Malang Pagi
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • OPINI
  • GAYA HIDUP
  • BERITA DUKA
  • KRIMINAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Malang Pagi

Gajayana Memanggil, MCF Ajak Warga Malang Rawat Stadion Bersejarah

Gajayana bukan hanya sebuah bangunan, tetapi merupakan aset kota yang harus dijaga, dirawat, dihormati, dan terus dihidupkan.

by Red
16 Agustus 2026
in Kota Malang, Olahraga
Bagikan Berita

Gerakan Gajayana Memanggil melibatkan sejumlah unsur masyarakat. (Foto: Dok. MCF)

KOTA MALANG – malangpagi.com

Memasuki perjalanan 100 tahun, Stadion Gajayana kembali menjadi perhatian. Bukan hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai salah satu ruang bersejarah yang menyimpan banyak cerita perjalanan Kota Malang.

Hal tersebut disampaikan Dadik Wahyu Chang, Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), dalam tulisan yang dimuat di situs kabar.mcf.or.id, Minggu (16/8/2026).

Menurut Dadik, selama hampir satu abad, Stadion Gajayana bukan sekadar tempat berlangsungnya aktivitas olahraga. Stadion tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Malang, tempat berbagai generasi bertemu, beraktivitas, berjuang, sekaligus menciptakan berbagai kenangan.

Karena itu, momentum 100 tahun Gajayana dinilai bukan sekadar perayaan usia sebuah bangunan. “Gajayana bukan hanya sebuah bangunan, tetapi merupakan aset kota yang harus dijaga, dirawat, dihormati, dan terus dihidupkan,” demikian gagasan yang disampaikan Dadik dalam artikel tersebut.

Baca Juga :

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Rekaman CCTV

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Rekaman CCTV

10 September 2026
Bukan Wisuda Biasa, UIBU Malang Sulap Kelulusan Jadi Pesta Paling Menghibur

Bukan Wisuda Biasa, UIBU Malang Sulap Kelulusan Jadi Pesta Paling Menghibur

10 September 2026
Bidik Nomor Satu Jatim, Kota Malang Siapkan Bibit Atlet Sejak SD

Bidik Nomor Satu Jatim, Kota Malang Siapkan Bibit Atlet Sejak SD

10 September 2026
Polresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Banjir, Kombes Pol Danang Pimpin Susur Sungai Bango

Polresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Banjir, Kombes Pol Danang Pimpin Susur Sungai Bango

9 September 2026
Belasan Sekolah di Kota Malang Butuh Renovasi Mendesak, Disdikbud Ajukan Tambahan Rp1,5 Miliar

Belasan Sekolah di Kota Malang Butuh Renovasi Mendesak, Disdikbud Ajukan Tambahan Rp1,5 Miliar

9 September 2026
Load More

Dimulai dari Bersih-Bersih Stadion

Melalui gerakan “Gajayana Memanggil”, MCF bersama berbagai organisasi, komunitas, jejaring kreatif, dan masyarakat mengajak warga kembali memiliki kepedulian terhadap Stadion Gajayana. Salah satu bentuknya dilakukan melalui kegiatan bersama membersihkan area stadion.

Bagi Dadik, kegiatan tersebut memang terlihat sederhana. Namun, membersihkan stadion memiliki pesan yang lebih besar, yakni membangun kembali rasa memiliki terhadap ruang kota. Menurutnya, ketika masyarakat menggunakan ruang publik, ada tanggung jawab untuk ikut menjaga dan merawatnya.

Karena itu, perawatan aset kota tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Komunitas, organisasi masyarakat, pelaku kreatif, dunia usaha, akademisi, media, generasi muda, hingga masyarakat umum juga memiliki ruang untuk ikut berkontribusi.

Gajayana Menjadi Gerakan Bersama

Gerakan Gajayana Memanggil melibatkan sejumlah unsur masyarakat. MCF bergerak bersama KORMI, KONI, Karang Taruna, DEKOPINDA, Komunitas Sedekah, Pramuka, PAMI Malang (Persatuan Atlet Master Indonesia), jejaring komunitas kreatif, serta khalayak umum.

Keterlibatan mereka beragam. Ada yang membawa peralatan, membersihkan area stadion, menggerakkan anggota komunitas, hingga menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran, dan jejaring.

Menurut Dadik, hal tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga sebuah aset kota bisa dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. “Gajayana adalah bagian dari kota kita, dan merawatnya adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Tidak Hanya Hidup Saat Ada Pertandingan

Dadik juga melihat Stadion Gajayana memiliki potensi yang lebih luas tanpa harus meninggalkan fungsi utamanya sebagai fasilitas olahraga. Menurutnya, stadion dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat, kreativitas, kebudayaan, hiburan, kegiatan sosial, hingga aktivitas ekonomi kreatif.

Gagasan tersebut juga menjadi bagian dari semangat Festival Mbois 11 – Malang Menyala. Melalui acara tersebut, Stadion Gajayana diharapkan dapat menjadi titik pertemuan berbagai ekosistem, mulai dari komunitas, seniman, musisi, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, generasi muda, organisasi masyarakat, hingga warga Kota Malang.

Aktivasi ruang melalui kegiatan kreatif juga dinilai bisa membuka peluang munculnya aktivitas ekonomi baru. Produk lokal mendapatkan ruang, talenta memperoleh panggung, komunitas bisa saling terhubung, dan masyarakat dapat bertemu dalam satu ruang.

