Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
No Result
View All Result
Malang Pagi

Sutiaji Uraikan Strategi Percepatan Penanganan Diskriminatif

Pengarusutamaan Gender merupakan strategi yang dilakukan secara sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan gender dan sejumlah aspek kehidupan.

by Red
11 Juni 2021
in Kota Malang
Bagikan Berita

Walikota Malang, Sutiaji saat menjadi narasumber secara virtual (Foto : Dok. Humas Pemkot Malang)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Walikota Malang, Sutiaji didapuk sebagai narasumber dalam rangka Seminar Strategi Percepatan Penanganan Kebijakan Distriminatif Atas Nama Otonomi Daerah Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional. Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia ini dilaksanakan secara virtual, Kamis (10/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji menguraikan secara gamblang strategi mencegah kebijakan diskriminatif yang diimplementasikan di Kota Malang. Ia mengklaim, kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut kini masyhur dalam balut kedamaian, kerukunan, dan sikap toleran antarsesama.

“Salah satu strategi dalam mencegah kebijakan diskriminatif adalah berkomitmen dengan pemerintah. Seperti yang dilakukan Kota Malang, yang berupaya mewujudkan kota yang rukun, toleran, berazaskan keberagaman dan keberpihakan pada masyarakat rentan dan gender,” tutur Sutiaji, dilansir dari laman Humas Pemkot Malang.

Lebih lanjut, alumni Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim itu memaparkan, bahwa berdasarkan data tercatat Pembangunan Gender (IPG) 2020 mencapai 94,97 dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) mencapai 78,06. Itu artinya, Kota Malang sangat minim terjadi disktriminasi gender.

Baca Juga :

Sutiaji Beberkan Rancangan Prioritas 8 Area Pembangunan 2024

Sutiaji Beberkan Rancangan Prioritas 8 Area Pembangunan 2024

18 Januari 2023
Jelang Tahun Politik, Sutiaji Minta Bantuan MUI dan DMI Tangkal Hoaks dan Politik Identitas

Jelang Tahun Politik, Sutiaji Minta Bantuan MUI dan DMI Tangkal Hoaks dan Politik Identitas

19 Juni 2022
Pemkot Malang Ajukan Dua Ranperda Baru

Pemkot Malang Ajukan Dua Ranperda Baru

10 Mei 2022
Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Sutiaji Beberkan Tiga Tipe Manusia

Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Sutiaji Beberkan Tiga Tipe Manusia

12 April 2022
Safari Ramadan di Masjid Al-Ishlah, Sutiaji Sebut Puasa Didik Jadi Kanaah

Safari Ramadan di Masjid Al-Ishlah, Sutiaji Sebut Puasa Didik Jadi Kanaah

10 April 2022
Load More

Tidak hanya itu, strategi lain dalam mencegah diskriminsi adalah dengan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pemberdayaan Perempuan yang juga melibatkan peran masyarakat. Terdiri dari 127 unsur lembaga masyarakat, 15 perguruan tinggi baik tinggi negeri maupun swasta, serta 87 perusahaan.

Hal ini merupakan wujud kolaborasi dan sinergi dalam membangun Kota Malang, di mana peran masyarakat sangat mutlak dan vital untuk menjaga keamanan Kota Malang.

Orang nomor satu di Kota Malang itu menegaskan, Pemerintah Kota Malang mendukung kebijakan mencegah diskriminatif. “Adanya Peraturan Walikota Malang Nomor 35 Tahun 2011 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah Kota Malang, dengan membentuk Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender (PUG) dan menciptakan Focal Point PUG yang tersebar di lima kecamatan,” jelasnya.

“Pemerintah Kota Malang juga tengah menyusun Penguatan Regulasi Daerah PAD Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) PUG, dan Ranperda Kota Malang yang masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah” imbuh Sutiaji.

Pengarusutamaan Gender merupakan strategi yang dilakukan secara sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan gender dan sejumlah aspek kehidupan. Sejalan dengan itu, dalam pelibatan peran serta masyarakat, Pemerintah Kota Malang mewadahi dalam bentuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Keterlibatan masyarakat sangat besar dan menjadi representatif dalam pembangunan responsif hexahelix maupun kelompok rentan, sehingga potensi diskriminasi rendah,” pungkas pria asli Lamongan itu.

 

Penulis : Hariani

Editor : MA Setiawan


Bagikan Berita
Tags: DiskriminatifPengarusutamaan GenderSutiajiWalikota Malang
ADVERTISEMENT

Related Posts

FKAUB Malang Raya Gelar Doa Lintas Agama, Seruan Damai untuk Indonesia

FKAUB Malang Raya Gelar Doa Lintas Agama, Seruan Damai untuk Indonesia

30 Agustus 2025

...

Polresta Malang Kota Gelar Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Affan Kurniawan

Polresta Malang Kota Gelar Sholat Gaib dan Doa Bersama untuk Affan Kurniawan

30 Agustus 2025

...

61 Demonstran Diamankan, 21 Anak-anak Dilepas Polisi Buntut Demo di Kota Malang

61 Demonstran Diamankan, 21 Anak-anak Dilepas Polisi Buntut Demo di Kota Malang

30 Agustus 2025

...

Pasca Demo, Sejumlah Pos Polisi di Kota Malang Rusak Terbakar

Pasca Demo, Sejumlah Pos Polisi di Kota Malang Rusak Terbakar

30 Agustus 2025

...

Nonton Bareng Film Panggil Aku Ayah, Ajak Masyarakat Pahami Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

Nonton Bareng Film Panggil Aku Ayah, Ajak Masyarakat Pahami Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

30 Agustus 2025

...

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

Solidaritas di Alun-Alun Malang, Seribu Lilin untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025

...

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah, Dorong Distribusi Beras SPHP

28 Agustus 2025

...

Load More
Next Post
Sutiaji Uraikan Strategi Percepatan Penanganan Diskriminatif

Penetapan Dua Raperda Kota Batu Disetujui DPRD dan Pemkot Batu

Permudah Jasa Layanan Perbankan, Bupati Malang Teken MoU dengan Bank Jatim Cabang Kepanjen

Permudah Jasa Layanan Perbankan, Bupati Malang Teken MoU dengan Bank Jatim Cabang Kepanjen

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 - 2024 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin