
KOTA MALANG – malangpagi.com
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus mematangkan persiapan dalam rangka menyambut perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Hal ini dilakukan menyusul adanya prediksi peningkatan pergerakan masyarakat selama masa libur panjang akhir tahun.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menyampaikan bahwa pergerakan masyarakat secara nasional pada libur Nataru tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau mencapai sekitar 119,5 juta orang.
“Untuk wilayah Malang Raya sendiri, pergerakan masyarakat diprediksi meningkat sebesar 2,71 persen. Kota Malang ini cukup unik karena selain menjadi tujuan wisata, juga menjadi jalur lintasan utama menuju Kota Batu,” ujar Widjaja, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan mobilitas tersebut juga tampak dari prediksi jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang. Saat periode Natal 2024, kendaraan roda empat diperkirakan mencapai 188.017 unit, roda dua sebanyak 538.246 unit, truk 29.295 unit, dan bus sebanyak 3.822 unit.
Sementara pada masa Tahun Baru 2025, jumlah kendaraan yang masuk diprediksi sebanyak 162.148 kendaraan roda empat, 419.433 kendaraan roda dua, 15.911 truk, dan 2.162 bus.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Widjaja menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Polresta Malang Kota.
“Kami berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara insidental dan sementara jika terjadi kepadatan di titik-titik tertentu,” jelasnya.
Selain itu, Dishub juga melakukan pemantauan lalu lintas secara real time melalui teknologi Area Traffic Control System (ATCS) dan CCTV.
“Kami akan terus memantau, apabila jalur utama mengalami kepadatan tinggi, arus kendaraan akan dialihkan melalui pintu Tol Pakis atau Tol Madyopuro untuk mengurai penumpukan di pusat kota,” terangnya.
Widjaja menyebut, sejumlah titik masih menjadi perhatian utama selama periode Nataru. Di antaranya kawasan pintu masuk Kota Malang seperti Jalan Ahmad Yani (MCC), Madyopuro, Gatot Subroto, serta kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) dan Universitas Brawijaya.
“Untuk wilayah selatan, titik kepadatan berada di kawasan Kacuk hingga Kebonagung. Kami terus berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Malang karena persoalan transportasi ini bersifat lintas wilayah,” jelasnya.
Widjaja mengatakan bahwa pihaknya juga menyediakan fasilitas penunjang, seperti pos pengamanan dan area parkir di area peribadatan.
“Untuk gereja-gereja dengan jemaat besar seperti di kawasan Ijen dan Kayutangan, kami telah menyiapkan pos pengamanan serta melakukan pemantauan secara intensif,” ucapnya.
Tak hanya itu, percepatan operasional Sentra Parkir Kayutangan juga menjadi salah satu fokus guna mendukung kelancaran arus wisatawan selama Nataru.
“Sentra Parkir Kayutangan kami upayakan percepatannya. Targetnya pada 25 Desember, minimal dua lantai sudah bisa dioperasikan untuk menampung kendaraan wisatawan,” pungkasnya. (YD)














