
KOTA MALANG – malangpagi.com
Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Malang masih dalam tahap koordinasi lintas instansi. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik terkait penyediaan lahan sebelum proyek tersebut direalisasikan.
Hal itu disampaikan Dudung usai meninjau kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang yang saat ini menempati Gedung Politeknik Kota Malang (Poltekom), Jalan Raya Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, pada Jumat (13/6/2026).
Menurut Dudung, terdapat lahan yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan gedung permanen, namun status kepemilikannya masih berada di bawah pemerintah kelurahan sehingga memerlukan proses koordinasi lebih lanjut.
“Sebetulnya bisa digunakan, tetapi masih milik kelurahan. Nanti akan kami komunikasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, ATR/BPN, dan Kementerian Sosial agar pembangunan bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Dudung menjelaskan, SRMP 16 Kota Malang yang saat ini menggunakan fasilitas Poltekom masih berstatus sebagai sekolah rintisan. Meski demikian, sarana dan prasarana yang tersedia dinilai cukup layak untuk menunjang proses pembelajaran para siswa.
Ia menambahkan, persoalan penguasaan dan legalitas lahan harus diselesaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.
“Tadi sudah kami bahas bersama Sekretaris Daerah Kota Malang. Urusan tanah ini tidak mudah karena bisa berimplikasi pada pemeriksaan BPK dan aspek administrasi lainnya. Semua harus dilakukan secara konkret, tertib, dan sesuai prosedur,” katanya.
Lebih lanjut, Dudung menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, hasil sementara dari pelaksanaan Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan yang positif. Para siswa mulai menunjukkan peningkatan prestasi berkat pendampingan tenaga pendidik yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pendidikan karakter dan moral.
“Bahkan sudah ada siswa yang berprestasi. Harapan Bapak Presiden tidak ada lagi anak yang putus sekolah, dan kita harus berani memberantas kemiskinan melalui pendidikan,” ungkapnya. (YD)












