
KOTA MALANG – malangpagi.com
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap korban tragedi Kanjuruhan, komunitas Gerakan Peduli Arema (GPA) pada Selasa (25/10/2022) meluncurkan aplikasi Ada Kita, bertempat di Ocean Garden Resto, Jalan Sukarno Hatta Kota Malang.
Dikemukakakan oleh Pelindung sekaligus penasihat GPA, KH Noor Shodiq Askandar, aplikasi Ada Kita hadir sebagai sebuah aksi nyata yang bermanfaat.
“Program ini mengambil peran jangka menengah dan panjang. Bagaimana keluarga korban mendapatkan pendampingan juga trauma healing dari para relawan,” ujar Gus Shodiq. “Teman-teman tidak sendirian, dengan adanya aplikasi Ada Kita, artinya kita semua ada di masyarakat,” imbuhnya.
Pria yang merupakan inisiator Rumah Sedekah NU itu menjelaskan bahwa aplikasi Ada Kita mampu mewadahi terhadap problematika yang terjadi. “Alhamdulillah, hari ini aplikasi sudah terselesaikan, yang sebetulnya tidak hanya dipakai untuk kepentingan tragedi Kanjuruhan. Tapi juga digunakan untuk bencana,” tegas Gus Shodiq.
Sementara anggota GPA, Akhmad Mukhlis menyatakan, dalam aplikasi Ada Kita ini pihaknya hanya menginput data umum, di mana nantinya relawan atau elemen masyarakat lain dapat melengkapi data yang dibutuhkan.
Melalui aplikasi Ada Kita, GPA juga membuka pendaftaran bagi para relawan. “Kami juga sudah membuka cara daftar relawan. Selain itu, agar kami juga dapat memverifikasi bantuan yang disalurkan, termasuk mengetahui sebaran data korban. Sehingga kami dapat menggambarkan data secara statistik,” papar Mukhlis.
Melalui aplikasi Ada Kita, masih kata Mukhlis, masyarakat dapat melihat data korban secara real time, distribusi bantuan, bahkan para donatur dapat memantau apakah donasi yang mereka berikan sudah tersampaikan.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto melayangkan apresiasi atas ide Gerakan Peduli Arema ini. “Kami sepakat mendukung aplikasi yang sifatnya recovery. Sehingga Arema dengan sejuta relawannya dapat terus bergerak. Bagaimana [aplikasi] ini menjadi tempat dan wadah untuk menguatkan kolaborasi,” tuturnya. “Melalui Gerakan Peduli Arema ini, diharapkan ego sektoral yang terjadi di wilayah Malang Raya dapat ditanggalkan,” lanjut Didik.
Tak hanya seputar tragedi Kanjuruhan, aplikasi Ada Kita juga dapat digunakan untuk pendataan korban bencana lainnya, bersinergi dengan BPBD, Diskominfo, serta Dinas Sosial terkait data dan bantuan. “Gerakan ini layak diacungi jempol. Karena melalui GPA dapat menjadi awal bangkitnya kebersatuan untuk Indonesia,” pungkas Gatot.
Acara ini turut dihadiri Direktur Jatim Park Suryo Widodo, Direktur RS Lavalette dr. Mariani Indahri, pemilik Ocean Garden Resto Mahrus Sholeh, pakar hukum Universitas Brawijaya Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, Ketua Relawan Anak Bangsa Yuning Kartikasari, Ketua Sekber Aremania Anto Baret, Bendahara Sekber Aremania Heri Cahyono, perwakilan Malang Peduli Demokrasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Kepala Diskominfo Kabupaten Malang, Kepala BPBD Kabupaten Malang, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malang. (Har/MAS)














