dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,57 persen di 2021. Hal ini juga diikuti oleh Kota Malang yang mampu tumbuh sebesar 4,21 persen di tahun yang sama,” papar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur, Anom Surahno, pada Musrenbang RKPD di Ballroom Grand Mercure Malang Mirama, Senin (28/3/2022).
Anom menyampaikan, target pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada 2023 adalah sebesar 3,45 hingga 5,15 persen. Sedangkan Kota Malang diharapkan sekurangnya-kurangnya dapat menargetkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 3,58 sampai 5,35 persen. “Hal ini untuk mendukung pencapaian target ekonomi provinsi secara menyeluruh,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Malang Sutiaji mengaku optimistis Kota Malang akan mampu mencapai target, dengan kenaikan sebesar enam persen bahkan tujuh persen.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Malang mengalami kenaikan sebesar 4,21 persen di 2021. Insyaallah, kami dapat naik di angka 5,5 hingga enam persen, bahkan tujuh persen,” tegas Sutiaji.
Dirinya menyebut, kenaikan tersebut tidak hanya berpatokan pada ekonomi kreatif saja. Namun pada keseluruhan 17 subsektor yang telah diagendakan.
“Saat ini sudah ada 17 subsektor ekonomi yang kami kuatkan di aplikasi yang berkaitan dengan e-commerce. Karena kita berada di masa disrupsi, dan itu yang akan menjadi kekuatan,” beber orang nomor satu di Kota Malang itu.
Untuk menguatkan pertumbuhan ekonomi sehingga dapat mencapai sasaran target, maka pihaknya akan menyeleraskan dengan RKPD Provinsi Jawa Timur tahun 2023. “Untuk mencapai target tersebut, kami akan konsisten dalam pendekatan tematik, holistik, integratif, dan spasial,” tutur Sutiaji.
“Di samping itu, untuk menguatkan pertumbuhan ekonomi kreatif dengan peningkatan sarana distribusi perdagangan, pelatihan kerja, dan produktivitas. Serta pengembangan Sumber Daya Manusia dalam mengelola ekonomi kreatif,” pungkasnya. (Har/MAS)