
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pemerintah Kota Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), mengajak masyarakat untuk mewaspadai munculnya gerakan radikalisme dan terorisme. Upaya tersebut dikemas dalam Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme sebagai Langkah Kewaspadaan Nasional bagi Masyarakat Kota Malang, yang digelar di Hotel Trio Indah 2 Kota Malang, Senin (14/11/2022).
Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Rinawati menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait radikalisme dan terorisme kepada masyarakat. Sekaligus menyadarkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar terus bersemangat dan berupaya menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.
“Semua elemen harus bersama-sama untuk melakukan kewaspadaan. Tidak hanya mencegah bahayanya, namun juga menjaga keutuhan NKRI dengan menciptakan Kota Malang yang kondusif,” terang Rina.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang itu mengungkapkan, membentuk orang menjadi radikal sangat mudah dengan cara membanding-bandingkan dan memberikan pertanyaan-pertanyaan jebakan yang membuat sulit untuk memilih.
“Misalkan disodorkan pertanyaan Pancasila apa kitabmu, NKRI atau Tuhanmu, sehingga perlu kewaspadaan ini. Kami Bakesbangpol, sesuai tusi (tugas dan fungsi), mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, memegang teguh ideologi , serta mendorong masyarakat untuk berpartisipasi, peka, serta waspada terhadap pengaruh-pengaruh lingkungan, yang berpotensi menciptakan konflik dan memecah belah persatuan,” papar Rina.
Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika. Dirinya menyambut positif digelarnya sosialisasi antiradikalisme dan terorisme. “Radikalisme dan terorisme tidak dapat dianggap sepele. Malang adalah kota toleransi dan yang paling peduli terhadap sesama. Pesan saya, jangan pernah lelah untuk menyampaikan bahaya radikalisme,” tutur Made.

“Kami harapkan, sosialisasi ini akan turun ke wilayah terkecil, yaitu tingkat Kelurahan. Sehingga kita benar-benar mewaspadai ancaman radikalisme,” imbuhnya.
Sosialisasi yang rencananya digelar sebanyak lima kali untuk lima Kecamatan ini telah terselenggara sebanyak dua kali. Peserta kegiatan kali ini adalah para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan di lingkungan Kecamatan Kedungkandang. (Har/MAS)