“Dengan demikian, stadion tidak hanya ramai ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang publik yang memberikan manfaat sosial, budaya, kreatif, dan ekonomi,” jelas Dadik.

Gerakan Gajayana Memanggil melibatkan sejumlah unsur masyarakat. (Foto: Dok. MCF)

Sebelum Meramaikan, Gajayana Dirawat

Kehadiran Festival Mbois 11 – Malang Menyala di Stadion Gajayana, menurut Dadik, bukan sekadar menghadirkan panggung dan keramaian. Festival tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan konteks dan kehidupan baru terhadap ruang bersejarah, namun tetap menghormati perjalanan masa lalunya.

Karena itu, sebelum festival berlangsung, MCF memilih melakukan gerakan Gajayana Memanggil. Pesannya cukup sederhana: datang bukan hanya untuk menggunakan stadion, tetapi juga untuk membersihkan, merawat, menghormati sejarah, dan bekerja bersama.

Dadik menilai sebuah festival seharusnya tidak hanya diukur dari panggung, pertunjukan, atau jumlah pengunjung. Festival juga dapat menjadi momentum untuk membangun kepedulian, mempertemukan jejaring, menggerakkan masyarakat, membuka ruang kolaborasi, serta memberikan dampak positif bagi lokasi penyelenggaraan.

Menghidupkan Kembali Rasa Memiliki

Lebih jauh, Dadik menyebut Gajayana Memanggil bukan sekadar kegiatan bersih-bersih stadion. Gerakan tersebut merupakan upaya membangun kembali rasa memiliki masyarakat terhadap kotanya.

“Ketika masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap ruang kota, akan muncul kesadaran untuk menjaga. Ruang yang terjaga kemudian dapat terus digunakan dan diaktifkan melalui kegiatan-kegiatan positif,” jelas Dadik.

“Dari sana bisa muncul berbagai hal, mulai dari perjumpaan masyarakat, kreativitas, kebudayaan, solidaritas, kolaborasi, hingga aktivitas ekonomi baru,” sambungnya.

Karena itu, Dadik mengajak masyarakat untuk lebih mengenali ruang kotanya, menggunakan fasilitas publik secara bijak, menghidupkannya dengan kreativitas, sekaligus menghormati sejarah yang melekat di dalamnya.

“Stadion Gajayana telah menjadi saksi perjalanan Kota Malang selama hampir satu abad. Berbagai generasi pernah datang, bertemu, bergerak, berjuang, dan menciptakan kenangan di tempat tersebut. Kini, ketika memasuki perjalanan 100 tahun, MCF mengajak masyarakat memberikan perhatian dan kepedulian kembali kepada Gajayana,” sebut Dadik.

“Gajayana telah menjaga begitu banyak cerita selama satu abad. Kini, Gajayana memanggil kita untuk ikut menjaganya,” pungkasnya. (Red)


Bagikan Berita
ADVERTISEMENT

Related Posts

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Rekaman CCTV

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Selidiki Rekaman CCTV

10 September 2026

...

Bukan Wisuda Biasa, UIBU Malang Sulap Kelulusan Jadi Pesta Paling Menghibur

Bukan Wisuda Biasa, UIBU Malang Sulap Kelulusan Jadi Pesta Paling Menghibur

10 September 2026

...

Bidik Nomor Satu Jatim, Kota Malang Siapkan Bibit Atlet Sejak SD

Bidik Nomor Satu Jatim, Kota Malang Siapkan Bibit Atlet Sejak SD

10 September 2026

...

Polresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Banjir, Kombes Pol Danang Pimpin Susur Sungai Bango

Polresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Banjir, Kombes Pol Danang Pimpin Susur Sungai Bango

9 September 2026

...

Belasan Sekolah di Kota Malang Butuh Renovasi Mendesak, Disdikbud Ajukan Tambahan Rp1,5 Miliar

Belasan Sekolah di Kota Malang Butuh Renovasi Mendesak, Disdikbud Ajukan Tambahan Rp1,5 Miliar

9 September 2026

...

Kapolresta Malang Kota Siap Kawal Distribusi BBM di Tengah Meningkatnya Permintaan Pertalite

Kapolresta Malang Kota Siap Kawal Distribusi BBM di Tengah Meningkatnya Permintaan Pertalite

8 September 2026

...

Pasokan Beras Premium Terbatas, TPID Kota Malang Lakukan Pemantauan

Pasokan Beras Premium Terbatas, TPID Kota Malang Lakukan Pemantauan

8 September 2026

...

Load More
Next Post
HUT ke-81 RI, Wali Kota Malang Tekankan Pemerintah Harus Terus Hadir untuk Masyarakat

HUT ke-81 RI, Wali Kota Malang Tekankan Pemerintah Harus Terus Hadir untuk Masyarakat

Signage Kayutangan Heritage Dibongkar Total, DLH Kota Malang Cari Model Baru yang Lebih Kuat

Signage Kayutangan Heritage Dibongkar Total, DLH Kota Malang Cari Model Baru yang Lebih Kuat

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERITA
  • MALANG RAYA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • GAYA HIDUP

©2018 Malang Pagi. Hak cipta dilindungi undang-undang.

× Chat Admin